Apakah Google menggunakan data banyaknya jumlah sebuah website di-bookmark di Google Chrome sebagai faktor yang memengaruhi ranking?

Secara pribadi, saya belum pernah membaca maupun mendengar jika banyaknya jumlah sebuah website di-bookmark merupakan salah satu indikator yang bisa memengaruhi ranking website tersebut di SERP (search engine results page).

Saya sendiri baru tahu saat saya menuliskan artikel ini.

Saya jadi teringat ketika dulu membaca sebuah blog yang pada akhir tulisannya mengajak para pembaca untuk melakukan bookmarking, dan hingga kini ternyata masih ada para blogger atau website owner maupun praktisi SEO yang masih percaya dengan mitos ini.

Ini yang dimaksud dengan Bookmark di Chrome
Ini yang dimaksud dengan Bookmark di Chrome

Jadi tulisan ini bertujuan untuk menjawab hal tersebut, penasaran? Yuk lanjut baca sampai selesai!

Baca juga: Apa itu Canonical URL? Apakah Menggunakan Tag Canonical Memengaruhi Ranking di Google Search?

Salah satu website di ranking atas SERP saat mencari topik seputar ini menyatakan hal berikut:

“Google menyimpan data halaman website yang di-bookmark pada server-nya dan menggunakan data tersebut sebagai boosting factor. Google mengumpulkan data browsing para user dari Google Chrome.”

Jelas saja, tidak sulit untuk website tersebut mendapatkan ranking tinggi terkait klaim di atas, karena nyatanya klaim tersebut tidak benar.

Baca Juga:   Apakah Click-Through Rate (CTR) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Dan kami berharap tulisan ini mampu mengalahkan ranking website tersebut supaya tidak ada lagi orang yang membuang-buang waktu di sana hanya untuk mendapatkan informasi palsu.

Baca juga: Apakah Menggunakan Breadcrumb Memengaruhi Ranking di Google Search?

Bukti: Apakah Data Chrome Bookmark Salah Satu Faktor yang Memengaruhi Ranking?

Di tahun 2006, Google menerapkan sebuah paten yang disebut “Search customisation based on user profiles and personalisation”. Teman-teman bisa cek “Bookmarks and ranking” di Google Patents Search.

Meskipun paten tersebut telah dipindahkan di tahun 2017, dan status patennya saat ini adalah abandoned (ditinggalkan), kutipan paten di atas memberikan kita gambaran bagaimana orang-orang akan menggunakan teknologi yang ada di paten Google “Search customisation based on user profiles and personalisation”.

Sebagai contoh, di tahun 2004 IBM mempublikasikan sebuah paten yang mengutip karya Google di atas “Method, system, and program for ordering search results using an importance weighting“. Cek tulisan IBM’s WebFountain di sini.

Kemudian di tahun 2005, ada Microsoft yang juga merujuk hal serupa di “Mobile friendly internet searches“.

Hingga akhirnya munculah pertanyaan apakah paten Google tersebut membuktikan jika data bookmark merupakan faktor yang dapat memengaruhi ranking.

Miranda Miller menyebutnya dengan nama efek “Ancient Aliens”, maksudnya, mengajukan pertanyaan konyol dapat membuat orang lain berpikir bahwa topik tersebut kemungkinan besar bisa terjadi.

Mungkinkah Google menggunakan banyaknya jumlah situs Anda di-bookmark di Chrome menjadi faktor yang dapat meningkatkan ranking website di Google Search?

Jawabannya adalah tidak.

Karena teknologi yang dipatenkan bukan berarti teknologi tersebut akan digunakan seutuhnya. Jikalau digunakan, bisa saja digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh pihak yang lain. 

Baca Juga:   Apa itu Google E-A-T? Apakah E-A-T Memengaruhi Ranking di Google Search?

Singkatnya, apakah data bookmark merupakan faktor yang memengaruhi ranking adalah suatu kesalahan.

Baca juga: Apakah Author Authority Memengaruhi Ranking di Google Search?

Bukti Sanggahan: Data Chrome Bookmark Bukan Faktor yang Memengaruhi Ranking

Teman-teman perlu tahu, jika Google menggunakan data bookmark di Chrome sebagai faktor yang memengaruhi ranking, maka hal ini akan menimbulkan permasalah di beberapa aspek:

Google Sudah Memiliki Akses Data yang Jauh Lebih Baik

Apa yang Anda cari di Google Search, dari mana Anda melakukan pencarian (jenis perangkat dan lokasi), situs mana yang Anda kunjungi sebelumnya, dan apa yang Anda lakukan di website yang sedang Anda kunjungi, hal-hal tersebut memberikan Google lebih banyak informasi tentang Anda sebagai pengguna Google Search ketimbang data bookmark di Chrome.

Bookmark tidak Memiliki Konteks

Ada banyak bentuk feedback yang dapat memberikan konteks lebih jelas dibandingkan dengan website yang di-bookmark.

Kira-kira, informasi apa yang bisa Google dapatkan dari situs (contoh: telurayam.co.id) yang Anda bookmark?

Apakah Anda ingin membeli telur ayam? Ataukah Anda ingin menjadi peternak telur ayam?

Jika bookmark tadi dimaksudkan untuk mengunjungi kembali website (contoh: telurayam.co.uk), maka hal itu sama sekali tidak memberikan petunjuk apapun kepada Google mengapa Anda mem-bookmark website tersebut.

Tanpa konteks yang jelas, banyaknya jumlah bookmark sama sekali tidak bisa digunakan Google untuk meningkatkan user experience di Google Search.

Bookmark Terlalu Mudah untuk Disalahgunakan

Coba bayangkan, jika banyaknya jumlah bookmark menjadi tren yang sama seperti banyaknya jumlah backlink untuk meningkatkan ranking?

Pasti akan bermunculan layanan jasa website bookmarking, spam bookmark, hingga muncul istilah negative bookmarking atau kecurangan-kecurangan lainnya seperti yang sudah kita temui di dunia backlink.

Jadi, sangat kurang masuk akal jika banyaknya jumlah bookmark menjadi salah faktor yang dapat memengaruhi ranking.

Baca Juga:   Apakah Domain History (Riwayat Domain) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Baca juga: Apakah Anchor Text di Sebuah Link Memengaruhi Ranking di Google Search?

Kesimpulan: Data Chrome Bookmark TIDAK DAPAT MEMENGARUHI RANKING

Terakhir dan tolong dibaca dengan seksama:

Google tidak menggunakan data atau banyaknya jumlah website di-bookmark sebagai faktor yang memengaruhi ranking.

Selesai!

Sumber:

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/chrome-bookmarks/

Author

SEO Learner | Jr. SEO Specialist at Farmaku & DokterSehat | SEO Freelancer | First time meet SEO in 2014 and diving more deeply in 2019.

Write A Comment