Sebagai seorang praktisi Search Engine Optimization (SEO), teman-teman diharuskan untuk menganalisa, mengeksekusi, dan memantau performa website yang sedang dikerjakan untuk dapat dengan mudah dipahami search engine.

SEO bisa dikatakan merupakan gabungan seni dan sains, dan juga memiliki aspek technical SEO lainnya yang berperan penting dalam menyukseskan website di Search Engine Results Page (SERP).

Terlepas dari berbagai perubahan algoritma yang tidak selalu jelas dampaknya, Google sendiri memberikan banyak kemudahan dan benefit terkait indikator performa visibilitas website di SERP pada tool seperti Google Search Console (GSC).

Indikator performa technical SEO apa saja yang sangat krusial untuk Anda perhatikan di GSC? Mari baca tulisan ini hingga tuntas!

Baca juga: Google Search Console Meluncurkan Page Experience Report untuk Halaman Versi Desktop

1. Average Response Time

Walaupun terdapat hal-hal lain yang menjadi titik perhatian dari User Experience (UX), namun yang paling difokuskan dari beberapa perusahaan teknologi adalah tentang speed (kecepatan).

Beberapa penelitian seperti dampak HTML delay (penundaan HTML) menunjukkan bahwa latency dapat merusak persentase konversi user, parahnya bisa berdampak dalam jangka panjang.

Berbarengan dengan perkembangan device yang semakin mutakhir, cepat, dan koneksi internet yang tersedia luas, maka toleransi user terhadap latency ini semakin menurun tiap tahunnya. Itu artinya user tidak senang jika sebuah website diakses lambat.

Inilah mengapa average response time sangat penting untuk diperhatikan. Google Search Console sendiri mengindikasikan waktu respon rata-rata web untuk dapat di-crawl Googlebot maupun dikunjungi oleh user.

Baca Juga:   Apakah Menggunakan Breadcrumb Memengaruhi Ranking di Google Search?

Tujuannya adalah untuk menjaga value serendah mungkin, dan disarankan di bawah 100 miliseconds (milidetik) secara konsisten.

Peningkatan value atau tidak konsistennya value seperti pada grafik di bawah yang melebihi benchmark cukup mengkhawatirkan bagi site owner dan dapat mengurangi jumlah halaman yang mungkin di-crawl oleh Googlebot seiring berjalannya waktu.

average response time

100 miliseconds saat ini merupakan benchmark value yang baik untuk page speed.

Baca juga: Google: Status Discovered – Currently Not Indexed (Ditemukan – saat ini tidak diindeks) di Search Console bisa Bertahan Selamanya!

2. Total Crawl Requests

Kelanjutan dari average response time di atas, semakin cepat sebuah website diakses, maka website bisa menyanggupi lebih banyak permintaan koneksi oleh Googlebot.

Volume rata-rata halaman web yang dirayapi oleh Googlebot dalam satu hari akan cenderung menurun jika kecepatan download rata-rata halaman web naik (melambat), hal ini terjadi karena Google mencoba secara otomatis mencari tahu berapa margin yang aman untuk meng-crawl website yang dimaksud.

Kedua value ini merupakan salah satu sinyal kuat bahwa website tidak kehilangan potensi penuhnya, baik dalam organic search Google maupun untuk para user.

Ketika kedua indikator digabungkan, kemudian gagal dalam memenuhi peningkatan konsumsi waktu download dan hanya beberapa halaman saja yang di-crawl, maka hampir pasti mengindikasikan permasalahan performa website yang cukup serius yang dapat berdampak negatif pada visibilitas organic search dari waktu ke waktu.

Infrastruktur dan arsitektur website harus diperiksa ulang dan harus diperbaiki untuk mengembalikan tren yang positif.

total crawl requests

Baca juga: Update Algoritma Google Terbaru 31 Maret 2022: Page Experience untuk Desktop Ranking hingga Google Search Console URL Inspection API

3. Sitemap Pages vs. Indexed Pages

Perbedaan yang timpang antara jumlah halaman web yang di-index dan halaman web pada XML Sitemaps yang dikirim ke GSC dapat mengindikasikan masalah SEO yang serius.

Baca Juga:   Google: Status Discovered – Currently Not Indexed (Ditemukan - saat ini tidak diindeks) di Search Console bisa Bertahan Selamanya!

Hal ini bisa terjadi karena website teman-teman memiliki banyak orphan pages, struktur internal link yang buruk, duplicate content, hingga masalah lambatnya loading halaman.

Anda perlu tahu juga bahwa terdapat banyak alasan mengapa Google tidak meng-crawl dan/atau meng-index semua URL yang teman-teman masukkan ke dalam XML sitemap.

Agar teman-teman bisa mendapatkan data terpenting dari fitur Sitemap di GSC, Anda sangat disarankan untuk mengirimkan semua canonical halaman web ke dalam XML Sitemap, dan apabila memungkinkan pecahlah XML Sitemap berdasarkan jenis URL menjadi beberapa file untuk dikirim secara terpisah di GSC, dengan cara ini diharapkan teman-teman bisa mengidentifikasi letak perbedaan antara total Sitemap Pages dan Indexed Pages (valid) dengan lebih baik.

sitemap vs valid

Baca juga: Mengenal Sitemap.xml dan Satu Contoh Mengapa Sitemap Penting dalam SEO

4. Crawled Pages vs. Indexed Pages

Indikator penting lainnya untuk mengukur performa website adalah rasio dari jumlah halaman yang di-crawl vs jumlah halaman yang di-index oleh Google.

Value yang cukup baik untuk indikator satu ini adalah rasio 10/1 untuk web besar dan web komersial (e-commerce). 10 untuk halaman web yang di-crawl to index, dan 1 untuk halaman web yang di-rank.

Andai kata sudah teridentifikasi, tren tersebut menunjukkan bahwa website resource tidak digunakan secara efisien yang mungkin disebabkan karena masalah struktural dan konten yang cenderung memberikan dampak negatif pada kinerja website di organic search.

Singkatnya, potensi SEO website yang sebenarnya belum sepenuhnya teman-teman eksplorasi. Namun, mengelola website crawl budget yang lebih efisien akan membutuhkan langkah yang lebih lanjut selain mengevaluasi data GSC. Kita perlu membuka log file server untuk mengidentifikasi halaman web mana yang sedang di-crawl oleh Googlebot.

indexed page

Baca juga: Apa itu Crawl Budget? Seberapa Penting bagi SEO, dan Bagaimana Cara Mengoptimasinya?

Baca Juga:   Apakah Click Depth Memengaruhi Ranking di Google Search?

5. Structured Data (Breadcrumb)

Last but not least untuk indikator performa SEO adalah Breadcrumb.

Tren Breadcrumb yang terdapat di GSC yang diperbandingkan dengan jumlah halaman web di XML Sitemap dan dengan jumlah halaman web yang di-index bisa Anda jadikan sebagai indikator seberapa “sehat” website teman-teman.

Ketika ada ketimpangan antara data yang dibandingkan, maka hal itu dapat menunjukkan structured data (breadcrumb) yang buruk, hingga menunjukkan masalah crawling dan indexing yang pastinya berdampak negatif pada website di organic search.

breadcrumb

Baca juga: Apakah Menggunakan Breadcrumb Memengaruhi Ranking di Google Search?

Penutup

Kesimpulannya, semua indikator performa SEO di Google Search Console tadi memungkinkan Anda untuk dapat melihat secara sekilas bagaimana kinerja website berskala besar di organic search.

Harap diingat, meskipun Google Search Console adalah sebuah tool SEO gratis dan sangat kita perlukan, tapi tidak ada garansi bahwa Google Search Console ini tidak memiliki kekurangan maupun kesalahan, maka dari itu pertimbangkanlah setiap data yang Anda lihat secara seksama. Karena bisa saja hal itu hanya error sementara yang tidak mengindikasikan sebuah problem terhadap website.

Mari bersama-sama membangun industri SEO di Indonesia yang sehat tanpa trik spammy, dan silakan ajukan pertanyaan seputar SEO dan Digital Marketing di grup Telegram DailySEO ID, yuk gabung di sini!

Sumber:

https://www.semrush.com/blog/top-5-google-seo-performance-indicators/

Author

SEO Learner | Jr. SEO Specialist at Farmaku & DokterSehat | SEO Freelancer | First time meet SEO in 2014 and diving more deeply in 2019.

Write A Comment