Salah satu praktik SEO terbaik untuk URL halaman yang sudah tidak kita gunakan lagi adalah menggunakan 301 redirects (pengalihan 301) ke URL yang baru.

301 redirects sendiri digunakan ketika kita ingin memberitahu search engine (mesin telusur) bahwa halaman web telah dipindahkan secara permanen.

Tapi yang jadi pertanyaanya adalah:

Apakah 301 redirects mempengaruhi ranking hasil Google Search?

Agar kita mengetahui jawabannya, silahkan baca tulisan ini sampai akhir ya!

Baca juga: Apakah Bounce Rate Merupakan Faktor Ranking Google?

Jadi, apa sebetulnya 301 redirects itu?

301 redirects adalah sebuah pengalihan server-side (dari sisi server) untuk sebuah URL yang telah diganti secara permanen.

Kita biasa menggunakan 301 redirects ketika melakukan hal-hal berikut:

  • Mengubah protokol HTTP ke HTTPS
  • Memindahkan domain lama ke domain baru
  • Mengubah/mengoptimasi slug URL dari halaman yang sudah ada
  • Melakukan perubahan struktur URL

Kebanyakan diskusi dari praktisi SEO tentang penggunaan 301 redirects ini berfokus tentang “apakah PageRank URL lama akan berpindah ke URL baru”.

Atau, jika backlink/inbound link (tautan masuk) mengarah ke URL lama, maka URL baru akan mendapatkannya secara otomatis?

Tidak banyak pernyataan yang mengatakan bahwa 301 redirects adalah sebuah faktor ranking.

Pada tahun 2012, Matt Cutts dan Head Google’s Webspam Team, mengatakan bahwa Google akan mengikuti semua URL redirects tanpa batas dari satu halaman ke halaman lainnya.

Baca Juga:   Cara Praktis Menemukan dan Memperbaiki Broken Link dalam Website

Bahkan Google akan mengikuti URL-URL tersebut berkali-kali jika sebuah halaman dialihkan ke halaman lainnya berkali-kali. Lebih lanjut lagi, ia mengatakan bahwa Google akan berhenti mengikuti redirections setelah empat sampai lima kali pengulangan.

Di tahun 2013, Matt Cutts mengkonfirmasi sebagian kecil PageRank hilang karena 301 redirects. Sementara sebagian profesional SEO mengutip sekitar 15% PageRank hilang, Matt Cutts sendiri mengatakan tidak ada angka atau persentase tepat dalam mengukur hal tersebut.

Lebih lanjut di tahun 2016, John Mueller menjawab sebuah pertanyaan apakah 301 redirects mengabaikan PageRank di dalam postingan tentang perpindahan dari HTTP ke HTTPS.

Jawabannya adalah:

“Naik turunnya (PageRank) dapat terjadi saat perubahan besar dilakukan, Kami (Google) tidak dapat memberikan jaminan apapun, namun sistem kami biasa mendukung perpindahan HTTP ke HTTPS.”

“…untuk 301 atau 302 redirects dari HTTP ke HTTPS, tidak ada PageRank yang hilang.”

Kemudian di 2019, John Mueller kembali mengkonfirmasi via Twitter bahwa HTTPS adalah faktor ranking yang porsinya kecil, ketika ia mendiskusikan bagaimana sertifikat SSL berdampak pada sebuah situs web di mesin telusur. Dan itu artinya 301 redirects pun sama, pengaruhnya kecil terhadap peringkat di mesin telusur.

Lalu di tahun 2020, John Mueller membahas kemungkinan keterlibatan SEO terhadap rangkaian 301 redirects secara bersamaan. Menurutnya, redirects dapat memberikan dampak negatif dalam hal kecepatan halaman situs. Dan harap dicatat juga bahwa Google hanya akan melakukan crawling/perayapan hingga 5 kali pengulangan dalam satu redirect chain (rantai pengalihan).

Dan di tahun 2021, Google telah memperbarui panduan mengenai redirects di halaman dokumentasi SEO-nya. Google mengonfirmasi bahwa server-side redirect seperti 301 redirects kemungkinan besar akan bisa di-crawl dengan benar.

Baca Juga:   Google: Status Discovered – Currently Not Indexed (Ditemukan - saat ini tidak diindeks) di Search Console bisa Bertahan Selamanya!

Secara lebih spesifik, Google menyatakan, “…pengalihan sisi server (server-side redirect) memiliki peluang terbesar untuk ditafsirkan dengan benar oleh Google”.

Temporary HTTP dan meta refresh memiliki kemungkinan paling kecil untuk dibaca dengan benar oleh Googlebots, sehingga sebaiknya dihindari.

Kesimpulan: 301 Redirects TIDAK MEMPENGARUHI RANKING

Satu-satunya hal yang membuat Anda merasakan perubahan positif dari segi ranking dan trafik adalah saat Anda menggunakan 301 redirects dari HTTP ke HTTPS.

Dari pernyataan di atas, yang menjadi faktor penentu ranking Google adalah HTTPS-nya, bukan 301 redirects-nya.

Terakhir, apabila 301 redirects ini digunakan dengan benar, seharusnya situs Anda tidak akan mengalami masalah apapun terkait ranking di hasil pencarian Google.

Sumber:

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/301-redirects/

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist.

Write A Comment