Pada artikel review jasa penulis artikel, kami telah mengulas beberapa jasa penulis artikel, termasuk tips bagaimana memilih jasa penulis yang berkualitas.
Tapi, tahukah Anda bahwa ada beberapa model atau cara membayar pekerjaan (artikel) yang dilakukan oleh penulis tersebut?
Salah satu yang paling sering dijumpai di pasaran adalah membayar pekerjaan penulis berdasarkan jumlah kata yang mereka sajikan.
Tidak sedikit agensi maupun platform yang membayar penulis berdasarkan jumlah kata. Namun, apakah cara ini adalah cara yang terbaik untuk semua pihak?
Daftar Isi
Mengapa Membayar Penulis Berdasarkan Jumlah Kata “Terlihat” Adil?
Sekilas memang tampak fair dari model kerjasama seperti ini, para pemilik bisnis/website membayar tulisan tergantung pada jumlah kata yang diproduksi oleh penulis.
Bisa dibilang cara tersebut sesuai dengan load kerja yang diberikan. Ibarat kita membayar jasa dari seseorang untuk pekerjaan memindahkan barang.
Nah, bayaran dari pekerjaan tersebut bisa tergantung dari jumlah atau berat barang yang dipindahkan.
Lagi-lagi, jika dilihat sekilas memang tampak adil. Namun, ternyata ada kelemahan dalam sistem ini.
Kelemahan Membayar Penulis Berdasarkan Jumlah Kata
#1 Ada Search Intent yang Belum Terjawab
Kalau kita membatasi sekian kata untuk penulis. Biasanya akan ada search intent yang belum terjawab oleh artikel yang dibuat.
Apalagi jika outline artikelnya memakai pertanyaan yang jawabannya panjang seperti “bagaimana” atau “mengapa”.
Apabila semua search intent belum terjawab, tetapi telah ada kesepakatan jumlah kata di awal dan sudah terpenuhi, akhirnya tulisan tersebut tidak benar-benar memuaskan user.
#2 Content Objective yang Belum Tercapai
Seperti kasus search intent di atas, membayar jasa penulis berdasarkan jumlah kata juga berpotensi melemahkan power dari artikel yang diproduksi.
Setiap artikel yang sudah direncakan dan diproduksi, tentu memiliki tujuan atau objective yang diharapkan.
Misalnya konten tersebut dibuat untuk mengedukasi user terkait topik tertentu, namun konten tersebut “belum benar-benar selesai” dan sudah mencapai jumlah kata yang disepakati, tentu kita akan kehilangan objective dari konten yang dibuat.
Dan akibatnya, lagi-lagi kita kehilangan kesempatan dari tujuan yang ingin kita capai.
#3 Banyak Kalimat Tidak Efektif/Bertele-Tele
Karena dibatasi atau dikejar untuk memenuhi jumlah kata tertentu, penulis akan menulis kalimat yang tidak efektif atau bertele-tele untuk menambah jumlah kata, pun juga penulis akan membatasi jumlah kata pada kalimat atau paragraf.
Terlalu singkat atau terlalu panjang.
Sehingga output artikel yang diproduksi pun juga tidak benar-benar efektif.
Ada kemungkinan kita kehilangan key points dan key messages apabila artikel yang dibuat terlalu singkat, pun juga ada kemungkinan artikel yang dibuat menjadi bertele-tele sehingga membosankan untuk dibaca.
#4 Fokus Penulis bukan pada Kualitas, tetapi Jumlah Kata
Karena sudah jelas bahwa parameter utamanya adalah jumlah kata, penulis berpotensi mengabaikan kualitas dari tulisannya.
Yang terpenting adalah bagaimana seorang penulis bisa menghasilkan artikel dengan jumlah kata tertentu.
Jadi, karena fee yang disepakati adalah berdasarkan jumlah kata, penulis hanya fokus di jumlah kata.
Penulis tidak benar-benar peduli pada kualitas artikel yang dihasilkan, dan secara tidak langsung justru akan merugikan penulis itu sendiri, karena akan berdampak pada portofolio yang dimiliki.
Di lain sisi, pemilik bisnis/website akan mendapatkan artikel yang kurang atau bahkan tidak berkualitas.
Tentu bukan hasil yang menyenangkan untuk kedua belah pihak, bukan?
Alternatif Membayar Penulis Berdasarkan Jumlah Kata
Sebenarnya, jumlah kata dalam sebuah artikel tidak menjadi ranking factor dalam SEO.
Akan menjadi percuma jika jumlah katanya banyak, namun substansi-nya tidak berkualitas.
Lebih baik artikel singkat, jelas, padat, dan straight forward, namun mampu menjawab kebutuhan user dan search intent.
Lantas, apa alternatif yang ditawarkan?
#1 Fee per Artikel
Salah satu alternatif yang cukup efisien adalah membayar hasil pekerjaan penulis berdasarkan jumlah artikel (per satuan).
Tidak fokus apakah output yang dihasilkan 500 kata atau 1000 kata, fee yang diterima akan sama.
Poin terpenting-nya adalah hasil yang diberikan sesuai dengan content brief yang kita berikan kepada penulis.
Kelebihan metode ini adalah penulis tidak akan fokus pada jumlah kata, tetapi fokus memenuhi standar kualitas, outline dan brief yang kita berikan.
#2 Fee per Jam
Selain dibayar berdasarkan kompetensi, waktu yang dihabiskan juga jadi basis pembayaran (time is money).
Metode ini biasanya dilakukan pada platform luar negeri seperti Fiverr dan Upwork.
Kelebihan metode ini adalah kita bisa mengetahui kualitas, manajemen waktu, dan produktivitas dari penulis untuk memberikan output semaksimal mungkin.
#3 Estimated Reading Time
Perkiraan waktu membaca juga bisa menjadi alternatif dalam membayar penulis. Semakin panjang suatu artikel, maka akan semakin panjang juga estimated reading time-nya.
Kelebihan dari metode ini adalah kita bisa memperkirakan seberapa komprehensif/panjang artikel yang dibuat.
Seolah-olah, metode ini mirip dengan membayar berdasarkan jumlah kata, namun ada penyesuaian yang dilakukan, seperti adanya content brief dan content objective.
Sehingga penulis tersebut tetap bisa memenuhi ekspektasi yang kita berikan.
Bagaimana dengan Fee per Page View?
Menurut hemat kami, sistem pembayaran seperti ini tidak adil untuk penulis.
Pasalnya, jika page view-nya yang dihasilkan sangat sedikit, tentunya mereka tidak akan mendapatkan upah yang pantas.
Upah yang tidak pantas berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas pekerjaan penulis.
Kita patut mengargai semua profesi yang ada, termasuk penulis, karena dari proses mengumpulkan ide, eksekusi hingga menjadi sebuah draft artikel membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Lagipula, page view itu bersifat fluktuatif, sangat tergantung pada tren dan topik yang yang dibahas.
Disclaimer
Dari artikel ini, kami tidak bermaksud untuk menjelekkan pihak-pihak tertentu.
Tidak menjadi masalah jika tetap memiliki kesepakatan untuk memproduksi artikel berdasarkan jumlah kata.
Poin utama yang ingin kami sampaikan adalah setiap artikel yang diproduksi, baik menggunakan jasa dari penulis maupun tidak, tetap memberikan value, bermanfaat bagi user, dan menjawab permasalahan yang dihadapi user.
Tidak terbatas pada ruang-ruang yang justru membatasi kualitas dan hargai setiap pekerjaan yang dilakukan orang lain untuk kita.
Ayo bergabung di grup Telegram DailySEO ID untuk berdiskusi langsung tentang topik seputar SEO dengan para praktisi SEO lainnya!
DailySEO ID juga memiliki series webinar dengan materi SEO ter-update untuk teman-teman yang tertarik belajar SEO langsung dari founder DailySEO ID, Ilman Akbar.
Tertarik? Cek detailnya di series webinar DailySEO ID.