Buat kamu yang baru mau terjun ke dunia website atau blogging, mungkin sudah pernah mendengar platform populer satu ini, WordPress. Mungkin kamu pun sedikit banyak sudah paham cara mengoperasikannya. Sebab, memang sudah banyak sekali panduan penggunaan WordPress yang bertebaran di berbagai media, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar.

Akan tetapi, tampaknya masih sedikit yang membahas penerapan strategi search engine optimization (SEO) di WordPress. Untuk itu, kami terdorong untuk mengupas habis topik tersebut di artikel ini. Simak selengkapnya di bawah ini.

Panduan SEO WordPress ini hanya berlaku bagi content management system (CMS) WordPress.org (yang di-install di server sendiri), bukan provider blog gratisan WordPress.com.

Lihat perbedaan antara WordPress.org & WordPress.com di sini.

Praktik SEO di WordPress

Pada artikel sebelumnya, kami sudah menjelaskan apa itu SEO, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa SEO itu penting. Bila ingin mendalami tentang SEO lebih dulu, silakan kunjungi laman ini. Bila kamu ingin langsung saja mendalami praktik SEO di WordPress, silakan lanjutkan membaca artikel ini.

Bagaimana cara mempraktikkan SEO di WordPress?

I. Persiapan awal

Apabila kamu belum memiliki website sama sekali, ada 3 hal penting yang wajib kamu perhatikan terlebih dahulu. Di antaranya adalah soal pemilihan hosting, content delivery network (CDN), dan tema WordPress yang SEO-friendly.

a. Pemilihan hosting

Ada banyak sekali penyedia layanan hosting di Indonesia seperti Niagahoster, Hostinger ID, DomeiNesia, dsb. Rata-rata juga menawarkan harga langganan yang murah. Akan tetapi, sebelum memilih mana yang mau dipakai, perhatikan dulu layanan apa saja yang masing-masing penyedia layanan hosting tersebut tawarkan.

Pastikan penyedia layanan hosting yang kamu akan pilih SEO-friendly. Seperti apa tuh?

Mengutip Search Engine Journal, setidaknya ada 5 hal yang harus dipenuhi sebuah penyedia layanan hosting baru bisa disebut SEO-friendly. Pertama, perhatikan klaim uptime-nya. Semakin tinggi uptime server yang ditawarkan maka semakin SEO-friendly pula si penyedia layanan hosting tersebut.

Untuk diketahui, uptime merupakan persentase berapa lama website Anda tetap online dan dapat diakses user. Semakin tinggi waktu aktif website kamu, maka semakin besar pula potensi membuat user betah dan ingin balik lagi ke website-mu. Hal itu merupakan bagian dari salah satu faktor yang bisa menaikkan rangking website-mu di mesin pencari.

Untuk itu, pilihlah penyedia layanan hosting yang menawarkan jaminan uptime yang tinggi setidaknya mencapai 99,9% (kalau bisa lebih tinggi lagi). Akan tetapi, berhati-hatilah dengan host yang mengklaim memiliki uptime hingga 100%. Sebab, setiap website normalnya selalu punya waktu istirahat.

Kedua, perhatikan lokasi server-nya. Lokasi server juga berpengaruh terkait cepat lambatnya website kamu ketika dikunjungi oleh user. Pilih penyedia layanan hostingnya yang lokasi server-nya berada sedekat mungkin dengan lokasi website Anda berada. Misal, website Anda ditujukan untuk pembaca yang ada di Indonesia, maka pilihlah host yang lokasi server-nya berada di dekat-dekat Indonesia, misal Singapura, kalau bisa ada di Indonesia juga.

Ketiga, memiliki banyak opsi tambahan seperti melayani backup otomatis dan menyediakan sertifikat keamanan SSL. Bila kamu cermat memilih, sebagian hosting ada yang menyediakan kedua fitur tersebut secara gratis, lho.

Keempat, memiliki reputasi yang baik. Sama seperti membeli sebuah produk atau berlangganan sesuatu, pasti kamu akan mencari tahu dulu review orang-orang terhadap barang/jasa tersebut bukan? Demikian pula bila kamu ingin berlangganan di sebuah penyedia layanan hosting, pastikan review-nya bagus dan sesuai dengan yang kamu harapkan.

Kelima, menyediakan layanan customer support yang baik. Pastikan host yang kamu pilih punya layanan ini hingga 24 jam dan dapat merespons dengan cepat. Layanan ini berguna saat website kamu tiba-tiba bermasalah dan ada kebutuhan untuk segera diperbaiki.

b. CDN

Selain hosting, hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah soal CDN. Bila website yang akan kamu bangun memang dicita-citakan menjadi website yang besar dan memuat banyak konten, maka kamu bakal butuh CDN. Sebab, fungsi CDN itu sendiri adalah mempercepat loading website, apalagi untuk website yang menampilkan banyak gambar, video, CSS, dan konten statis lainnya.

Setidaknya ada 2 jenis CDN yakni gratis dan berbayar. Untuk website pribadi yang belum besar dengan pengunjung berskala sedang, bisa mulai dengan CDN gratis terlebih dahulu. Beberapa opsi CDN gratis yang ada di dunia seperti Cloudflare, Incapsula, & Jetpack Site Accelerator. Namun, jika website kamu memiliki traffic dan resources server yang cukup tinggi bisa menggunakan CDN yang berbayar. Berikut beberapa CDN berbayar yang bisa jadi pilihan; MaxCDN, RackSpace & CDN77, dan jsDeliver.

c. Tema (themes) WordPress

Pemilihan tema juga penting untuk mendukung seluruh startegi SEO yang kamu terapkan nantinya. Tak semua tema WordPress itu SEO-friendly. Adapun yang dimaksud tema WordPress yang SEO-friendly adalah tema yang loading-nya cepat, responsif, mobile friendly, yang mendukung schema markup dan lain sebagainya. Berikut beberapa opsi tema WordPress yang SEO-friendly yang bisa kamu pilih; Divi Theme, Genesis Theme, Astra Theme, dan GrowthPress Theme.

II. Praktik dasar SEO di WordPress

a. Periksa site visibility

Setelah kamu memilih hosting dan meng-install WordPress, hal lain yang perlu kamu lakukan adalah memeriksa apakah website-mu bisa terbaca atau di-index mesin pencari atau tidak. Di WordPress tersedia opsi untuk menyembunyikan website kamu dari mesin pencari. Terkadang opsi ini aktif dengan sendirinya.

Untuk itu penting bagi kamu memastikan hal tersebut. Bila tercentang aktif, maka tugasmu untuk menghapus centang tersebut.

Caranya:

  • Masuk ke area admin WordPress/ wp-admin website-mu
  • Klik ‘Setting’
  • Klik ‘Reading’
  • Perhatikan kolom ‘Search Engine Visibility’, bila kotak disampingnya tercentang aktif, maka hapus centang tersebut
  • Klik ‘Save Changes’

b. Gunakan URL structure yang SEO friendly

URL structure yang SEO friendly adalah yang mudah dimengerti atau dibaca oleh pengunjung maupun mesin pencari. Contoh URL structure yang SEO friendly:

https://www.dailyseo.id/cara-menginstall-wordpress/
https://www.dailyseo.id/cara-mengoptimasi-seo-wordpress/

Berikut cara memeriksa dan memperbaharui URL structure seluruh konten di website kamu agar lebih SEO friendly:

  • Pada halaman admin WordPress, kunjungi ‘Settings’
  • Klik ‘Permalinks’
  • Pilih opsi ‘Post Name’
  • Klik ‘Save Changes’

c. WWW vs. non-WWW

Sebenarnya memilih pakai WWW atau tanpa WWW di struktur URL website kamu tidak ada bedanya dari sudut pandang SEO. Akan tetapi, mesin pencari seperti Google memang melihat keduanya itu sebagai 2 situs berbeda. Jadi, bila dari awal memilih pakai WWW di URL website kamu, maka jangan sesekali diubah jadi tanpa WWW. Bisa-bisa kamu dikira melakukan duplikasi konten oleh mesin pencari.

III. Pemilihan plugin

Usai memilih hosting, meng-install WordPress sampai memilih tema yang SEO-Friendly, lalu apa? Sekarang saatnya meng-install beberapa plugin penting sebagai berikut:

a. SEO plugin

Ada bermacam-macam SEO plugin di WordPress. Beberapa yang populer seperti Yoast SEO, Rank Math, dan All in One SEO (AIOSEO). Kamu bebas memilih plugin mana yang mau dipakai. Pembahasan lebih rinci terkait plugin ini akan kami bahas di artikel-artikel selanjutnya.

b. Cache Plugin

Cache berguna dalam membantu mempercepat loading website, terutama di tampilan mobile. Website yang loading-nya cepat tentu sangat disukai user atau pengunjung. Untuk itu, plugin ini juga diperlukan. Berikut rekomendasi cache plugin yang bisa kamu pilih

  • WPRocket
  • W3 Total Cache
  • Cache Enabler
  • WP Fastest Cache
  • WP Super Cache

c. Smush Image Compression & Optimization

Menurut Google, mengutip dari Ahrefs.com, 53% pengunjung bakal meninggalkan halaman suatu website yang ketika dibuka dari HP/smartphone butuh loading hingga lebih dari 3 detik lamanya. Nah, salah satu faktor penentu cepat lambatnya loading suatu website adalah ukuran gambar yang dimuat dalam halaman website tersebut.

Untuk itu, ukuran gambar-gambar yang ada perlu dikompresi agar bisa mempercepat loading website. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Install plugin Smush Image Compression & Optimization.
  • Klik menu Smush
  • Klik tombol ‘Bulk Smush Now’
  • Aktifkan ‘Image Resizing’
  • Setting ‘Max Width’ agar sesuai dengan tema WordPress yang kamu pakai

d. XML Sitemaps

XML Sitemaps atau sitemap.xml merupakan file berformat khusus yang berisi seluruh halaman atau pages yang ada di website kamu. File ini penting untuk membantu Googlebot menemukan seluruh konten yang ada di website kita, apalagi kalau disusun secara rapi dan terstruktur.

Jika kamu sebelumnya memilih AIOSEO, maka plugin ini secara otomatis sudah membuat sitemap.xml sendiri untuk kamu. Bila kamu memilih Yoast SEO, maka ada beberapa upaya tambahan yang harus kamu lakukan. Pembahasan lebih lanjut terkait sitemap.xml bisa baca di sini.

e. Google Search Console

Google Search Console (GSC) merupakan tool gratis dari Google yang membantu pemilik website dalam memonitor performa organik website di SERP. Untuk itu, kamu perlu mendaftarkan website-mu beserta sitemap ke tool tersebut. Bagi kamu yang memilih plugin Yoast SEO, kamu bisa mendaftarkan website-mu dan memverifikasi langsung lewat Webmaster Tool.

Caranya:

  • Buat property Webmaster Tools terlebih dahulu melalui link ini https://www.google.com/webmasters/tools/ 
  • Masukkan alamat website-mu di kolom ‘Add Property’ atau ‘Tambahkan Properti’
  • Klik ‘Add’ atau ‘Tambah’
  • Pilih opsi ‘metode alternatif’
  • Pilih ‘HTML tag’ atau ‘Tag HTML’
  • Copy kode yang tersedia
  • Login ke WordPress atau kembali ke laman admin WordPress
  • Lalu buka plugin Yoast SEO yang sudah di-install
  • Pilih tab ‘Webmaster Tools’
  • Lalu masukkan kode tadi ke kolom ‘Google Search Console’
  • Klik ‘Save Changes’
  • Kembali ke laman GSC Webmaster Tools tadi
  • Klik verifikasi
  • Tunggu beberapa saat, akan muncul notifikasi verifikasi

IV. On-page & SEO Konten di WordPress

a. Categories dan tags

Categories dan tags berguna untuk membantu mesin pencari dan pengunjung memahami struktur serta konten website kamu. Categories di website itu ibarat daftar isi dari website. Categories ini topik-topik umum yang bergambarkan niche sebuah website. Jadi kamu bisa menambahkan sub-categories di dalamnya.

Rata-rata sebuah website memiliki 5-7 categories yang menjadi menu utama. Misal website traveller biasanya membuat kategori atau menu nama-nama benua dan submenu-nya nama negara-negara yang ia pernah kunjungi di benua tersebut.

Sedangkan tags seperti kata kunci spesifik yang menggambarkan isi dari konten di website tersebut. Misal untuk website tentang resep makanan, dalam artikelnya yang membahas resep ayam goreng telur, maka tag-nya bisa dibuat ‘ayam’. Tag ini juga bisa menjadi sub-menu di sidebar sebuah website.

Setelah menentukan categories dan tags website-mu jangan lupa mengatur permalink keduanya.

b. Meta data

Meta data umunya terdiri dari meta title dan meta descriptions. Kegunaan meta data terhadap SEO adalah untuk membantu meningkatkan traffic atau jumlah klik ke website. Sebab, data inilah yang ditempilan mesin pencari kepada pembaca di SERP.

Bila kamu sudah memiliki plugin Yoast SEO, maka kamu bisa mengatur meta data secara langsung setiap kali kamu membuat konten baru. Tinggal scroll saja ke bawah halaman post editing kamu, akan muncul setting Yoast SEO di sana. Aturan dasar dalam menentukan meta data ya yang sesuai dengan isi konten yang kamu buat.

Ada aturan dasar yang bisa kamu patuhi dalam menentukan meta data di setiap konten kamu:

  • Buat semenarik mungkin agar pembaca tertarik meng-klik konten atau artikel tersebut (tapi ingat jangan sampai sekadar click bait ya)
  • Buat sesingkat mungkin. Upayakan untuk meta title tidak lebih dari 50-60 karakter dan meta deskripsi tidak jauh dari 155-160 karakter. Sebab, lebih dari itu judul dan meta deskripsi konten yang kamu buat bakal terpotong di SERP.

c. Internal link

Internal link merupakan tautan yang disisipkan dari satu halaman ke halaman lain yang masih satu website. Misal, salah satu konten kamu membahas tentang perbandingan plugin Yoast SEO vs Rank Math. Sebelumnya, kamu sudah pernah menulis artikel tentang Yoast SEO saja atau Rank Math saja. Maka di salah satu text Yoast SEO dan Rank math dalam artikel terbarumu bisa kamu sisipkan link yang mengarahkan pembaca ke laman yang membahas kata kunci tersebut.

Namun, menyisipkan internal link juga jangan asal-asalan ya. Buatlah internal link yang serelevan mungkin dan dalam jumlah yang wajar.

Adapun manfaat dari internal link dari segi SEO itu adalah membuat struktur website lebih rapi sehingga memudahkan mesin mencari memahami dan bisa mengindeks halaman-halaman lain yang belum terindeks.

d. Image alt tags

Salah satu kelebihan WordPress yang bisa dirasakan secara langsung adalah kamu tidak perlu memahami HTML dan Javascript untuk mengedit Image alt tags. Kamu juga tak perlu lagi meng-install plugin tambahan. Sebab sudah tersedia di bagian setting halaman post itu sendiri.

Adapun manfaat dari memasukkan image alt tags pada setiap gambar yang kamu masukkan dalam konten kamu adalah menghadirkan user experience yang lebih baik dan membuka pintu traffic dari bagian pencarian gambar.

Lalu, seperti apa image alt tags yang baik secara SEO?

Image alt tags yang baik adalah yang mendeskripsikan gambar dengan lengkap dan jelas. Kamu bisa saja memasukkan fokus keyword atau artikelmu ke dalam image alt tags tersebut, tapi pastikan tetap relevan.

e. Header Tags

Header tags biasa digunakan untuk membagi konten atau artikel menjadi bagian-bagian yang mudah dibaca. Fungsi dan penampakannya seperti bab dan subbab dalam tulisan makalah atau skripsi. Dalam praktek SEO, header tags penting agar tulisan mudah dimengerti oleh pembaca, sehingga pembaca betah membaca sampai habis artikel atau konten yang kamu buat.

Header tags biasa terdiri dari H1-H6. Masing-masing punya peran tersendiri. Untuk penggunaan yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

  • Dalam 1 konten hanya boleh ada 1 H1
  • Silakan gunakan H2-H3 sebanyak yang kamu mau tapi sesuaikan dengan konteks tulisan/konten tersebut
  • Sisipkan keyword dalam header tags
  • Buat secara berututan, H1 untuk judul misalnya, H2 untuk subjudul, H3-H6 untuk poin-poin di dalam subjudul dan lain sebagainya.

V. Proteksi di SEO WordPress

a. Rel= ‘canonical’ tag

Siapa sih yang suka konten atau artikelnya dicuri orang lain? Nah, untuk mencegah hal tersebut kamu perlu mengaktifkan rel=’canonical’ tag di setiap halaman website kamu. Tujuannya untuk memberi tahu mesin pencari bahwa sumber konten ada di website-mu tersebut. Selain itu, tag ini penting untuk mencegah masalah duplikat konten.

Bagi yang sudah meng-install plugin Yoast SEO biasa sudah di set secara otomatis. Namun, kamu juga bisa menambahkan secara manual. Caranya cukup buka halaman artikel atau konten atau landing page yang ingin dimasukkan rel=’canocical’ tag-nya. Lalu, scroll ke bawah sampai ketemu bagian plugin Yoast SEO. Pada tab SEO, klik bagian ‘Advanced’. Akan ada kolom ‘canonical URL’ di sana. Nah, di situlah kamu bisa menambahkan tag tersebut.

b. Robots.txt

Robots.txt merupakan sebuah kode atau file yang digunakan untuk memberi instruksi pada robot mesin pencari terkait apa yang boleh diindex dan yang tidak boleh diindex dari website kamu. Adapun laman yang perlu dilarang untuk diindex biasanya adalah wp-admin. Selebihnya terutama untuk konten-konten berkualitas tentu seharusnya diperbolehkan untuk diindex.

c. Spam Comments

Komentar yang masuk ke setiap artikel atau konten di website kamu bisa menjadi indikasi kalau konten kamu tersebut relevan dengan yang dibutuhkan pembaca. Semakin banyak yang memberi komentar semakin banyak pula traffic yang masuk ke website kamu.

Namun, hati-hati dengan spam comments yang biasanya tidak relevan dengan isi konten yang ada di website kamu atau yang menyisipkan bad links. Hal itu bisa mempengaruhi bahkan merusak peringkat website kamu di SERP.

Salah satu cara melindungi website kamu dari spam comments tersebut adalah dengan memasang plugin seperti Akismet.

d. Nofollow external links

Selain menggunakan plugin Akismet, menerapkan nofollow pada eksternal links juga bisa melindungi website-mu dari spam comments. Selain itu, memasang perintah nofollow pada link eksternal juga penting untuk menjaga peringkat website di SERP. Sebab, mengutip wpbeginner.com untuk mendapatkan peringkat yang tinggi di SERP, website-mu harus mendapatkan lebih banyak link juice dari domain-domain lain, ketimbang yang kamu berikan ke domain lain.

Berikut cara membuat perintah nofollow pada link eksternal:

  • Pada laman admin WordPress klik ‘Settings’ atau ‘Pengaturan’
  • Pada sidebar menu ‘Settings’ klik ‘External links’
  • Pada laman ‘External Links Settings’ fokus pada kolom ‘Add No Follow’
  • Centang kolom tersebut
  • Lalu, klik ‘Save Changes’

Kesimpulan

Strategi SEO mempunyai peran yang cukup penting bagi tujuan bisnis bahkan yang ditujukan untuk sebatas blogging. Bila diterapkan secara tepat, tentu akan membawa banyak keuntungan baik itu kepada pelaku bisnis, praktisi SEO, maupun blogger.

Oleh karena salah satu CMS populer yang masih banyak dipakai itu adalah WordPress, maka mempelajari strategi SEO di WordPress tak bisa diabaikan begitu saja. Bila kamu hanya sibuk mengisi konten saja tanpa menerapkan strategi SEO, ya jangan heran kalau sampai setahun lamanya pun, trafic-mu tak sesuai ekspektasi. Atau bahkan bisa lebih buruk lagi, sama sekali tidak muncul di SERP.

Artikel ini sudah menjabarkan beberapa praktik SEO di WordPress. Masih banyak praktik-praktik SEO lain yang bisa diterapkan. Nah, sisanya akan dibahas secara terpisah di artikel-artikel DailySEO ID lainnya. Untuk itu, jangan lupa mampir lagi ke sini ya. Selamat mengoptimasi!

Author

Write A Comment