Teman-teman pernah menyadari tidak bahwa postingan blog yang tidak disusun rapi, asal-asalan kategori kontennya bisa berpotensi membuat website Anda tidak disukai oleh user bahkan Google sekaligus?

Semakin ke sini, Search Engine Optimization (SEO) semakin perlu dioptimasi dengan baik, termasuk struktur konten website-nya atau istilahnya yaitu SEO silo structure.

Jika struktur SEO silo website Anda berantakan, otomatis user yang berkunjung akan tersesat dan ujung-ujungnya mereka lebih memilih untuk meninggalkan website Anda.

Alhasil, ini akan menimbulkan angka bounce rate yang tinggi untuk website teman-teman.

OIeh karena itu, teman-teman perlu melakukan optimasi SEO silo structure dengan rapi.

Lalu, bagaimana cara implementasinya?

Apakah ini sangat penting untuk keberlangsungan performa SEO website?

Apa itu SEO Silo Structure?

Struktur SEO silo adalah struktur website yang mengelompokkan konten-konten berdasarkan topik dan saling terhubung satu sama lain. 

Dalam artian lain, strategi SEO silo structure ini membantu teman-teman untuk memisahkan konten yang topiknya berbeda.

Sebagai contoh, teman-teman mempunyai website mengenai digital marketing.

Dalam dunia digital marketing, ada berbagai pembahasan mulai dari SEO, email marketing hingga social media marketing.

Nah, SEO silo structure ini berperan untuk memisahkan konten-konten yang berbicara tentang SEO, email marketing, dan social media marketing.

Kurang lebih, berikut gambaran SEO silo structure untuk website digital marketing tersebut:

contoh struktur silo pada website
Dok. Ahrefs

Jadi, dari gambar Ahrefs tersebut, bisa digambarkan bahwa Silo Page masing-masing diisi oleh SEO, email marketing, dan social media marketing.

Setelah itu, masing-masing silo page diisi pembahasan yang relevan dengan topik tersebut, misalnya:

  • SEO: technical SEO, on page SEO, dan off page SEO
  • Email marketing: open rate, bounce rate, dan acceptance rate
  • Social media marketing: social listening, KOL influencer, content curation

Seberapa Penting Struktur Silo untuk SEO?

Implementasi SEO silo structure pada website Anda memberikan pengaruh yang efektif untuk kesehatan serta performa SEO teman-teman, baik di mata Google ataupun user.

Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari strategi SEO silo:

1. Membangun Internal Link yang Kuat

Kita semua sepakat bahwa salah satu aspek on-page SEO yang satu ini mempunyai peranan yang sangat penting untuk strategi SEO kita.

Bukan hanya sekadar link anchor text biasa, internal link yang konsisten dibangun dalam ekosistem akan membantu website mudah diindeks dan dimengerti oleh Google.

Nah, salah satu cara memperkuat internal link adalah dengan menerapkan strategi SEO silo. Ketika teman-teman mengkategorikan satu topik ke dalam kolam konten yang sama, maka di situ otomatis tercipta internal link yang berkaitan dari halaman ke halaman lain.

Kita ambil contoh, website Anda membicarakan mengenai SEO.

Di dalam SEO sudah pasti ada banyak sekali pembahasan mulai dari definisi SEO, cara keyword research, cara implementasi on-page dan lain-lain.

Baca Juga:  Secondary Keyword: Bukan yang Utama, Tetapi Penting untuk Konten

Dari tiga bahasan itu saja, Anda bisa menanamkan internal link yang berkaitan satu sama lain. 

2. Meningkatkan Ranking Halaman di Google SERP

Tidak hanya bantu memudahkan Google mengindeks halaman website teman-teman, SEO silo juga berpotensi meningkatkan ranking halaman Anda. 

Mengapa demikian?

Sebab, Google menggunakan algoritma PageRank untuk mengukur bagusnya halaman teman-teman berdasarkan jumlah dan kualitas backlink yang mengarah ke website Anda. 

Itu, kan, untuk website authority

Benar, tetapi kualitas backlink yang tinggi juga akan memberikan dampak yang besar terhadap ekosistem internal link yang sudah Anda buat di dalam website.

Jadi, semakin banyak internal link yang dibangun, semakin besar algoritma PageRank berperan dalam website Anda.

Alhasil, hal ini akan membantu website Anda menempati ranking terbaik pada Google SERP.

3. Meningkatkan User Experience

Dari segi search engine, SEO silo sudah memberikan dampak yang begitu besar. Lalu, dari segi user

Saat teman-teman mengimplementasikan SEO silo dan membangun internal link, secara tidak langsung hal tersebut juga membantu user dalam menjelajahi website Anda dengan mudah.

Coba bayangkan, ketika user masuk ke halaman A, mereka pasti akan berpindah ke halaman B, C, D dst apabila internal link yang disematkan relevan satu sama lain dan SEO silo structure direncanakan dengan matang.

Jika SEO silo tidak diterapkan dengan baik, bisa dipastikan user akan loncat-loncat saat membaca website Anda. 

Bisa jadi, saat masuk ke website Anda user sedang membaca topik mengenai keyword research.

Namun, ketika struktur SEO silo-nya tidak dioptimasi dengan baik, bisa jadi setelah itu user loncat ke pembahasan tentang social media marketing.

Alhasil, user jadi semakin bingung dan meninggalkan website teman-teman.

Jenis-jenis SEO Silo Structure

Secara garis besar, ada dua jenis SEO silo structure yang perlu teman-teman perhatikan supaya tidak salah kaprah.

1. Struktur Direktori URL

Hal ini sering kali teman-teman temui saat membuka suatu halaman website di Google.

Jenis SEO silo structure ini memudahkan Google dalam mengindeks halaman website teman-teman serta memudahkan user dalam mengeksplorasi website Anda lebih dalam lagi.

Berikut contoh struktur direktori URL:

2. Internal Linking

Berbeda dengan jenis di atas, internal linking ini yang akan membangun SEO silo structure melalui anchor text yang disematkan ke artikel-artikel yang saling berhubungan satu sama lain.

Misalnya, teman-teman punya artikel yang membahas mengenai definisi SEO.

Setelah itu, Anda juga menulis artikel dengan topik cara melakukan riset keyword dan optimasi on-page.

Nah, dua artikel tersebut bisa Anda sematkan ke artikel definisi SEO serta artikel riset keyword bisa juga diberi internal link ke on-page dan sebaliknya.

Bagaimana Cara Optimasi SEO Silo Structure?

Teman-teman bisa coba terapkan tips optimasi silo structure berikut ini:

1. Gunakan Struktur Piramida Website

Website yang bagus tidak hanya menyajikan artikel yang berkualitas, melainkan juga harus menyajikan navigasi yang mudah ditelusuri oleh user.

Membangun struktur piramida website menjadi salah satu optimasi yang kerap kali dilakukan oleh kebanyakan website untuk memberikan kenyamanan bagi user.

Sebagai contoh, DailySEO ID sendiri merupakan website media yang fokus untuk memberikan informasi-informasi seputar SEO serta membuka kelas-kelas online sebagai bahan edukasi user.

Di dalam website DailySEO ID sudah menerapkan piramida website, di mana pucuknya dimulai dengan Home, kemudian dibagi menjadi beberapa bagian seperti “Kategori Konten”, “Program Belajar SEO”, hingga “Direktori SEO Indonesia”.

Baca Juga:  Apakah Situs dengan Konten Buatan AI bisa Pulih jika Kontennya Ditulis Ulang? Ini Kata Google!

Dari bagian-bagian tersebut, masih ada turunannya, seperti:

  • Kategori Konten: On-Page SEO, Off-Page SEO, Technical SEO, Keyword Research
  • Program Belajar SEO: SEO Fundamental Course, Technical SEO Fundamental Course, Intermediate SEO Masterclass

Pembagian per kategori ini akan memudahkan user dalam menuju halaman yang dia inginkan.

Misalnya, ada user yang masuk ke website DailySEO ID, kemudian ia ingin mendaftar kelas online SEO Fundamental Course.

Maka, journey yang bisa ia lakukan yaitu:

Home > Program Belajar SEO > SEO Fundamental Course

Sangat memudahkan user, bukan?

2. Membuat Content Hub

Setelah mengatur piramida website dengan rapi, teman-teman juga perlu membuat content hub.

Sebagai informasi, content hub merupakan “payung” untuk topik konten tertentu supaya artikel dapat terorganisir dengan baik.

Misalnya, DailySEO ID sendiri mempunyai beberapa content hub seperti Keyword Research, On-Page, Off-Page hingga Technical SEO.

Masing-masing content hub tersebut membahas topik yang relevan.

Contohnya, content hub On-Page membahas tentang “tips menulis judul artikel“, “information gain dalam artikel”, dan lain-lain.

Melalui strategi ini, SEO silo structure website Anda jadi terlihat lebih rapi lagi, sehingga user jadi lebih nyaman dalam eksplorasi website teman-teman.

3. Optimalkan Internal Link

Saat content hub sudah tersusun rapi, jangan lupa untuk mengoptimasi internal link.

Adanya content hub ini nantinya juga akan memudahkan teman-teman saat mengimplementasi internal link

Masukkan internal link ke dalam konten yang relevan dengan konten-konten lain yang berada dalam satu content hub.

Misalnya, Anda sedang menuliskan konten seputar tips optimasi meta description, cara memasukkan anchor text hingga cara menulis judul artikel.

Semua itu bisa dimasukkan internal link yang mengarah ke content hub “On-Page SEO”.

Selain itu, masing-masing tiga artikel itu juga bisa dimasukkan internal link antara satu artikel ke artikel lain karena cukup relevan.

Perbedaan SEO Silo Structure dan Topic Cluster

Sekilas, kalau membaca definisi dari SEO silo structure memang sedikit mirip dengan istilah topic cluster. 

Akan tetapi, secara garis besar topic cluster itu merupakan bagian dari SEO silo structure

Jika SEO silo lebih fokus untuk URL, topic cluster fokus dalam membangun topik-topik konten yang ada dalam artikel.

Artinya, topic cluster mendukung SEO silo supaya dapat membangun internal link dengan baik dalam website.

SEO Silo Structure, Fondasi untuk Buat Website Lebih Rapi

Secara tidak langsung, SEO silo ini mempunyai peranan penting agar website teman-teman lebih disukai oleh Google.

Pasalnya, Google akan lebih mudah mengindeks halaman website Anda apabila internal link-nya serta SEO silo structure dibangun dengan rapi dan saling berkaitan satu sama lain.

Jadi, sebelum membuat website, ada baiknya Anda memikirkan struktur silonya terlebih dahulu.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://ahrefs.com/blog/seo-silo-structure

https://www.semrush.com/blog/silo-seo

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment