Teman-teman praktisi SEO tentunya sudah tahu bahwa mendapatkan inbound link atau backlink yang berkualitas dari website lain bisa membantu meningkatkan ranking pencarian di Google.

Namun apakah hal yang sama juga berlaku pada outbound link?

Apakah memberikan tautan kepada website yang kredibel juga dapat membantu website teman-teman untuk mendapatkan ranking pencarian yang lebih tinggi?

Klaim: Outbound Link Merupakan Faktor yang Memengaruhi Ranking di Google Search

Dalam industri SEO, terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah outbound link memiliki dampak langsung terhadap ranking pencarian pada Google.

Banyak praktisi SEO yang menganggap outbound link bukan faktor ranking yang digunakan Google untuk menentukan posisi ranking pencarian.

Sehingga, menambahkan outbound link tidak akan memiliki dampak SEO apapun pada situs yang menaut.

Di sisi lain, tidak sedikit juga yang percaya bahwa website yang Anda taut turut berkontribusi baik terhadap ranking pencarian dari website Anda.

Bukti: Apakah Outbound Link Merupakan Salah Satu Faktor yang Memengaruhi Ranking?

John Mueller, Webmaster Trends Analyst Google, pada salah satu video Ask Google Webmasters nya mengatakan bahwa:

Menaut situs lain merupakan cara yang baik untuk memberikan nilai lebih kepada pengguna website Anda.

Seringkali, tautan dapat membantu pengguna untuk menelisik lebih lanjut, memeriksa sumber, dan lebih memahami bagaimana konten Anda relevan dengan pertanyaan yang mereka miliki.

John Mueller, 2019

Dari pernyataan itu dapat kita simpulkan dengan sederhana bahwa Google memandang outbound link sebagai sebuah usaha positif untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Baca Juga:   Apakah Core Web Vitals (Data Web Inti) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Hal ini lah yang menjadi dasar utama dari anggapan bahwa outbound link dapat memengaruhi ranking pencarian Google.

Selain dari itu, eksperimen yang dilakukan oleh Shai Ahrony dari Reboot di tahun 2016 seakan mendukung anggapan outbound link sebagai faktor ranking Google.

Pada eksperimen itu, Ahrony membangun 10 situs baru. Setiap situs tersebut memuat artikel dengan topik yang sama untuk mencari tahu apakah outbound link memiliki pengaruh terhadap ranking pencarian Google.

5 dari 10 situs tersebut diberikan 3 outbound link menuju 3 situs yang berbeda—yaitu menuju situs Oxford University, Cambridge University, dan Genome Research Institute.

Dari 3 outbound link itu, 2 di antaranya menggunakan nama institusi sebagai anchor text, sedangan outbound link yang ketiga menggunakan kata “phylandocic” sebagai subjek pengetesan.

Pada setiap artikel juga ditambahkan kata “ancludixis” tanpa tautan untuk mencari tahu apakah anchor text juga memengaruhi ranking pencarian.

Semua domain yang digunakan dalam eksperimen dibeli pada waktu yang bersamaan dan tidak ada satupun yang dioptimasi untuk kata kunci “phylandocic”.

hasil eksperimen rebootonline.com kata kunci: phylandocic, 2020
hasil eksperiment rebootonline.com kata kunci: ancludixis, 2020

Dua gambar di atas merepresentasikan hasil eskperimen yang dijalankan. Dapat terlihat jelas bahwa website dengan outbound link mendominasi ranking teratas dari pencarian dengan kedua kata kunci tersebut.

  • Garis biru: posisi ranking website dengan outbound link
  • Garis oranye: posisi ranking website tanpa outbound link

Namun pertanyaannya adalah, apakah hasil eksperimen ini sudah cukup untuk membuktikan adanya pengaruh langsung outbound link terhadap ranking pencarian Google? Nampaknya belum sepenuhnya.

Meskipun hasilnya cukup meyakinkan, skala eksperimen yang dijalankan tersebut masih terlalu kecil—hanya menggunakan 10 website—sehingga belum bisa merepresentasikan kompetisi sebenarnya di SERP Google.

Selain itu, masih terbuka kemungkinan bahwa faktor lain turut memengaruhi hasil eksperimen di atas, misalnya penggunaan anchor text atau hanya sekedar kemunculan kata kunci pada konten website.

Baca Juga:   Apakah Banyaknya Gambar di Halaman Web Menaikkan Ranking Google Search?

Bukti Sanggahan: Outbound Link Bukan Faktor yang Memengaruhi Ranking

Meskipun Google memandang bahwa outbound link merupakan salah satu bentuk usaha positif dalam memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, namun bukan berarti mereka menggunakannya sebagai faktor ranking pencarian.

Selain itu, praktik taut menaut antar website adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Jika memang benar outbound link memiliki pengaruh langsung terhadap ranking, maka artinya akan sangat mudah juga bagi kita pemilik website untuk memanipulasi ranking pencarian di Google.

Tentunya, Google telah memiliki mekanisme yang matang (Link Scheme) untuk mencegah hal itu terjadi.

Bukti lain yang memperkuat argumen bahwa outbound link bukan merupakan faktor ranking Google adalah pernyataan dari John Mueller lewat videonya di tahun 2016 ketika ia menjawab pertanyaan apakah externak link atau outbound link merupakan faktor ranking Google:

Dari sudut pandang kami, external link menuju situs lain bukanlah faktor ranking.

Namun, menambahkan external link dapat memberikan nilai lebih pada konten Anda dan dengan begitu menjadi relevan bagi kami (pada pencarian Google).

John Mueller, 2016

Tanggapan yang sama pun juga diberikan oleh Danny Sullivan, Google Search Liaison, pada Tweet-nya di tahun 2019:

Lewat Tweet tersebut Danny Sullivan mengibaratkan penambahan outbound link sebagai pencantuman sumber informasi, yang memang sudah menjadi standar umum dalam kaidah jurnalistik.

Baca Juga:   Apakah Informasi Kontak Memengaruhi Ranking di Google Search?

Yang bisa kita simpulkan dengan jelas dari dua pernyataan Googler di atas adalah bahwa Google menggunakan outbound link sebagai semacam indikator kualitas yang menunjukkan seberapa akurat dan relevan suatu konten pada web page.

Kesimpulan: Outbound Link TIDAK MEMENGARUHI RANKING

Setelah menjabarkan dua argumen yang berlawanan tersebut—outbound link sebagai faktor ranking vs. outbound link bukan faktor ranking, maka bisa kita ketahui bahwa Ada atau tidaknya outbound link pada satu halaman web bukan lah faktor ranking Google.

Malahan, penggunaan outbound link yang berlebihan akan membuat konten menjadi terkesan spammy dan justru bisa membuat Google mengabaikan konten Anda sepenuhnya.

Maka, strategi pendekatan terbaik dalam menggunakan outbound link dari segi SEO adalah memanfaatkannya sebagaimana Google ingin kita memanfaatkan outbound link, yaitu untuk menaut sumber informasi dengan tujuan meningkatkan pengalaman pengguna.

_____

Punya tanggapan lain tentang outbound link sebagai faktor ranking Google? Tulis pendapat Anda pada kolom komentar di bawah atau gabung dengan grup Telegram DailySEO ID untuk mengikuti diskusi seputar topik SEO lainnya!

Sumber:

Author

SEO & SEM Specialist at Meson Digital

Write A Comment