Teman-teman baru saja memulai perjalanan karir SEO (Search Engine Optimization) Anda?

Sedang berencana untuk mengeksplorasinya menggunakan CMS WordPress?

Bingung harus memulai dari mana? Jangan khawatir, teman-teman tidak sendirian!

Tulisan panduan belajar SEO WordPress pemula ini bisa menjadi langkah awal untuk teman-teman mencapai tujuan Anda.

Silakan baca hingga akhir, dan jangan lupa di-bookmark agar bisa mengunjunginya lagi di lain waktu!

Panduan SEO WordPress ini hanya berlaku untuk CMS WordPress.org (yang di-install di server sendiri), bukan provider blog gratis WordPress.com.

Lihat perbedaan antara WordPress.org & WordPress.com di sini.

Panduan Memulai SEO WordPress untuk Pemula

Pada artikel sebelumnya, DailySEO ID sudah menjelaskan apa itu SEO, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa SEO itu penting.

Bila ingin mendalami tentang SEO lebih dulu, silakan kunjungi halaman Kurikulum Belajar SEO ini.

Dan jika teman-teman ingin langsung mendalami praktik SEO di WordPress, silakan lanjutkan membaca artikel ini.

I. Persiapan Awal

Apabila Anda belum memiliki website sama sekali, ada 3 hal penting yang wajib teman-teman perhatikan terlebih dahulu, di antaranya:

  • Pemilihan hosting.
  • Content delivery network (CDN).
  • Dan tema WordPress yang SEO-friendly.

Kita mulai dari yang pertama.

a. Pemilihan Hosting

Ada banyak sekali penyedia layanan hosting di Indonesia yang bisa teman-teman pilih, rata-rata mereka menawarkan harga langganan yang murah.

Akan tetapi, sebelum memilih mana yang mau dipakai, perhatikan dulu layanan apa saja yang masing-masing penyedia layanan hosting tersebut tawarkan.

Pastikan penyedia layanan hosting yang Anda pilih itu SEO-friendly.

Hosting SEO-friendly? Maksudnya seperti apa?

Mengutip Search Engine Journal, setidaknya ada 5 hal yang harus dipenuhi sebuah penyedia layanan hosting baru bisa disebut SEO-friendly.

Pertama, perhatikan klaim uptime-nya.

Semakin tinggi uptime server yang ditawarkan maka semakin SEO-friendly pula si penyedia layanan hosting tersebut.

Uptime sendiri merupakan persentase berapa lama website Anda tetap online dan dapat diakses user. Semakin tinggi waktu aktif website Anda, maka semakin besar pula potensi membuat user betah dan ingin balik lagi ke website Anda, dan ini kita ketahui sebagai good user experience (UX).

Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi menaikkan rangking website teman-teman di search engine.

Untuk itu, pilihlah penyedia layanan hosting yang menawarkan jaminan uptime yang tinggi setidaknya mencapai 99,9% (kalau bisa lebih tinggi lagi).

Akan tetapi, berhati-hatilah dengan host yang mengklaim memiliki uptime hingga 100%. Sebab, setiap website normalnya selalu punya waktu istirahat.

Kedua, perhatikan lokasi server-nya.

Lokasi server juga berpengaruh terkait cepat lambatnya website Anda ketika dikunjungi oleh user. Pilih penyedia layanan hostingnya yang lokasi server-nya berada sedekat mungkin dengan lokasi website Anda berada.

Misal, website Anda ditujukan untuk pembaca yang ada di Indonesia, maka pilihlah host yang lokasi server-nya berada di dekat-dekat Indonesia seperti Jakarta atau bisa juga di Singapura.

Ketiga, memiliki banyak opsi tambahan seperti melayani backup otomatis dan menyediakan sertifikat keamanan SSL.

SSL sendiri adalah salah satu faktor penting di SEO.

Teman-teman harus cermat dalam memilih, karena sebagian hosting ada yang menyediakan kedua fitur tersebut secara gratis.

Keempat, memiliki reputasi yang baik.

Sama seperti membeli sebuah produk atau berlangganan sesuatu, pasti Anda akan mencari tahu dulu review orang-orang terhadap barang/jasa tersebut bukan?

Demikian pula apabila Anda ingin berlangganan di sebuah penyedia layanan hosting, pastikan review-nya bagus dan sesuai dengan apa yang teman-teman harapkan.

Kelima, menyediakan layanan customer support yang baik.

Pastikan host yang Anda pilih punya layanan customer support hingga 24 jam dan dapat merespons dengan cepat.

Layanan ini akan sangat berguna saat website Anda tiba-tiba bermasalah dan ada hal teknis yang harus segera diperbaiki.

b. CDN (Content Delivery Network)

Selain hosting, hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah CDN.

Ketika website yang akan teman-teman bangun memang dicita-citakan menjadi website yang besar dan memuat banyak konten, maka Anda kemungkinan butuh CDN.

Sebab, fungsi CDN itu sendiri adalah mempercepat loading website, apalagi untuk website yang menampilkan banyak gambar, video, CSS, dan konten statis lainnya.

Dari segi biaya, setidaknya ada 2 jenis CDN yakni gratis dan berbayar.

Untuk website pribadi yang belum besar dengan pengunjung berskala sedang, bisa mulai dengan CDN gratis terlebih dahulu.

Beberapa opsi CDN gratis yang bisa Anda gunakan adalah:

  • Cloudflare.
  • Incapsula.
  • Jetpack Site Accelerator.

Namun, jika website Anda memiliki traffic dan resources server yang cukup tinggi, maka teman-teman bisa menggunakan CDN yang berbayar seperti:

  • MaxCDN.
  • RackSpace & CDN77.
  • Dan jsDeliver.

c. Tema WordPress

Pemilihan tema juga penting untuk mendukung seluruh startegi SEO yang akan teman-teman terapkan nantinya.

Tidak semua tema WordPress itu SEO-friendly.

Adapun yang dimaksud tema WordPress yang SEO-friendly adalah tema yang loading-nya cepat, responsif, mobile friendly, hingga yang mendukung schema markup (structured data).

Berikut beberapa opsi tema WordPress yang SEO-friendly yang bisa Anda pilih:

  • GeneratePress.
  • OceanWP.
  • Kadence.
  • Divi Theme.
  • Genesis Theme.
  • Astra Theme.
  • Dan GrowthPress Theme.

II. Praktik Dasar SEO di WordPress

a. Memeriksa Site Visibility

Setelah memilih hosting dan meng-install WordPress, hal lain yang perlu teman-teman lakukan adalah memeriksa apakah website-mu bisa terbaca atau di-index search engine atau tidak.

Di WordPress tersedia opsi untuk menyembunyikan website Anda dari search engine, terkadang opsi ini aktif secara default.

Untuk itu penting bagi Anda melakukan pengecekan. Bila tercentang aktif, maka tugas teman-teman adalah untuk menghapus centang tersebut.

Caranya:

search engine visibility wordpress
Dok. https://support.basehost.com.au/hc/en-us/articles/7621561678095-How-to-Stop-Search-Engines-from-Crawling-a-WordPress-Site
  • Masuk ke area admin WordPress/ wp-admin website.
  • Klik “Setting”.
  • Klik “Reading”.
  • Perhatikan kolom “Search Engine Visibility”, bila kotak disampingnya tercentang aktif, maka hapus centang tersebut.
  • Klik “Save Changes”.

b. Gunakan URL Structure yang SEO friendly

URL structure yang SEO friendly maksudnya adalah URL yang mudah dimengerti atau dibaca oleh user maupun search engine.

Baca Juga:  Mengenal Keyword Research, Jenis, dan Tips Melakukannya

Contoh URL structure yang kurang SEO friendly:

https://www.dailyseo.id/07/07/2025/cara-menginstall-wordpress/
https://www.dailyseo.id/cara-mengoptimasi-seo-wordpress-bagi-pemula-agar-ranking-semakin-tinggi/

Penjelasan:

  • Menggunakan angka sebagai representasi tanggal, bulan, tahun.
  • URL terlalu panjang.

Contoh URL structure yang SEO friendly:

https://www.dailyseo.id/cara-menginstall-wordpress/
https://www.dailyseo.id/cara-mengoptimasi-seo-wordpress/

Penjelasan:

  • URL singkat, jelas, dan tidak mengandung unsur angka atau karakter unik tertentu.

Berikut cara memeriksa dan memperbaharui URL structure seluruh konten di website Anda agar lebih SEO friendly:

pengaturan permalink wordpress
Dok. https://wordpress.org/documentation/article/settings-permalinks-screen/
  • Pada halaman admin WordPress, kunjungi “Settings”.
  • Klik “Permalinks”.
  • Pilih opsi “Post Name”.
  • Klik “Save Changes”.

c. WWW vs. non-WWW

Sebenarnya memilih pakai WWW atau tanpa WWW di struktur URL website Anda tidak ada bedanya dari sudut pandang SEO.

Akan tetapi, search engine seperti Google memang melihat keduanya itu sebagai 2 situs berbeda.

Jadi, ketika dari awal memilih pakai WWW di URL website, maka jangan sesekali diubah jadi tanpa WWW.

Pasalnya hal ini berpotensi dianggap duplikasi konten oleh search engine.

III. Pemilihan Plugin

Usai memilih hosting, meng-install WordPress sampai memilih tema yang SEO-Friendly, lalu apa?

Sekarang saatnya meng-install beberapa plugin yang sifatnya mendasar tapi penting dalam mendukung aktivasi SEO WordPress teman-teman.

a. SEO Plugin

Ada bermacam-macam SEO plugin di WordPress, beberapa yang populer seperti Yoast SEO, Rank Math, dan All in One SEO (AIOSEO).

Anda bebas memilih plugin mana yang mau dipakai, yang terpenting fiturnya dapat dimengerti dan sesuai dengan kebutuhan teman-teman.

b. Cache Plugin

Cache berguna dalam membantu mempercepat loading website, terutama di tampilan mobile.

Website yang loading-nya cepat tentu sangat disukai user dan juga search engine, untuk itu plugin ini juga diperlukan.

Berikut rekomendasi cache plugin yang bisa Anda pilih:

  • WPRocket.
  • W3 Total Cache.
  • Cache Enabler.
  • WP Fastest Cache.
  • WP Super Cache.
  • LiteSpeed Cache.

c. Image Compression & Optimization

Menurut Google, mengutip dari Ahrefs.com, 53% pengunjung berpotensi meninggalkan halaman suatu website yang ketika dibuka dari HP/smartphone butuh loading hingga lebih dari 3 detik lamanya.

Nah, salah satu faktor penentu cepat lambatnya loading suatu website adalah ukuran gambar yang dimuat dalam halaman website tersebut.

Untuk itu, ukuran gambar-gambar yang ada perlu dikompresi agar bisa mempercepat loading website.

Berikut rekomendasi plugin optimasi gambar di WordPress yang bisa teman-teman gunakan:

  • Smush.
  • Imagify.
  • Optimole.
  • CompressX.
  • ShortPixel Image Optimizer.

d. XML Sitemaps

XML Sitemaps atau sitemap.xml merupakan file berformat khusus yang berisi seluruh halaman atau pages yang ada di website Anda.

File ini penting untuk membantu Googlebot menemukan seluruh konten yang ada di website kita, khususnya website dengan banyak konten.

Jika teman-teman menggunakan plugin SEO seperti RankMath, Yoas, dan AIOSEO, maka secara default plugin tersebut memiliki fitur untuk generate XML Sitemap di dalamnya.

Namun jika ingin terpisah, berikut rekomendasi plugin untuk meng-generate XML Sitemaps:

  • XML Sitemap Generator for Google.
  • Simple Sitemap.
  • Sitemap by BestWebSoft.

IV. On-page & SEO Konten di WordPress

a. Categories dan Tags

Categories dan tags berguna untuk membantu search engine dan user memahami struktur serta konten website teman-teman.

Category di website itu ibarat daftar isi dari website yang berisi konten spesifik untuk masing-masing topik yang bergambarkan niche sebuah website.

Rata-rata sebuah website memiliki 5-7 categories yang menjadi menu utama.

Sebagai contoh, website travel biasanya membuat kategori atau menu nama-nama benua dan submenu-nya nama negara-negara yang ia pernah kunjungi di benua tersebut.

Sedangkan tags seperti kata kunci spesifik yang menggambarkan isi dari konten di website tersebut.

Contohnya untuk website tentang resep makanan, dalam artikelnya yang membahas resep ayam goreng telur, maka tag-nya bisa dibuat “ayam”.

Tag ini juga bisa menjadi sub-menu di sidebar sebuah website.

Setelah menentukan categories dan tags website, jangan lupa mengatur permalink keduanya dengan struktur ULR yang singkat dan jelas.

https://www.dailyseo.id/on-page/
https://www.dailyseo.id/off-page-seo/
https://www.dailyseo.id/tag/https/
https://www.dailyseo.id/tag/technical-seo/

b. Meta Data

Meta tag data umunya terdiri dari meta title dan meta description.

Kegunaan meta data terhadap SEO adalah untuk membantu meningkatkan relevansi isi konten, traffic atau jumlah klik ke website teman-teman.

Sebab, data inilah yang ditempilan search engine kepada user di SERP.

Bila Anda sudah memiliki plugin Yoast SEO, maka teman-teman bisa mengatur meta data secara langsung setiap kali Anda membuat konten baru.

Tinggal scroll saja ke bawah halaman post editing Anda, akan muncul setting Yoast SEO di sana.

Ada aturan dasar yang bisa Anda terapkan dalam menentukan meta data di setiap konten yang dibuat antara lain:

  • Buat semenarik mungkin agar pembaca tertarik meng-klik konten atau artikel tersebut (tapi ingat jangan sampai sekadar click bait ya)
  • Buat sesingkat mungkin. Upayakan untuk meta title tidak lebih dari 50-60 karakter dan meta deskripsi tidak jauh dari 155-160 karakter. Sebab jika terlalu panjang, maka berpotensi tampilannya terpotong di SERP.

c. Internal Link

Internal link merupakan tautan yang disisipkan dari satu halaman ke halaman lain yang masih di dalam satu website.

Misal, salah satu konten Anda membahas tentang perbandingan plugin Yoast SEO vs Rank Math, dan sebelumnya Anda sudah pernah menulis artikel tentang Yoast SEO saja atau Rank Math saja.

Maka di salah satu pembahasan Yoast SEO dan Rank math dalam artikel terbaru tadi, Anda bisa menyisipkan link yang mengarahkan user ke laman yang membahas kata kunci atau frasa tersebut.

Namun, menyisipkan internal link juga jangan asal-asalan ya! Pastikan internal link dibuat itu relevan dan tidak terlalu berlebihan jumlahnya.

Adapun manfaat dari internal link dari segi SEO itu adalah memudahkan search engine memahami dan menemukan serta mengindeks halaman-halaman lain yang belum terindeks.

d. Image Alt Tags

alt image di wordpress
Dok. https://www.wpbeginner.com/beginners-guide/image-alt-text-vs-image-title-in-wordpress-whats-the-difference/

Salah satu kelebihan WordPress yang bisa dirasakan secara langsung adalah Anda tidak perlu memahami coding (HTML, CSS, Javascript, PHP) untuk mengedit Image alt text.

Baca Juga:  John Mueller: Jangan "Berlebihan" dalam Memakai Google Trend dan People Also Ask

Teman-teman juga tak perlu lagi meng-install plugin tambahan, sebab sudah tersedia di bagian setting halaman post itu sendiri.

Adapun manfaat dari memasukkan image alt tags pada setiap gambar yang Anda masukkan dalam konten adalah menghadirkan user experience yang lebih baik dan membuka pintu traffic dari bagian pencarian gambar.

Lalu, seperti apa image alt tags yang baik secara SEO?

Image alt tags yang baik adalah yang mendeskripsikan gambar dengan lengkap dan jelas, bukan hanya menjejalkan keyword di dalamnya

e. Header Tags

Header tags biasa digunakan untuk membagi konten atau artikel menjadi bagian-bagian yang mudah dibaca.

Fungsi dan penampakannya seperti bab dan subbab dalam tulisan makalah atau skripsi.

Dalam praktek SEO, header tags penting agar tulisan mudah dimengerti oleh user, sehingga user menjadi betah membaca konten artikel yang teman-teman buat hingga selesai.

Header tags biasa terdiri dari H1-H6, masing-masing punya peran tersendiri.

Untuk penggunaan yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

  • Dalam 1 konten hanya boleh ada 1 tag H1.
  • Silakan gunakan tag H2-H3 sebanyak yang Anda mau tapi sesuaikan dengan konteks tulisan/konten tersebut.
  • Sisipkan keyword secara natural dalam header tags.
  • Buat secara berututan, tag H1 untuk judul, H2 untuk subjudul, H3-H6 untuk poin-poin di dalam subjudul dan seterusnya.

V. Analisis SEO WordPress

a. Google Search Console

Google Search Console (GSC) merupakan tool gratis dari Google yang membantu pemilik website dalam memonitor performa organik website di SERP.

Untuk itu, teman-teman perlu mendaftarkan website beserta file sitemap ke tool tersebut.

Bagi yang sudah memilih plugin Yoast SEO, Anda bisa mendaftarkan website-mu dan memverifikasi langsung lewat Webmaster Tool.

verifikasi google search console di yoast seo
Dok. https://yoast.com/beginners-guide-to-google-search-console/

Caranya:

  • Buat property GSC terlebih dahulu melalui link ini https://search.google.com/search-console/about.
  • Masukkan alamat website-mu di kolom “Add Property” atau “Tambahkan Properti”.
  • Klik “Add” atau “Tambah”.
  • Pilih opsi “metode alternatif”.
  • Pilih “HTML tag” atau “Tag HTML”.
  • Copy kode yang tersedia.
  • Login ke WordPress atau kembali ke laman admin WordPress.
  • Lalu buka plugin Yoast SEO yang sudah di-install.
  • Pilih tab “Webmaster Tools”.
  • Lalu masukkan kode tadi ke kolom “Google Search Console”.
  • Klik “Save Changes”.
  • Kembali ke laman GSC tadi.
  • Klik verifikasi.
  • Tunggu beberapa saat, akan muncul notifikasi terverifikasi.

Untuk Google Analytics, teman-teman bisa pelajari di artikel: Panduan Lengkap Google Analytics untuk SEO: GA4 dan Universal Analytics.

VI. Proteksi di SEO WordPress

a. Rel= “canonical” Tag

Tag ini penting untuk mencegah masalah duplikat konten, jadi jika teman-teman memiliki kedua konten yang mirip, maka salah satunya bisa menjadi acuan bahwa dialah yang original.

Bagi yang sudah meng-install plugin Yoast SEO, biasa tag ini sudah di set secara otomatis.

Namun, teman-teman juga bisa menambahkan secara manual.

Caranya cukup buka halaman artikel atau konten atau landing page yang ingin dimasukkan rel=”canocical” tag-nya.

Lalu, scroll ke bawah sampai ketemu bagian plugin Yoast SEO.

Pada tab SEO, klik bagian “Advanced”, akan ada kolom “canonical URL” di sana.

Nah, di situlah Anda bisa menambahkan tag tersebut.

pengaturan canonical tag di yoast
Dok. https://yoast.com/features/canonical-url-tags/

b. Robots.txt

Robots.txt merupakan sebuah kode atau file yang digunakan untuk memberi instruksi pada robot search engine terkait apa yang boleh diindex dan yang tidak boleh diindex dari website teman-teman.

Adapun laman yang perlu dilarang untuk diindex biasanya adalah wp-admin.

Selebihnya terutama untuk konten-konten berkualitas tentu seharusnya diperbolehkan untuk diindex.

c. Spam Comments

Komentar yang masuk ke setiap artikel atau konten di website Anda bisa menjadi indikasi kalau konten tersebut relevan dengan yang dibutuhkan pembaca.

Semakin banyak yang memberi komentar, artinya konten Anda bermanfaat, yang tentunya berpotensi meningkatkan performa SEO teman-teman.

Namun, hati-hati dengan spam comments yang biasanya tidak relevan dengan isi konten yang ada di website Anda atau yang menyisipkan bad links.

Hal itu bisa mempengaruhi bahkan merusak peringkat website teman-teman di SERP.

Salah satu cara melindungi website Anda dari spam comments tersebut adalah dengan memasang plugin seperti:

  • Akismet.
  • Antispam Bee.

d. Nofollow External Links

Selain menggunakan plugin Akismet, menerapkan nofollow pada eksternal links juga bisa melindungi website-mu dari spam comments.

Selain itu, memasang perintah nofollow pada link eksternal juga penting untuk menjaga peringkat website di SERP.

Sebab, mengutip wpbeginner untuk mendapatkan peringkat yang tinggi di SERP, website Anda harus mendapatkan lebih banyak link juice dari domain-domain lain, ketimbang yang Anda berikan ke domain lain.

Caranya adalah dengan mengedit manual link yang Anda masukkan, kemudian centang “nofollow” dan “Open in new tab”.

nofollow eksternal link wordpress
Dok. https://www.wpbeginner.com/beginners-guide/how-to-add-nofollow-links-in-wordpress/

Kesimpulan

Strategi SEO mempunyai peran yang cukup penting bagi tujuan bisnis bahkan yang ditujukan untuk sebatas blogging saja.

Bila diterapkan secara tepat, tentu akan membawa banyak keuntungan baik itu kepada pelaku bisnis, praktisi SEO, maupun blogger.

Oleh karena salah satu CMS populer yang masih banyak dipakai itu adalah WordPress, maka mempelajari strategi SEO di WordPress tak bisa diabaikan begitu saja.

Bila teman-teman hanya sibuk mengisi konten saja tanpa menerapkan strategi SEO, ya jangan heran kalau sampai setahun lamanya pun, traffic teman-teman tak sesuai ekspektasi.

Atau bahkan bisa lebih buruk lagi, sama sekali tidak muncul di SERP.


Untuk Anda yang baru memulai dalam dunia website atau blogging di platform WordPress, penting untuk memperhatikan seluruh aspek yang dapat mendukung SEO website Anda.

Artikel ini telah menjabarkan beberapa praktik SEO di WordPress.

Namun masih ada sejumlah praktik-praktik SEO lain yang bisa teman-teman eksplorasi, baik secara mandiri maupun belajar dari kursus SEO online.

Demikianlah tulisan mengenai panduan SEO WordPress untuk pemula ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://support.basehost.com.au/hc/en-us/articles/7621561678095-How-to-Stop-Search-Engines-from-Crawling-a-WordPress-Site

Settings Permalinks screen

https://www.searchenginejournal.com/www-vs-non-www-seo/272043

https://ahrefs.com/blog/wordpress-seo

https://www.wpbeginner.com/beginners-guide/image-alt-text-vs-image-title-in-wordpress-whats-the-difference

Author

5 Comments

  1. Pingback: Mengenal URL Slug dan Cara Mengoptimasinya untuk SEO - DailySEO ID

  2. Thank you kak… artikel nya sangat bermanfaat sekali, buat saya yang masih belajar SEO khusus nya di wordpress terimkasih banyak atas ilmu dan insigh nya kak

Write A Comment