Sebagian besar dari kita mungkin masih berpikiran bahwa semua tugas SEO itu hanya dikerjakan satu orang saja. Memang, tak bisa dimungkiri saat ini, khususnya di Indonesia, hampir sebagian besar SEO masih dipegang oleh satu orang saja, yaitu SEO Specialist.

Nyatanya, ada beberapa cakupan SEO yang bisa dipegang oleh masing-masing orang. Misalnya, bagian on-page SEO dipegang oleh satu orang saja, technical satu orang saja, dan seterusnya. 

Namun, hal ini tentu saja kembali lagi pada tujuan dan maksud sebuah perusahaan dalam membangun tim SEO. 

Bisa jadi, sebuah perusahaan hanya membutuhkan sebuah tim kecil SEO saja untuk membantu meningkatkan visibilitas brand. Mungkin saja, ada suatu agency yang benar-benar fokus pada SEO sehingga membutuhkan tim SEO yang lebih kompleks dan besar lagi sehingga dibagi menjadi beberapa bagian untuk menangani SEO.

Terlepas dari semua itu, ada beberapa hal yang perlu teman-teman ketahui dalam membangun tim SEO, mulai dari apa saja role yang harus ada dalam membangun tim SEO hingga tips dalam membangun tim yang ideal dan efektif.

6 Peran Umum dalam Tim SEO

Sebenarnya, selain SEO Specialist, tuh, ada apa lagi? Mungkin, sebagian besar dari teman-teman sudah familiar dengan SEO Manager atau SEO Lead.

Akan tetapi, ada peran lain yang sebenarnya umum digunakan untuk sebuah tim SEO yang perlu Anda ketahui:

1. SEO Lead

Teman-teman mungkin sering kali merasa kesulitan untuk menjelaskan maksud, strategi ataupun tujuan SEO yang sedang dijalankan kepada owner perusahaan, CMO ataupun petinggi lainnya.

Pada hakikatnya, tugas berkomunikasi dengan petinggi dipegang oleh seorang SEO Lead, di mana ia bertanggung jawab menjadi jembatan antara tim SEO (secara keseluruhan) dengan departemen lain, termasuk para petinggi perusahaan.

Ia bertugas untuk menjelaskan secara rinci maksud di balik strategi SEO yang dijalankan serta bagaimana goals-nya nanti untuk bisnis.

Bagi sebuah perusahaan, membayar seorang SEO Lead mungkin harus merogoh saku yang lebih dalam lagi, tetapi ia mempunyai peranan penting untuk membuat organic traffic atau bahkan leads bisnis Anda naik.

Secara garis besar, berikut tanggung jawab seorang SEO Lead:

  • Berkomunikasi dengan departemen lain dan decision makers pada sebuah perusahaan
  • Develop dan implementasi strategi SEO yang selaras dengan tujuan bisnis
  • Identifikasi tren SEO terbaru dan mengidentifikasi peluang baru yang berpotensi meningkatkan bisnis
  • Mengkoordinasi tim SEO secara keseluruhan
  • Memantau kinerja SEO sebuah bisnis
  • Memberikan bimbingan dan materi kepada tim SEO ataupun departemen lain

2. Technical SEO

Role yang satu ini hanya fokus pada satu bagian SEO saja, yaitu technical. Bisa dibilang, role ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa website dapat ditemukan dengan baik oleh search engine serta memiliki loading yang cepat saat user mengakses website.

Setiap hari, seorang Technical SEO akan terus memantau isu-isu technical seperti 404 halaman website, broken links, duplicate content atau masalah lain yang berpotensi menghambat visibilitas website di search engine.

Oleh karena itu, seorang yang berada di posisi ini setidaknya harus menguasai basic IT seperti HTML, JavaScript dan bahasa pemrograman lainnya.

Posisi Technical SEO sangat penting bagi sebuah perusahaan. Menurut Nick Eubanks, Vice President of Owned Media di SEMrush, jika anggaran perusahaan terbatas, ada baiknya mulai merekrut seorang ahli technical SEO dari awal sebelum website baru diluncurkan.

Menurutnya, hal itu akan lebih penting karena selama migrasi SEO bisa jadi ada masalah yang muncul.

Dengan begitu, maka hal tersebut lebih menghemat waktu dan meminimalisir terjadinya masalah pada website ke depannya.

3. SEO Analyst

Posisi ini berfokus untuk menjadi tumpuan tim SEO dalam melakukan riset data.

Secara garis besar, seorang SEO Analyst bertanggung jawab untuk memahami bagaimana user journey seseorang dalam menemukan produk, layanan atau informasi serta mengidentifikasi keyword yang paling relevan dengan menganalisis search volume, tingkat persaingan hingga search intent.

Selain itu, SEO Analyst juga bertugas untuk melakukan analisis metrik SEO seperti Click-Through Rate (CTR), conversion, bounce rate hingga organic traffic

Baca Juga:  Menggunakan ChatGPT untuk Bantu Aktivitas SEO, Aman atau Tidak?

Setelah mendapatkan data yang akurat, ia juga harus membuat SEO report serta menyajikan insight seperti action apa yang harus lakukan kedepannya.

Setelah itu, hal tersebut dipresentasikan kepada petinggi untuk membantu mereka mengambil keputusan.

Tidak hanya itu saja, posisi ini juga biasanya bekerja sama dengan writer, web developer dan tim marketing guna menerapkan strategi on-page yang tepat dan menyelaraskan praktik atau strategi SEO dengan tujuan bisnis.

4. On-Page SEO Specialist

SEO tidak hanya sekadar optimasi website dari segi tekniknya, melainkan harus didukung juga dengan optimasi dari dalamnya, yaitu konten website.

Dalam dunia SEO, konten mempunyai peran penting untuk bisa membuat user mengakui visibilitas website kita di search engine lewat artikel-artikel yang bermanfaat.

Dalam mengurus konten, salah satu posisi yang dibutuhkan yaitu On-Page SEO Specialist.

Secara garis besar, posisi ini bertugas untuk membuat konten dengan bahasa yang mudah dicerna oleh search engine serta memberikan insight yang bermanfaat bagi user.

Jadi, On-Page SEO Specialist bertanggung jawab untuk melakukan optimasi konten, mulai dari meta tag, internal link, heading structure, hingga riset keyword.

Bahkan, tak jarang juga On-Page SEO Specialist membuat content brief bagi writer supaya konten yang dimaksud sesuai dengan tujuan SEO yang sedang dijalankan.

Posisi ini biasanya berkomunikasi langsung dengan writer ataupun Technical SEO untuk memberikan kenyamanan website yang lebih baik bagi user.

5. Content Marketer

Sebenarnya, Content Marketer bukanlah bagian dari tim SEO. Akan tetapi, seorang Content Marketer akan terus bekerja sama dengan tim SEO dalam pembuatan konten supaya sesuai dengan kebutuhan audiens. 

Tidak hanya itu, Content Marketer juga harus memutar kepala untuk membuat konten yang unik supaya mendapatkan perhatian dari user.

Posisi ini bertugas untuk melakukan riset audiens serta membuat konten yang akan didistribusikan ke berbagai channel, mulai dari postingan blog, email marketing, sosial media hingga YouTube.

6. Outreach Specialist

Sebuah strategi SEO tentu saja sia-sia jika tidak dibarengi dengan membangun authority website.

Untuk ranah ini, ada satu posisi yang bergelut untuk membangun backlink dari website lain sehingga meningkatkan kepercayaan website bisnis Anda di mata search engine dan user.

Outreach Specialist memegang kendali itu. Selain membangun kepercayaan website melalui online, posisi ini juga bertanggung jawab untuk membangun brand awareness.

Misalnya, bekerja sama dengan influencer untuk menghasilkan artikel dan mengarahkan link ke website atau media sosial.

Posisi ini juga bisa dibilang sebagai Off-Page SEO Specialist.

Langkah-langkah dalam Membangun Tim SEO yang Ideal

Pada hakikatnya, susunan tim SEO yang ideal itu bergantung pada kebutuhan perusahaan. 

Beberapa perusahaan mungkin hanya butuh satu orang SEO Specialist saja untuk bantu meningkatkan visibilitas website, beberapa juga bisa jadi membutuhkan satu tim besar untuk SEO yang terbagi dengan beberapa orang.

Sebelumnya, teman-teman sudah memahami beberapa peran umum yang biasanya ada dalam tim SEO.

Berikut ada beberapa langkah yang perlu Anda ketahui dalam membangunnya.

1. Tentukan tujuan terlebih dahulu

Apa tujuan teman-teman dalam membangun tim SEO? Ingin menaikkan traffic? Leads? Atau hanya sekadar ingin mendapatkan ranking 1 saja di search engine?

Ketika Anda sudah tahu tujuannya, maka hal tersebut akan mempermudah teman-teman untuk menentukan seberapa banyak orang SEO yang harus di-hire.

Sebagai contoh, teman-teman punya bisnis dan mempunyai target untuk bisa menaikkan 20% organic traffic, tetapi pada dasarnya kontennya belum banyak di website.

Jika kasusnya seperti itu, Anda bisa mulai memikirkan untuk mencari seseorang On-Page SEO Specialist ataupun Content Writer.

Sebaliknya, apabila teman-teman sudah mempunyai banyak konten di website, tetapi traffic tak juga kunjung naik, mungkin sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk mencari seorang yang ahli dalam technical SEO.

Jadi, intinya Anda perlu memikirkan dengan matang apa tujuan sebenarnya di balik strategi SEO teman-teman. Jika sudah tahu, Anda akan memahami seberapa banyak dan role apa saja yang Anda butuhkan dalam sebuah tim SEO.

2. Identifikasi struktur tim SEO yang tepat

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak ada struktur tim yang ideal atau tepat dalam suatu perusahaan ataupun agency. Masing-masing tim mempunyai porsinya sendiri sesuai dengan kebutuhan pemilik perusahaan.

Seberapa banyak atau sedikit tim SEO tergantung dengan seberapa besar cakupan suatu perusahaan dan berapa banyak anggaran yang ingin dihabiskan untuk investasi SEO.

Baca Juga:  John Mueller: Jangan "Berlebihan" dalam Memakai Google Trend dan People Also Ask

Sebagai gambaran, apabila teman-teman mempunyai sebuah agency yang baru saja merintis. Mungkin, Anda hanya cukup satu orang SEO Lead dengan beberapa Content Writer di dalamnya. 

Beda cerita jika Anda mengurus situs web besar seperti e-commerce. Jika kasusnya seperti itu, teman-teman memerlukan tim SEO yang solid dengan cakupan yang lebih besar lagi seperti SEO Manager, beberapa SEO Specialist, SEO Editor dan lain-lain.

Intinya, Anda harus pintar dalam mengelola budget dan tujuan SEO Anda ke depannya dalam membentuk tim.

Selain itu, membentuk tim SEO harus dilakukan dengan teliti karena nantinya akan berkaitan langsung dengan departemen lain.

3. Merekrut orang

Jika teman-teman sudah tahu porsi tim SEO yang akan dicari, kini saatnya mencari talenta-talenta terbaik untuk mengisi posisi SEO di tim Anda.

Kini, sudah banyak sekali platform jobseeker yang bisa Anda manfaatkan untuk merekrut orang, mulai dari LinkedIn, Glints, Dealls, hingga Jobstreet. Anda tinggal posting lowongan posisi SEO dan upload di platform pilihan teman-teman.

Tuliskan deskripsi pekerjaan dengan teliti serta requirement yang harus dipenuhi oleh calon pelamar. 

Terlepas dari semua itu, hal paling utama saat merekrut orang adalah pastikan Anda membutuhkan seseorang yang bekerja sebagai full-time atau freelancer.

Dengan begitu, Anda juga bisa menghitung budget untuk nantinya membayar orang yang akan bekerja di tim Anda. 

4. Set up tools project management dan tools SEO

Dalam cakupan yang luas untuk suatu tim, dibutuhkan tools project management supaya workflow dapat berjalan dengan rapi dan detail.

Saat ini, ada banyak sekali pilihan tools yang bisa teman-teman gunakan untuk project management, khususnya untuk pekerjaan SEO seperti Asana, Trello, Monday.com, dan lain-lain.

Gunakan tools sesuai dengan kebutuhan serta budget tim Anda. Beberapa tools mungkin bisa dipakai secara free dan berbayar. 

Selain tools project management, Anda juga perlu mempersiapkan tools SEO seperti SEMrush, Ahrefs, dan lain-lain.

Dua tools di atas akan membantu tim Anda untuk melakukan aktivitas SEO, seperti analisis kompetitor, keyword research hingga mencari analisis backlink.

Selain dua tools di atas, Anda juga perlu mengatur tools gratis dari Google seperti Google Analytics, Google Search Console, Google Trends, dan lain-lain.

5. Mulai bangun komunikasi yang efektif dalam tim

Komunikasi menjadi kunci sebuah tim bisa berjalan dengan efektif untuk mencapai satu tujuan yang sama.

Untuk itu, teman-teman perlu membangun komunikasi yang bagus di dalam tim SEO. Lalu, bagaimana caranya? Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Rapat tim mingguan
  • Komunikasi harian melalui aplikasi chat seperti Slack, Google Chat, dan lain-lain
  • Melakukan brainstorming untuk memikirkan strategi SEO
  • Kolaborasi untuk memecahkan suatu masalah
  • Outing tim (jika diperlukan)

Komunikasi yang transparan akan membantu anggota tim saling percaya satu sama lain sehingga tercipta ruang kerja yang harmonis.

Jika tim merasa nyaman, otomatis hal ini akan membantu Anda untuk mencapai tujuan SEO yang bisa membangun bisnis.

6. Terus asah skill tim SEO teman-teman

Dunia SEO akan selalu dinamis dari waktu ke waktu. Artinya, selalu ada perubahan dalam industri ini yang mengakibatkan para praktisi untuk terus-menerus belajar tentang SEO.

Oleh karena itu, Anda bisa mendorong tim SEO Anda untuk tidak berhenti belajar tentang SEO. 

Saat ini, semua orang bisa belajar SEO melalui artikel yang tersebar di Google, mulai dari website Search Engine Land, Ahrefs, Search Engine Journal (untuk website luar negeri) hingga DailySEO ID (untuk website dalam negeri).

Selain itu, praktisi SEO juga bisa belajar dengan mengikuti bootcamp, webinar atau kelas online untuk memperdalam ilmunya.

Tak lupa juga, Anda bisa mendorong tim untuk saling berbagai artikel terkini tentang SEO supaya bisa saling diskusi.

7. Lakukan evaluasi kinerja tim SEO

Performa anggota dalam tim SEO perlu dimonitor dengan saksama. Lakukan obrolan 1 on 1 meeting, kemudian membicarakan tentang apa saja tantangannya selama masuk di dalam tim dan identifikasi area apa saja yang perlu ditingkatkan dari orang tersebut.

Langkah ini sangat penting dilakukan guna membangkitkan lagi motivasi masing-masing anggota tim.

Tim SEO yang Solid Bantu Kembangkan Bisnis

Selalu teliti dalam membangun sebuah tim, baik itu tim SEO atau tim lainnya. Pasalnya, tim ini yang nantinya akan bekerja sama dengan Anda untuk sama-sama bergotong royong membangun bisnis dengan satu tujuan yang sama.

Mulai kenali calon rekruter dari segi ilmunya, sikapnya, hingga bagaimana cara dia mengatasi suatu masalah.

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment