Pernah mendengar istilah Google Navboost? Atau teman-teman masih asing dengan istilah ini?

Sejak dokumen internal Google menjadi sorotan, Navboost beberapa kali menjadi bahan perbincangan para praktisi SEO.

Alasannya karena ia diyakini berperan dalam user behaviour signal (sinyal perilaku pengguna) yang membantu menentukan ranking di SERP (Search Engine Results Page).

Di artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu Google Navboost, bagaimana cara kerjanya, hingga berbagai metrik yang dikaitkan dengannya.

Silakan dibaca sampai selesai ya!

Apa Itu Google Navboost?

Navboost adalah salah satu ranking signal (sinyal peringkat) Google yang digunakan untuk menyempurnakan hasil pencarian berdasarkan interaksi navigasi user.

Sistem ini bekerja dengan cara mengingat data klik yang terjadi di halaman hasil pencarian selama 13 bulan terakhir untuk memastikan hasil yang ditampilkan adalah yang paling relevan dan akurat bagi user.

Google sendiri tidak mendokumentasikan sinyal yang satu ini secara resmi.

Meskipun demikian, keberadaan Navboost terungkap melalui kesaksian Pandu Nayak dalam sidang antimonopoli Departemen Kehakiman AS (DOJ) tahun 2023 serta kebocoran data API Google pada Mei 2024.

Algoritma dipercaya ini membantu Google memahami apakah sebuah hasil pencarian benar-benar memuaskan kebutuhan user atau tidak.

Pentingkah Navboost di SEO?

Dalam dunia SEO (Search Engine Optimization), Navboost terbilang cukup krusial karena menegaskan bahwa kepuasan user dan relevansi konten terhadap search intent (niat/maksud pencarian) adalah kunci utama untuk performa yang optimal.

Navboost bertindak sebagai indikator apakah sebuah halaman memberikan jawaban yang ditanyakan/dicari oleh user.

Jika konten Anda berhasil membuat pengguna berinteraksi dan merasa puas, sehingga mereka tidak kembali ke SERP untuk mencari hasil lain (bounce), maka Navboost akan memberikan sinyal positif yang dapat meningkatkan ranking situs di masa mendatang.

Sebaliknya, jika sebuah halaman gagal memuaskan user, maka ranking-nya kemungkinan besar akan drop (turun).

Bagaimana Cara Kerja Navboost?

Secara teknis, Navboost bekerja dengan mempelajari interaksi user secara aktif di dalam SERP Google, mulai dari klik, scroll, gerakan mouse (hovers), hingga geseran layar (swipes).

Baca Juga:  Panduan Google PageSpeed Insight untuk Website Cepat

Data-data ini kemudian dikelompokkan ke dalam berbagai “slices” (irisan) berdasarkan faktor seperti lokasi user dan jenis device (mobile atau desktop).

Tugas utama Navboost adalah mempersempit ribuan dokumen yang ditemukan oleh sistem Google.

Ribuan dokumen tersebut akan diperkecil menjadi hanya beberapa ratus saja (yang dianggap paling relevan) untuk diproses lebih lanjut oleh sistem machine learning (pembelajaran mesin) Google.

Hal yang menarik dari Navboost adalah merupakan ranking signal yang baru berpengaruh setelah user melakukan klik dari suatu hasil pencarian.

Potensi Metric yang Dipertimbangkan Navboost

Berikut adalah beberapa metrik yang mungkin dipertimbangkan oleh Navboost untuk menilai kualitas hasil pencarian:

  • absoluteImpressions: Merupakan data dari seberapa sering sebuah hasil pencarian benar-benar muncul di layar device pengguna, yang menjadi bagian dari sistem pelacakan perilaku Google.
  • badClicks: Klik yang dianggap memberikan pengalaman buruk, biasanya terjadi saat pengguna segera kembali ke SERP (bounce back) karena konten dianggap tidak relevan atau berkualitas rendah.
  • clicks: Jumlah total klik yang diterima oleh sebuah link (tautan), meskipun penting, angka ini saja belum cukup untuk menentukan apakah user benar-benar merasa terbantu.
  • goodClicks: Sinyal positif yang menunjukkan bahwa pengguna merasa puas dengan halaman tersebut, biasanya ditandai dengan waktu kunjungan (dwell time) yang cukup lama.
  • impressions: Data frekuensi kemunculan URL dalam hasil pencarian yang digunakan Google untuk memantau user behaviour secara keseluruhan.
  • lastLongestClicks: Dianggap sebagai salah satu sinyal terkuat, terjadi saat user mengeklik hasil, menghabiskan waktu lama di sana, dan tidak kembali lagi ke SERP.
  • unicornClicks: Himpunan bagian klik yang dikaitkan dengan suatu peristiwa dari Unicorn user.
  • unsquashedClicks: Klik yang dianggap lebih asli atau genuine, sering kali digunakan untuk membedakan antara klik dari manusia realtime dengan klik otomatis dari bot.
  • unsquashedImpressions: Data impresi yang telah difilter atau diproses untuk memastikan keaslian dan kualitas data sebelum digunakan sebagai ranking signal.
  • unsquashedLastLongestClicks: Klik asli (bukan bot) yang mengarah pada konten berkualitas tinggi dan sangat memuaskan user search intent.

Apakah Navboost dan Glue Berbeda?

Navboost dan Glue adalah dua sistem yang bekerja berdampingan namun memiliki area konsentrasi yang berbeda.

Baca Juga:  Ketahui Kelemahan dan Kekurangan Belajar SEO Secara Mandiri

Perbedaan utamanya terletak pada jenis hasil yang mereka analisis, yaitu:

  • Navboost berfokus pada hasil pencarian web tradisional atau yang sering dikenal sebagai ten blue links (sepuluh tautan biru).
  • Glue adalah variasi Navboost yang dikhususkan untuk fitur-fitur kaya di SERP (SERP Features), seperti featured snippets (cuplikan pilihan), map boxes (kotak peta), carousel gambar, dan knowledge panel (panel pengetahuan).

Secara konseptual, Navboost bekerja lebih awal dalam proses ranking untuk menyaring hasil web, sementara Glue masuk pada tahap akhir untuk menentukan fitur SERP mana yang paling efektif dalam memuaskan user berdasarkan interaksi seperti hover dan scroll.

Keduanya berbagi tujuan yang sama yakni untuk memahami user behaviour dan memberikan search experiences (pengalaman pencarian) yang lebih baik.

Penutup

Intinya, Google Navboost menjadi salah satu sistem yang menarik untuk dipelajari dan dipahami karena menunjukkan bahwa interaksi user dapat menjadi bagian dari sinyal yang membantu Google menyempurnakan search results.

Meskipun bukan satu-satunya faktor ranking Google, memahami konsep dan metrik yang dikaitkan dengan Navboost dapat memberikan insight lebih dalam mengenai cara kerja pada ekosistem Google Search.

Oleh karena itu, teman-teman perlu fokus pada penyajian konten yang relevan, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan user.

Hal ini dilakukan agar website atau konten Anda memiliki peluang yang lebih baik untuk tampil di search results.

Konten yang berkualitas juga menjadi aspek penting untuk mendapatkan performa yang lebih optimal di AI search.

Demikianlah artikel mengenai Google Navboost ini, apakah teman-teman sudah tahu atau baru saja tahu?

Apabila memiliki pertanyaan terkait, silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://rankmath.com/fi/seo-glossary/navboost/

https://seranking.com/blog/navboost

https://www.semrush.com/blog/navboost

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment