Google selalu menggunakan jargon buat konten yang bagus untuk user.

Apakah di era di mana AI search juga digunakan untuk mencari informasi, jargon tersebut masih relevan?

Menurut Nick Fox, senior VP dari divisi informasi dan pengetahuan Google, pada dasarnya cara “menang” di AI search adalah membuat konten yang bagus.

Berikut informasi lengkapnya.

Tips dari Nick Fox

Menurut Nick Fox, konten yang bagus ini adalah konten yang sangat dalam atau dengan kata lain tidak mudah bagi AI untuk melakukan copy paste.

Insight baru (information gain) yang belum ada di internet menjadi kuncinya.

Nick memberi contoh dengan testimoni produk di mana tidak hanya apa yang bagus dari produknya, tetapi juga limitasi/kekurangan dari produknya.

Penekanannya justru terletak pada membuat konten yang bagus dan pendekatannya tidak berbeda dengan SEO tradisional.

Apa Contoh Konten yang “Dalam”?

Beberapa contoh konten yang “dalam”, antara lain:

  1. Studi kasus original
  2. Testimoni pemakaian produk dan jasa
  3. Pengalaman dalam melakukan suatu hal, seperti naik gunung, mengikuti ujian masuk universitas, dsb.
  4. Opini terhadap suatu fenomena
  5. Riset mendalam, misalnya oleh akademisi
  6. Informasi unik yang belum pernah ada di internet sebelumnya

Jika dilihat dari contohnya, maka akademisi, jurnalis, blogger dengan pengalaman unik, serta publisher yang rajin membuat insight/memberikan opini di internet memiliki keunggulan di sini. 

Brand juga bisa membuat konten yang “dalam” seperti riset mandiri atau membuat konten testimoni pelanggan (tentunya dengan izin dari pelanggannya).

Google Tidak Ingin Konten “Pasaran” yang Sudah Ada di Internet

Secara implisit, Nick Fox menyatakan bahwa cara menang di AI search bukanlah membuat konten “pasaran” yang sudah ada di SERP atau AI, bahkan bisa copy paste lewat rangkuman mereka. 

Baca Juga:  6 Tips Menulis Title Tag untuk Meningkatkan CTR

Konten yang dalam bisa menang di AI search karena ada perspektif yang unik, bahkan belum ada di internet sebelumnya.

Meski konten yang “dalam” butuh waktu lebih lama dalam pembuatannya, Google menyatakan bahwa mereka lebih menyukai konten dengan tipe seperti itu.

Jika memiliki pertanyaan terkait, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://searchengineland.com/google-nick-fox-ai-search-deeper-content-478686

https://www.youtube.com/watch?v=IG6zdqR6Xck

Author

Digital marketing & website associate at Primecare Clinic. Has almost 4 years of experience in health industry, optimized digital health and clinic website. Founder/blogger of farisyudza.com

Write A Comment