Pernah mengunjungi website yang lambat? Cukup menyebalkan bukan?

Hal itu juga akan dirasakan oleh sebagian besar user website Anda apabila speed aksesnya lambat.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka hadirlah Google PageSpeed Insight.

PageSpeed Insight merupakan tool gratis dari Google yang membantu para webmaster dan praktisi SEO untuk mengoptimasi speed website mereka.

Nah, untuk teman-teman yang ingin tahu lebih lanjut mengenai cara menggunakan Pagespeed Insight, silakan baca tulisan ini hingga akhir.

Tentang PageSpeed Insight

PageSpeed ​​Insight (PSI) adalah sebuah web tool yang memberikan laporan performa secara real-time (waktu nyata) dari halaman web di perangkat mobile dan desktop.

Selain itu, PSI juga memberikan sejumlah rekomendasi tentang cara meningkatkan performa halaman web tersebut.

Cara Menggunakan Google PageSpeed Insight

Buka Halaman Google PageSpeed Insight

Pertama-tama, silakan Anda buka halaman PSI di https://pagespeed.web.dev/.

Tampilannya nanti akan seperti ini (screenshot diambil pada bulan Juni 2023):

pagespeed insight
Tampilan PageSpeed Insight

Masukan Alamat Website

Masukkan URL atau alamat website yang ingin dicek. Di bawah ini merupakan contoh alamat website DailySEO ID.

masukkan url di pagespeed insight

Ketikkan URL di kolom yang tersedia

Setelah itu langsung klik tombol Analysis berwarna biru di kanan, kemudian tunggu sampai proses analisisnya selesai.

Lihat Hasil Analisis

Setelah proses analisis selesai, Anda bisa melihat hal apa saja dari performa website Anda yang skornya bagus, kurang bagus, atau bahkan buruk.

hasil cek pagespeed insight
Tampilan hasil dari proses analisis PageSpeed Insight

Cara Membaca Hasil Analisis Google PageSpeed Insight

Field Data (Data Lapangan)

field data
Bagian Field Data

Field data adalah data dari hasil jumlah user dan pengalaman user yang mengunjungi halaman tersebut.

Baca Juga:   6 Tips dari Google untuk Optimasi Website E-commerce

Google juga menyebutnya sebagai Real User Monitoring (RUM).

Karena field data didasarkan pada kunjungan user, maka laporan tersebut merepresentasikan perangkat yang user gunakan, kondisi jaringan, dan lokasi geografis mereka.

Lab Data (Data Lab)

Lab Data
Bagian Lab Data

Lab data adalah data dari hasil performa halaman web di controlled environment (lingkungan yang terkontrol) dari kondisi jaringan perangkat mobile dan dekstop.

Kondisi ini dikenal sebagai lingkungan lab, terkadang juga disebut sebagai synthetic environment (lingkungan sintetik).

Chrome tools yang memberikan laporan lab data biasanya menggunakan Lighthouse.

Metric yang ada tampil di lab data antara lain:

lab data metric di pagespeed insight
Metrics di PageSpeed Insight
  • First Contentful Paint: Mengukur waktu dari saat halaman mulai dimuat sampai konten (teks dan gambar) halaman muncul di layar.
  • Largest Contentful Paint: Menunjukkan seberapa cepat konten utama (gambar besar atau kumpulan teks) halaman web dimuat.
  • Total Blocking Time: Mengukur total waktu antara First Contentful Paint (FCP) dan Time to Interactive (TTI).
  • Cumulative Layout Shift: Mengukur setiap pergeseran layout (tata letak gambar dan teks) yang tak terduga selama halaman dibuka oleh user.
  • Speed Index: Mengukur seberapa cepat halaman web selesai dimuat secara visual above-the-fold (tampilan web sebelum user scroll ke bawah halaman).

Opportunities

Opportunity (peluang) menunjukkan sejumlah elemen yang direkomendasikan untuk diperbaiki beserta tips mengoptimasinya agar kecepatan website meningkat.

Bisa dikatakan bagian Opportunity ini sifatnya red flag.

opportunity pagespeed insight
Bagian Opportunities

Diagnostic

Diagnostics (diagnosis) berisi detail performa website yang belum disebutkan pada hasil analisis sebelumnya.

Bisa dikatakan bilah diagnostic ini sifatnya yellow flag.

diagnostic pagespeed insight
Bilah Diagnostic

Passed Audits

passed audits pagespeed insight

Passed Audits (lolos audit) merupakan laporan yang berisi elemen-elemen web yang berhasil Anda optimasi.

Cara Mendapatkan Skor Tinggi di Google PageSpeed Insight

Ada beberapa langkah yang bisa teman-teman lakukan untuk meningkatkan skor PageSpeed Insight.

Baca Juga:   Konten Resep Masakan: Schema Markup Resep Kini Mengharuskan Waktu yang Spesifik

Optimasi Web Versi Mobile

Cara meningkatkan skor PageSpeed Insight pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengoptimasi website dalam versi mobile (perangkat seluler).

Buatlah website Anda responsif, yaitu tampilan website disesuaikan dengan ukuran layar user, baik itu versi desktop dan mobile harus sama baiknya.

Jika teman-teman menggunakan CMS WordPress, maka Anda bisa menggunakan tema yang telah menyediakan fitur responsive design (desain responsif), kebanyakan pengembang tema sudah menyediakan fitur ini.

Lalu tidak lupa juga untuk mengoptimasi hal-hal lainnya seperti:

  • Gunakan server yang berkualitas
  • Gunakan ukuran dan ekstensi gambar yang tepat
  • Hindari elemen pihak ketiga (Font, CSS, JavaScript) jika tidak terlalu penting
  • Jangan menggunakan flash
  • Hindari menggunakan Pop Up
  • Minimalkan penggunaan plugin yang memberatkan website

Optimasi Gambar

Hal yang sering dilupakan oleh para webmaster dan praktisi SEO adalah melakukan dekompresi ukuran gambar yang terlalu besar dan pemilihan ekstensinya.

Untuk ekstensi gambar, Google menyarankan kita untuk menggunakan ekstensi JPEG, PNG, WebP, dan SVG.

Sedangkan untuk dekompresi ukuran gambar, Anda bisa menggunakan TinyJPG, TinyPNG, atau bisa menggunakan plugin Smush di CMS WordPress.

Minify kode HTML, CSS, JavaScript

Minify merupakan sebuah proses meminimalkan kode HTML, CSS, dan JavaScript yang berulang atau tidak penting.

Proses ini bekerja tanpa mengurangi kualitas dan fungsi website yang ditampilkan di web browser.

Melalui tindakan minify ini, diharapkan browser akan lebih cepat dalam me-load setiap elemen yang ada di website Anda.

Untuk melakukan minify, Anda bisa menggunakan plugin WP Super Minify di WordPress, atau bisa menggunakan layanan Minifier untuk website yang dibuat di luar WordPress.

Menggunakan Browser Caching

Web Caching adalah aktivitas menyimpan data website untuk dapat digunakan secara berulang yang disediakan oleh web server.

Baca Juga:   Seberapa Penting SSL Untuk SEO? Kenali Istilah, Jenis dan Kegunaannya

Data-data website akan di-cache atau disimpan saat pertama kali user mengunjungi halaman web.

Ketika nanti user mengunjungi halaman yang sama, maka cache akan menampilkan salinannya, tentu hal ini akan meringankan beban server serta membuat speed website menjadi lebih cepat.

Di WordPress, teman-teman bisa menggunakan plugin caching seperti: WP Super Cache, WP Fastest Cache, WP Rocket, hingga W3 Total Cache.

Untuk website yang tidak menggunakan WordPress, Anda bisa menggunakan layanan dari Varnish Cache, Cloudflare CDN, hingga Google Cloud.

Itulah artikel seputar Google PageSpeed Insight dan cara optimasinya ini, jika Anda memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini. Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar mulai dari Rp. 50 ribu saja di webinar DailySEO ID!

Sumber:

https://developers.google.com/speed/docs/insights/v5/about?hl=en

https://web.dev/lab-and-field-data-differences/

https://web.dev/whats-new-pagespeed-insights/

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist. Let's connect!

Write A Comment