Dalam optimasi konten SEO, hal yang perlu dioptimasi tidak hanya tentang relevansi konten dengan target keyword dan search intent semata, melainkan juga gambar di dalam artikelnya. Tanpa gambar di dalam artikel, bisa jadi artikel teman-teman terasa sangat membosankan bagi para pembaca.

Di sisi lain, ada hal-hal yang perlu dioptimasi ketika Anda menambahkan gambar, seperti format gambar, ukuran, alt text, copyright, hingga menambahkan image sitemap. Tujuan akhirnya, adalah agar gambar-gambar tersebut juga bisa diindeks oleh Google dan membantu Anda menarik traffic ke website melalui Google Images.

Faktanya, menurut data dari Jumpshot pada tahun 2018 melalui Search Engine Journal, lebih dari 20% semua pencarian website di Amerika Serikat melalui Google Images.

Lalu, bagaimana cara mengoptimasi gambar dengan baik? Perhatikan tipsnya di bawah ini!

1. Perhatikan format gambar, pilih JPG atau WebP

Saat hendak memasukkan gambar ke dalam konten, sebaiknya teman-teman perlu memahami berbagai macam format gambar yang ada. Dari sekian banyak format, umumnya ada beberapa format gambar yang biasanya dipakai untuk website, yaitu PNG, JPG/JPEG, dan yang terbaru, adalah format WebP.

Umumnya, PNG menjadi salah satu format yang dapat diandalkan karena mempunyai kualitas gambar yang bagus. Akan tetapi, format yang satu ini berpotensi memperlambat website Anda karena size-nya terbilang besar.

Lain halnya dengan JPG/JPEG. Format JPG adalah format paling populer saat ini di Internet, karena size-nya yang tidak terlalu besar dengan kualitas gambar yang masih cukup oke. Kualitas & size-nya dapat disesuaikan lewat tools foto, akan tetapi kualitas gambarnya akan berkurang semakin kecil file size-nya.

Baca Juga:   9 Tips Menulis Judul Artikel yang Menarik untuk Diklik User

Selain JPG, WebP sekarang menjadi semakin populer, karena diklaim punya ukuran lebih kecil hingga 25% dibandingkan gambar ber-format JPG dengan kualitas yang sama. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa format WebP hanya didukung penuh oleh Chrome & Firefox. Hanya pengguna Safari di macOS versi Big Sur dan lebih baru yang bisa membuka WebP.

Dari ketiga format di atas, Anda harus memilihnya dengan bijak sebelum memasukkan gambar ke dalam website. Sebab, hal tersebut akan mempengaruhi kecepatan website teman-teman nantinya.

Baca Juga: Pekerjaan yang Membosankan vs Silaunya Hasil dari SEO (The Grind vs The Flash of SEO)

2. Kompres gambar agar ukuran file-nya mengecil

Sebelum menambahkan gambar ke dalam website teman-teman, alangkah baiknya gambar tersebut harus dikompres terlebih dahulu ukuran/size file-nya.

Sebab, kalau ukurannya besar, otomatis itu akan membuat loading semakin lambat dan besar kemungkinan nilai bounce rate-nya akan tinggi karena ditinggalkan oleh user. Alhasil, ini bisa menurunkan nilai Page Experience dari website-mu.

Oleh karena itu, jangan malas untuk mengompres gambar terlebih dahulu. Anda bisa memanfaatkan beragam plugin WordPress yang bisa mengecilkan size gambar seperti WP Smush atau TinYPNG.

Selain itu, Anda juga bisa mengompres gambar terlebih dahulu lewat situs compress image seperti picresize.com, ilovepng.com, compressnow.com, dan masih banyak lagi.

3. Tambahkan alt text ke dalam gambar

Teman-teman mungkin bertanya-tanya, “dari mana suatu image dalam artikel bisa mendatangkan sebuah traffic?”

Jawabannya adalah dengan memasukkan keterangan/penjelasan yang relevan dengan gambar tersebut ke dalam alt text. Seperti yang sudah disebutkan di awal artikel, tidak jarang user juga melakukan pencarian lewat Google Images.

Baca Juga:   Apa itu Artikel SEO? Bagaimana Cara Menulis Artikel yang SEO Friendly?

Ketika gambar Anda mempunyai alt text di dalamnya, maka Google dapat mengerti gambar tersebut, kemudian mengindeks gambarnya sehingga berpotensi masuk ke pencarian Google Images.

Namun, perlu diperhatikan juga, jangan sampai teman-teman melakukan spam keyword di dalam alt text. Jangan hanya masukkan target keyword teman-teman sebagai alt text. Seperti panduan dari Google, berikan keterangan yang menjelaskan gambar tersebut.

Misalnya Anda membuat artikel tentang profil bajak laut topi jerami dari manga/anime One Piece. Jangan masukkan alt text “bajak laut topi jerami” ke setiap gambar yang ada di sana, karena itu terhitung spam keyword (memasukkan keyword yang tidak punya relevansi dengan gambar, secara berulang-ulang).

Masukkan alt text misalnya, “Monkey D. Luffy, kapten bajak laut topi jerami” untuk gambar Luffy. Lalu “Pertarungan Luffy vs Kaido di Wano” untuk gambar pertarungan terbaru Luffy.

Baca Juga: Apakah Alt Text di Image Memengaruhi Ranking Google Search?

4. Jangan mencuri gambar, pilih yang bebas copyright

Teman-teman sudah siap untuk mengoptimasi image di dalam artikel dengan mengetahui file, format, serta alt text image.

Akan tetapi, Anda jangan sampai melupakan satu hal, yaitu copyright dalam suatu gambar.

Jangan sampai teman-teman mencuri gambar secara tidak izin, apalagi yang mempunyai lisensi.

Untuk mencari aman, Anda bisa mencari dari situs-situs penyedia foto gratis, seperti Pixabay, Unsplash, Pexels (DailySEO ID menggunakan gambar dari Pexels lho!), Freepik, dan lain-lain.

Jika teman-teman hendak mencari gambar lewat Google Images, Anda bisa memakai trik seperti ini:

  • Buka Google Images
  • Kemudian, ketikkan keyword apa yang ingin Anda cari untuk gambar
  • Klik kotak Tools yang berada di bawah kolom pencarian, kemudian klik “Creative Commons licenses”
  • Dari situ, teman-teman bisa secara gratis untuk memakai gambar, karena lisensi creative commons mengizinkan kita untuk menggunakan gambar tersebut (dengan mencantumkan kredit).
Baca Juga:   Apakah Alt Text di Image Memengaruhi Ranking Google Search?

5. Tambahkan gambar ke sitemap

Cara ini juga menjadi salah satu cara yang ampuh supaya Google mampu mengindeks gambar Anda. Dengan begitu, Anda bisa meraup traffic yang besar dari Google Images.

Teman-teman bisa menambahkan gambar ke sitemap ataupun membuat sitemap baru untuk menampung gambar.

Apabila Anda memakai WordPress, sebaiknya install plugin seperti Yoast ataupun Rank Math. Kedua plugin tersebut menawarkan sitemap dengan kualitas yang bagus.

Baca Juga: Review 4 Plugin SEO WordPress Gratis yang Pernah Saya Coba: RankMath, Yoast, All in One, Slim SEO

Penutup

Demikian lima cara yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimasi sebuah gambar di dalam artikel supaya dapat diindeks dengan baik oleh Google.

Dalam praktik SEO, teman-teman harus melakukan berbagai macam cara untuk menaikkan traffic, termasuk optimasi image yang satu ini. Jangan hanya berhenti di optimasi konten saja. Cobalah untuk mempraktikkan optimasi image juga. Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat!

Kalau teman-teman hendak berdiskusi soal SEO bersama para praktisi yang lainnya, Anda bisa langsung bergabung ke grup Telegram DailySEO. Gabung di sini, ya!

Di sana, Anda bisa bertanya langsung perihal masalah SEO dan akan dijawab oleh para praktisi di dalamnya.

Source: https://www.searchenginejournal.com/on-page-seo/image-optimization/

Author

Orangnya suka menulis | SEO Content Writer at Zenius| SEO Enthusiast |

4 Comments

  1. “Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa format JPG hanya didukung penuh oleh Chrome & Firefox. Hanya pengguna Safari di macOS versi Big Sur dan lebih baru yang bisa membuka WebP.”

    Seriously though I had a stroke trying to read and comprehend this paragraph. Ini nulisnya pakai spinner?

    • thanks buat feedback-nya om. Nggak, itu ditulis manual pake tangan 😅

      kalo boleh kasih input, bagian mana tepatnya yang bikin bingung? biar bisa direvisi

    • “Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa format JPG” –> harusnya “Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa format WebP “.

      Saya baru sadar harusnya itu WebP, bukan JPG. bagian itu bukan yang membingungkan?

Write A Comment