Teman-teman pernah menulis di blog, tetapi penasaran kenapa tulisan Anda tidak pernah muncul di halaman pertama pencarian Google?

Jika merasa demikian, Anda perlu mulai menyadari bahwa ada salah satu profesi yang bertugas untuk menulis artikel supaya dibaca dan diindeks dengan baik oleh Google, yaitu SEO Content Writer.

Menulis saja di era digital saat ini tentu saja tidak cukup, terutama jika Anda tertarik untuk bekerja di sebuah perusahaan.

Kalau Anda menulis hanya untuk membuat novel, cerpen atau karya sastra lainnya, maka Anda bisa skip artikel ini.

Secara garis besar, SEO Content Writer merupakan seorang penulis yang bertugas untuk membuat artikel yang ia tulis berada di posisi terbaik pada SERP (Search Engine Result Page) Google.

Penasaran seperti apa tugas dan tanggung jawabnya dalam sebuah perusahaan dan bagaimana langkah-langkah untuk bisa terjun ke dalam profesi tersebut?

Simak artikelnya sampai selesai!

Apa itu SEO Content Writer?

SEO Content Writer merupakan profesi yang mempunyai keterampilan menulis dengan tujuan supaya artikelnya mudah diindeks oleh Google dan mendapatkan peringkat terbaik saat user mencari suatu informasi dengan keyword tertentu.

Contohnya, user ada yang mengetikkan keyword “tips buka puasa sehat”.

Nah, SEO Content Writer bertugas untuk menulis artikel dengan tema tersebut serta menyesuaikan search intent dari user itu sendiri.

Sekali lagi, SEO Content Writer itu tidak hanya menulis saja, ya.

Profesi ini juga perlu mempunyai skill basic SEO (Search Engine Optimization) supaya ia mampu menyediakan artikel yang menjawab permasalahan dari user.

Tidak cuma itu, profesi ini juga dituntut untuk melakukan riset yang mendalam sebelum menulis artikel supaya informasi yang disampaikan tidak sama persis dengan apa yang sudah ada di Google.

Jadi, seorang SEO Content Writer harus melakukan riset topik dan audiens terlebih dahulu sebelum benar-benar mencurahkan semuanya ke dalam sebuah tulisan.

Nantinya, artikel-artikel yang dipublikasikan diharapkan mampu menciptakan brand awareness serta mendongkrak organic traffic untuk sebuah website perusahaan.

Skill yang Perlu Dimiliki oleh SEO Content Writer

Buat teman-teman yang tertarik untuk terjun ke dalam profesi ini, ada baiknya perlu bekal skill di bawah ini supaya mempunyai persiapan yang matang:

1. SEO (Search Engine Optimization)

Setidaknya, teman-teman perlu mempelajari basic-basic dari SEO sebelum terjun ke profesi SEO Content Writer.

Tujuannya supaya nanti Anda tidak sekadar menulis saja, melainkan memperhatikan beberapa aspek SEO di dalam tulisan Anda sehingga mampu diindeks oleh Google.

Paling tidak, teman-teman tahu bagaimana cara SEO bekerja, kemudian istilah-istilah lain seperti technical SEO, on page SEO, hingga off page SEO.

Dalam dunia kerja, seorang writer yang mempunyai pemahaman SEO akan menjadi nilai plus di mata HR dan juga SEO Specialist.

Hal tersebut tentu saja memungkinkan Anda nantinya menjadi seorang SEO Specialist kedepannya.

Tanpa ilmu SEO yang memadai, seorang SEO Content Writer akan kalah dengan kompetitor lainnya.

Kemungkinan besar, Anda juga akan sulit untuk masuk ke dalam sebuah perusahaan.

2. Critical Thinking

Sebagai seorang penulis, skill ini perlu dimiliki supaya informasi yang disampaikan tidak sembarangan dan sudah dikurasi dengan baik.

Ketika teman-teman sedang mencari referensi, critical thinking diperlukan agar referensi yang diambil datang dari website yang punya kredibilitas tinggi.

Jika skill berpikir kritis teman-teman tidak kuat, bisa jadi informasi yang Anda tulis tidak berkualitas dan membuat pembaca jadi salah dalam memahaminya.

Baca Juga:  Instagram SEO Bantu Tingkatkan Visibilitas Profil Bisnis Anda di Dunia Maya

Hal tersebut tentu sangat krusial bagi kredibilitas website perusahaan.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan skill critical thinking?

Saat hendak menulis satu topik artikel, biasakan untuk membaca dari berbagai referensi, baik itu website bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.

Selain itu, jangan langsung terima informasi yang ada. Anda perlu membiasakan diri untuk mempertanyakan informasi tersebut perihal alasan dan dampaknya seperti apa.

3. Riset

Tulisan yang kuat berawal dari hasil riset yang memakan waktu lama.

Semakin banyak artikel yang Anda riset, semakin banyak juga informasi yang bisa teman-teman tuangkan ke dalam tulisan.

Tidak hanya riset topik saja, SEO Content Writer juga harus jeli dalam melakukan riset kompetitor, audiens, hingga keyword research.

Sebab, saat menulis artikel kita harus mempertimbangkan search intent serta menyusun poin yang tepat supaya artikelnya tepat sasaran ke target audiens bisnis perusahaan.

4. CMS (Content Management System)

Ketika teman-teman sudah masuk ke dalam profesi SEO Content Writer, Anda tidak hanya menulis artikel melalui Google Docs atau Microsoft Words, melainkan Anda juga harus mempublikasikannya melalui CMS atau Content Management System.

Sederhananya, CMS merupakan software yang dipakai teman-teman SEO Content Writer untuk menulis, mengedit dan mempublikasikan artikel website.

Ada banyak sekali CMS saat ini. Akan tetapi, umumnya banyak yang memakai CMS seperti WordPress.

WordPress mempunyai tampilan yang sederhana sehingga mudah digunakan oleh para pemula.

Teman-teman tinggal mempelajari plugin-plugin di dalam WordPress, cara mengedit artikel di WordPress hingga cara mempublikasikannya.

Tanggung Jawab dan Tugas Harian SEO Content Writer

Sekarang, teman-teman sudah mempunyai bekal yang matang untuk menjadi seorang SEO Content Writer melalui skill-skill di atas.

Mungkin, saat ini di bayangan teman-teman SEO Content Writer pekerjaannya hanya menulis saja sepanjang hari.

Memang benar. Akan tetapi, sebagai gambaran teman-teman, ada beberapa tugas lain yang perlu Anda ketahui:

1. Menulis Konten yang Informatif, Relevan, & SEO-Friendly

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, SEO Content Writer bukan sekadar menulis, tetapi memasukkan aspek SEO di dalam artikelnya supaya diindeks oleh Google.

Maksudnya seperti apa?

Dalam penulisan artikel, Anda perlu memperhatikan aspek seperti meta title, meta description, internal link, URL slug, dan lain-lain atau yang biasa disebut dengan on page SEO.

Pada saat awal menjalani karier SEO Content Writer, saya sempat kesulitan untuk mengimbangi antara menulis dan aspek SEO.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, saya mencoba untuk mempelajari bagaimana caranya menulis artikel yang enak dibaca oleh user, tetapi juga harus diindeks oleh Google.

Terlepas dari semua itu, pada intinya teman-teman hanya perlu menulis secara natural untuk setiap kalimat di dalam artikel.

Jangan terlalu memaksakan untuk memasukkan keyword-keyword.

Pikirkan bagaimana caranya menulis artikel yang informatif untuk user dengan memperbanyak referensi sebelum menulis artikel.

Sebagai SEO Content Writer yang sudah menjalani profesi ini lebih dari 5 tahun, sehari-hari saya menulis artikel untuk website perusahaan.

Dalam satu hari, kadang bisa 4-5 artikel, tergantung dengan kebutuhan perusahaan.

Jadi, selama satu hari setidaknya saya melakukan riset, riset, dan riset untuk suatu topik dan juga melakukan riset kompetitor untuk mempelajari apa saja celah yang bisa diambil untuk dimasukkan ke dalam artikel nanti.

Ketika sudah selesai menulis konten, tinggal melakukan proofreading terlebih dahulu sebelum diberikan ke Editor, lalu dipublikasikan melalui CMS.

2. Optimasi Konten dari Segi On Page SEO

Saat masuk ke dalam perusahaan, tugas SEO Content Writer tentu saja tidak cuma menulis artikel dan mempublikasikannya.

Dari waktu ke waktu, jumlah konten di website akan semakin banyak.

Pada momen tersebut, seorang SEO Content Writer juga harus dituntut untuk mengoptimasi konten-konten lama yang sudah publish agar tetap fresh dan relevan dengan user.

Pengalaman saya menjadi SEO Content Writer, dalam optimasi on-page, teman-teman diminta untuk memperbaiki aspek-aspek seperti internal link, penambahan poin dalam artikel (information gain), perbaikan meta title dan meta description, hingga penambahan keyword untuk satu artikel.

Baca Juga:  Apakah Keyword Prominence Memengaruhi Ranking di Google Search?

Biasanya, untuk workflow dari SEO Specialist akan memberikan brief apa saja yang perlu dioptimasi.

Namun, tidak menutup kemungkinan SEO Content Writer juga diminta untuk menganalisis konten mana yang perlu dioptimasi dan apa saja yang perlu dioptimasi (biasanya ini untuk tim yang masih kecil).

3. Memastikan Kualitas, Orisinalitas, dan Konten yang Bermanfaat

Orisinalitas konten merupakan value yang paling penting bagi perusahaan, terlebih ketika sedang melakukan branding.

Hal tersebut juga termasuk dalam konten-konten website.

Sebagai SEO Content Writer, teman-teman harus menulis konten yang original tanpa adanya plagiat dari konten kompetitor.

Jika terdapat plagiarisme, hal ini tentu memberikan dampak negatif bagi branding perusahaan. Oleh karena itu, tugas SEO Content Writer harus memastikan bahwa tidak adanya plagiarisme dalam artikel yang ditulis.

Tidak hanya itu, SEO Content Writer juga bertugas untuk membuat konten yang bermanfaat, tidak hanya membuat konten saja. Seperti yang kita tahu, saat ini sudah ada jutaan konten yang tersebar di Google.

Oleh  karena itu, teman-teman diminta untuk membuat konten yang berbeda dan tentunya bermanfaat bagi user.

Langkah-langkah Menjadi SEO Content Writer yang Kompeten

1. Pelajari Dasar-dasar SEO

Jika Anda sudah mempunyai keterampilan menulis, langkah pertama untuk jadi SEO Content Writer yaitu belajar SEO.

Di era sekarang, sudah banyak sekali platform yang menyediakan kelas-kelas SEO, mulai dari fundamental hingga advance.

Salah satu kelas belajar SEO yang saya rekomendasikan yaitu SEO Fundamental Course dari DailySEO ID.

Selain kurikulumnya lengkap, penjelasannya pun sangat mudah dipahami oleh pemula karena dibawakan langsung oleh Muhammad Ilman Akbar, Founder DailySEO ID.

2. Membangun Portofolio

Mulai menulis di blog pribadi ataupun micro blogging untuk menambah portofolio teman-teman.

Jika sudah mulai percaya diri, coba hubungi teman yang sedang butuh projek konten sebagai langkah awal teman-teman di dunia profesional.

Dulu, semasa kuliah saya mulai meniti karier melalui freelance writer.

Saya mencari pekerjaan melalui platform job seeker, kemudian saya tunjukkan portofolio saya dari tulisan di blog pribadi. 

Setelah itu, saya diberi kesempatan untuk menjadi freelance writer sehingga memudahkan saya untuk membangun portofolio.

3. Aktif Bergabung Dalam Komunitas SEO

Selain mengikuti kelas online, teman-teman juga bisa belajar SEO melalui komunitas SEO yang ada di Indonesia.

Di dalam komunitas SEO, biasanya para anggotanya membicarakan kasus-kasus SEO yang menarik untuk dikulik. 

Untuk saat ini, Anda bisa bergabung ke grup Telegram DailySEO ID atau komunitas SEO lain seperti SEO Insight Circle (Kang Fadhil), Ruang Henti Digital (Mas Radius) dan lain-lain.

4. Terus Belajar dan Mengikuti Perkembangan SEO dan AI

Dunia SEO bisa dibilang sangat dinamis. Meski Anda ingin menjadi SEO Content Writer, tetapi tidak ada salahnya untuk terus mengikuti perkembangan SEO.

Saat ini, teman-teman bisa membaca berita SEO terbaru melalui Search Engine Journal, Search Engine Land, dan website lainnya.

Selain itu, tetap pantau perkembangan penggunaan AI dalam membuat konten.

Pastikan, teman-teman juga mulai mengaplikasikan AI untuk konten supaya tidak ketinggalan dengan yang lain.

SEO Content Writer = Profesi Menarik bagi yang Suka Menulis

Kalau memang teman-teman ingin mendapatkan penghasilan dari menulis, sebaiknya dari sekarang mulai mengikuti langkah-langkah  yang sudah saya paparkan di atas.

Menurut saya pribadi, di era sekarang masih banyak lowongan pekerjaan untuk SEO Content Writer (meski banyak yang bilang akan digantikan oleh AI).

Namun, kenyataannya lowongannya masih banyak bermunculan di portal job seeker.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tulisan ini, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment