Sebagai Content Editor ataupun SEO Specialist, teman-teman kadang merasa khawatir ketika sedang merekrut freelance writer dari luar tim. Kekhawatiran tersebut muncul dengan pertanyaan “kira-kira writer itu pakai AI (Artificial Intelligence) nggak ya buat menulis artikel?”

Beruntungnya, permasalahan tersebut sudah bisa diatasi dengan AI detector tools (alat detektor AI) untuk mendeteksi keterlibatan AI dalam sebuah konten.

Adanya tools deteksi AI ini tentu saja memudahkan Anda untuk menyortir dan mengedit artikel sebelum dipublikasikan ke website.

Saya sempat mencari-cari mana tools yang terbaik, tetapi saya menemukan artikel dari Ryan Law, Director of Content Marketing dan beliau memberikan beberapa rekomendasi tools deteksi AI yang bisa menjadi referensi teman-teman.

Daftar Rekomendasi Tools Detektor AI

Berikut adalah sejumlah tool detektor AI yang bisa teman-teman gunakan, kita mulai dari yang pertama:

1. Ahrefs AI Detector

Jika teman-teman ingin mendeteksi model spesifik yang digunakan untuk konten AI, tools ini menjadi jawaban yang tepat.

Bagaimana tidak, Ahrefs AI Detector mampu mendeteksi jenis model spesifik AI mulai dari GPT-4o dan Llama dari Meta.

Tools ini menunjukkan hasil yang memuaskan untuk keseluruhan pengecekan konten AI. 

Ahrefs AI Detector didasarkan pada model proprietary dari Ahrefs sendiri serta dilatih menggunakan konten web dalam jumlah yang besar.

Uniknya lagi, Ahrefs AI Detector juga bisa digunakan bersamaan dengan berbagai data dari Ahrefs sehingga Anda bisa menganalisis performa kinerja konten tersebut.

Selain itu, teman-teman bisa menggunakan Ahrefs AI Detector untuk:

  • Model AI mana yang terbaik untuk membuat konten berkualitas tinggi.
  • Melihat seberapa sering kompetitor mempublikasikan konten AI dan model apa yang mereka gunakan.
  • Melihat seberapa banyak konten AI yang tersebar di SERP.
  • Melihat korelasi antara kinerja metrik organic traffic dengan tingkat penggunaan AI.

Berikut tampilan dashboard untuk tools deteksi AI dari Ahrefs. Sayangnya, tools ini hanya bisa dipakai jika Anda berlangganan Ahrefs

tools detektor AI
Sumber: Ahrefs

Lewat tools ini juga teman-teman bisa melihat konten halaman telah berubah seiring berjalannya waktu, berapa banyak backlink yang didapatkan hingga estimasi organic traffic yang akan diterima.

2. Copyleaks

Copyleaks bisa menjadi alternatif teman-teman untuk mendeteksi AI dalam konten. Ryan mengutarakan bahwa tools ini sangat solid dan efektif dalam mendeteksi AI. 

Baca Juga:  5 Tips Optimasi Gambar di SEO, Lakukan Semua Agar Google & User Happy!

Terlebih, kalau saya lihat sekilas UI dari tools ini juga mudah dipahami oleh para pemula. Teman-teman tinggal membuka situs web Copyleaks, lalu tinggal paste tulisan yang ingin dianalisis.

Tools ini bisa menjadi andalan Anda para Content Editor sebelum melakukan editing. Copyleaks bisa teman-teman gunakan secara gratis.

Tidak cuman itu, Copyleaks juga bisa Anda gunakan lewat extension Chrome ataupun add-on Google Docs. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot membuka website-nya.

Sumber: Screenshot

3. GPTZero

Bisa dibilang, GPTZero menyajikan tampilan yang lebih variatif sehingga Anda bisa mengeksplorasinya lebih dalam lagi. Selain itu, Anda juga bisa meng-upload Google Docs secara langsung tanpa harus copy paste tulisan.

Sama seperti Copyleaks, GPTZero juga bisa Anda pakai untuk add-on Google Docs ataupun extension Chrome. Implementasinya pun cukup mudah, Anda tinggal klik “Scan Selection for AI” untuk mulai mendeteksi AI pada konten.

GPT Zero add on tools AI detektor
Sumber: Screenshot

Tools ini bisa teman-teman pakai secara gratis, tetapi fitur yang dibayarkan cukup terbatas. Anda bisa upgrade ke versi berbayar untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik.

Sumber: Screenshot

4. Originality.ai

Melansir perkataan dari Ryan Law, Director of Content Marketing di Ahrefs, Originality.ai juga memberikan hasil yang memuaskan untuk kita saat mendeteksi AI pada konten.

Dari kebanyakan kasus, hasil yang ditampilkan positif dan akurat menunjukkan bahwa ada beberapa tulisan yang dihasilkan oleh AI.

Akan tetapi, menurut Ryan Law tools ini cenderung kesulitan mendeteksi konten yang dihasilkan oleh AI yang telah diberikan sentuhan manusia.

Alhasil, hasil tersebut sering kali ditangkap oleh tools ini bahwa tulisan tersebut dihasilkan oleh manusia, bukan AI.

Sumber: Screenshot

5. Scribbr

Scribbr juga bisa menjadi alternatif teman-teman dalam mendeteksi AI dalam konten. Akan tetapi, Ryan Law memaparkan bahwa tools ini cukup kesulitan saat mendeteksi konten yang lebih kompleks.

Dalam kondisi tersebut Scribbr cenderung berhati-hati dalam memberikan nilai AI yang berada di konten.

Meski begitu, Scribbr bisa Anda gunakan dengan mudah dan praktis karena tampilannya cenderung simpel, sama seperti tools pendeteksi di atas.

Namun, Scribbr sepertinya belum bisa teman-teman Anda tambahkan sebagai add-on di Google Docs karena saya tidak menemukannya di website resminya.

Sumber: Screenshot

6. ZeroGPT

Hampir sama seperti Scribbr, Ryan Law memberikan pandangan bahwa ZeroGPT tidak begitu konsisten dalam memberikan hasil AI dalam konten.

Baca Juga:  Baiknya Menulis Konten Panjang atau Pendek agar Dikutip AI Overview?

Menurut Ryan, ZeroGPT masih sering salah dalam mengklasifikan teknologi AI parsial dan rendah.

Sering kali hasil yang ditampilkan oleh ZeroGPT tidak seimbang antara tulisan murni manusia dan campuran AI. 

Saya coba mengecek tulisan saya sendiri tanpa ada campuran AI-nya, namun masih ada kebaca AI sekitar 20%-an.

Sumber: Screenshot

7. Grammarly

Sebagian besar teman-teman mungkin sudah pernah mendengar tools ini. Grammarly biasanya dipakai untuk memperbaiki tata bahasa dalam suatu kalimat, terutama bahasa Inggris. Tidak cuman itu, ternyata tools ini juga bisa dipakai untuk mendeteksi AI dalam konten.

Sayangnya, menurut Ryan Law Grammarly sedikit mengalami kesulitan dalam mendeteksi AI secara akurat. 

Sambung Ryan, menurutnya tools ini masih gagal dalam mengenali tanda-tanda AI dalam sebuah tulisan serta masih rancu dalam mendeteksi konten yang ditulis secara hybrid, yaitu campuran AI dan manusia.

Meski begitu, saya coba cek tulisan saya sendiri lewat tools ini dan hasilnya 0% tanpa AI. 

tools deteksi AI Grammarly
Sumber: Screenshot

8. Writer

Writer menjadi tools yang mendapatkan nilai buruk dari Ryan Law. Pasalnya, tools ini menurut Ryan sering kali salah mengidentifikasi konten yang dihasilkan oleh AI.

Tools detektor ini memiliki sinyal yang lemah dalam mendeteksi tulisan AI 100%. Meski begitu, jika teman-teman ingin mencoba tools ini pun tidak ada salahnya.

Saya lagi-lagi mencoba mengetes tools ini dengan 100% tulisan saya dan hasilnya mendapatkan 100% human generated content alias ditulis sendiri oleh tangan manusia.

Sumber: Screenshot

Pilih Tools Detektor AI dengan Bijak

Merebaknya AI memang bisa menjadi dua mata pisau. Kita bisa menggunakannya untuk membuat konten secara instan dan di sisi lain bisa memanfaatkan AI untuk membuat konten lebih bermanfaat lagi untuk user.

Daftar tools di atas berdasarkan penilaian dari Ryan Law, Ahrefs. Beliau memaparkan dalam artikel bahwa telah melakukan analisis dengan mengambil sampel 9 artikel yang terdiri dari:

  • 3 artikel yang sepenuhnya ditulis oleh AI
  • 3 artikel yang sepenuhnya ditulis manusia
  • 3 artikel yang ditulis hybrid, 50% dari AI dan 50% dari manusia

Dari sisi saya hanya mencoba mengetesnya satu per satu menggunakan tulisan saya 100%.

Jadi, teman-teman pun bisa melakukan analisis terlebih dahulu, entah itu dari dari tulisan Anda sendiri atau ada campuran dari AI.

Akhir kata, pilihlah AI detector tools secara bijak dan pastikan sesuai dengan kenyamanan Anda. 

References:

https://ahrefs.com/blog/best-ai-detectors-tested

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

1 Comment

  1. Terima kasih atas artikel yang sangat tepat guna ini. Bahasan tentang delapan tools deteksi AI—dimulai dari Ahrefs AI Detector hingga Writer (Detektor AI)—menjadi referensi yang berharga bagi editor konten dan profesional SEO yang ingin menjaga integritas konten mereka. (Lingkup: https://www.dailyseo.id/on-page/tools-detektor-ai-pada-konten-rekomendasi-dari-ahrefs/)

    Poin-kuat artikel ini antara lain:
    – Adanya rangkaian tools yang berbeda dari sisi kemampuan dan fokus — misalnya deteksi model AI spesifik oleh Ahrefs vs deteksi gaya penulisan oleh lainnya. :contentReference[oaicite:3]{index=3}
    – Penilaian jujur terhadap tool yang “kurang konsisten” seperti ZeroGPT dan Grammarly AI Detector yang sangat membantu pembaca dalam memilih alat yang tepat. :contentReference[oaicite:6]{index=6}
    – Ajakan untuk memilih tools “dengan bijak”, yang mengingatkan bahwa deteksi AI bukan solusi tunggal — tetap diperlukan pengawasan manusia terhadap kualitas konten. :contentReference[oaicite:7]{index=7}

    Beberapa catatan atau saran agar artikel ini bisa semakin kuat:
    1. Akan sangat membantu jika disertakan contoh kasus nyata dari konten yang diuji dengan salah satu tool—misalnya sebelum/ sesudah menggunakan detektor; hasilnya bagaimana trafik, engagement, atau ranking-nya berubah.
    2. Mengingat banyak pengguna berbahasa Indonesia, mungkin bisa ditambahkan catatan spesifik untuk pasar Indonesia (dengan bahasa, idiom lokal, variasi gaya tulis) dan bagaimana detektor menangani hal tersebut.
    3. Karena beberapa tools berbayar dan memiliki keterbatasan versi gratisnya, akan baik jika artikel menyertakan tabel perbandingan singkat: versi gratis vs berbayar, kelebihan utama, dan skenario penggunaan ideal.

    Secara keseluruhan, artikel ini sangat relevan bagi tim editorial, agensi SEO, dan pembuat konten—termasuk saya yang bekerja di lapangan. Terima kasih atas insight-nya, dan saya berharap DailySEO ID akan terus menghadirkan konten mendalam seperti ini.

Write A Comment