Pernahkah Anda melihat lambang petir di bawah ini pada postingan news carousel atau Google news pada SERP (Search Engine Result Page)? Lambang ini merupakan icon AMP alias Accelerated Mobile Pages, yang dirilis pada 2016 lalu.

Akan tetapi, sejak Juni 2021 kemarin, AMP tidak lagi menjadi hal yang istimewa bahkan Google sudah menghapus icon AMP dari SERP. Sehingga media dan publisher sudah meninggalkan AMP dan berfokus pada alternatif lainnya.

Mengapa demikian? Apakah tidak ada pengaruhnya untuk ranking? Apa alternatif lainnya? Simak pembahasan selengkapnya di sini!

Apa itu AMP dan Manfaatnya

Accelerated Mobile Pages (AMP) adalah proyek open source buatan Google yang ditujukan untuk mempercepat loading halaman web seluler dengan waktu kurang dari 1 detik.

AMP terdiri dari komponen framework HTML yang mengubah situs versi desktop menjadi versi mobile dan lebih ringan, hal inilah yang membuat user experience web seluler menjadi lebih baik.

Pada dasarnya, AMP bermanfaat untuk meningkatkan page speed dan mobile user experience. Kedua benefit utama ini banyak digunakan oleh media dan publisher untuk berlomba-lomba masuk ke Top Stories Carousel News dan penanda bahwa halaman konten mereka dapat termuat lebih cepat.

Visibilitas lambang petir AMP inilah yang dipercaya dapat meningkatkan ranking, meningkatkan traffic, dan menjadi lebih stand-out dari konten-konten lainnya.

Mengapa AMP Sudah Tidak Digunakan Lagi?

Sejak dirilisnya algoritma page experience dan Core Web Vitals pada Juni 2021 lalu, AMP tidak lagi menjadi komponen untuk membuat situs web dengan page speed yang cepat. Selain itu, penggunaan format AMP tidak lagi diperlukan untuk masuk di Top Stories Carousel

Baca Juga:   Mengenal 5 Menit "Manual SEO Audit". Bagaimana Prosesnya?

Semua halaman konten, terlepas dari skor Core Web Vitas dan page experience statusnya, bisa muncul di Top Stories Carousel, tanpa badge AMP sekalipun. Jadi penggunaan AMP yang selama ini banyak digunakan oleh media, akhirnya ditinggalkan.

Sehingga klaim bahwa AMP menjadi faktor ranking Google yang dipercayai untuk meningkatkan ranking dan traffic sudah tidak relevan. Bahkan Google sudah mengkonfirmasi bahwa penggunaan AMP bukanlah faktor yang dapat mendongkrak ranking di SERP.

Jadi kita tidak perlu memusingkan AMP ketika membuat sebuah website dan ingin meningkatkan page speed, ranking, maupun visibilitas di SERP.

Dampak Bagi Website yang Meninggalkan AMP

Irish Independent News & Media dan sister company-nya yang bernama Belfast Telegraph and Sunday World sempat melakukan A/B Testing dengan mematikan AMP sebelum muncul update Core Web Vitals pada 2021. 

Dikutip dari Press Gazette UK, Head of SEO Independent, Dan Smullen, menyampaikan bahwa ketika AMP dinonaktifkan hal tersebut sama sekali tidak berdampak pada penurunan trafic. Meski demikian terdapat penurunan yang signifikan terhadap New User sebesar 40%-50%. 

Namun ketika mereka memutuskan untuk menghidupkan AMP kembali, ternyata Google merilis update Core Web Vitals. Sehingga traffic dan users The Independent kembali normal, bahkan lebih tinggi dibanding ketika AMP diaktifkan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Future plc Inc. Mereka menonaktifkan AMP dan ingin menguji apakah langkah ini akan berpengaruh pada traffic dan revenue mereka sebagai publisher majalah di UK. 

Dikutip dari Digiday, Stuart Forrest, Future’s Director of Audience Operations, menyampaikan percobaan ini tidak berdampak pada traffic dan revenue mereka sekalipun. Penonaktifan AMP juga tidak mengurangi jumlah views dari perangkat mobile.

Search Engine Land juga menuliskan bahwa perpindahan mereka dari AMP juga tidak berdampak pada traffic dan search ranking.

Baca Juga:   Apakah AMP Memengaruhi Ranking di Google Search?

Jadi bisa disimpulkan bahwa ketiadaan AMP tidak berpengaruh secara signifikan pada traffic dan ranking website. Bahkan visibilitas konten di Top Stories Carousel, juga tidak dipengaruhi oleh AMP semenjak update Core Web Vitals.

Faktor yang Lebih Diperhatikan Google Daripada AMP

Ada berbagai faktor yang saat ini lebih diperhatikan Google dalam faktor ranking sebagai pengganti AMP. Mulailah untuk memperhatikan 2 faktor di bawah ini:

1. Core Web Vitals (CWV)

Salah satu cara untuk memastikan halaman web Anda terus berkinerja baik pada search ranking dan user experience adalah mematuhi metrik dalam CWV Google, karena secara efektif CWV menggantikan AMP sebagai faktor penentu untuk Top Stories. 

Langkah pertama adalah memonitor skor CWV Anda secara berkala, agar Anda bisa mengetahui letak masalah, dan mengambil tindakan dengan cepat.

Anda bisa gunakan tools seperti Bulk Core Web Vitals Check untuk membantu mengetahui skor CWV dari berbagai halaman website Anda.

2. Interactivity & User Engagement

User experience yang positif tidak hanya dilihat dari loading time yang cepat. Jadi jika Anda ingin mempertahankan posisi pada Top Stories di SERP maka Anda harus memastikan bahwa halaman tersebut interaktif dengan fitur-fitur yang dapat meningkatkan engagement, seperti instant swipe ketika pembaca ingin membaca artikel lainnya, infinite scroll ketika pembaca ingin mengetahui halaman berikutnya, dan fitur-fitur lainnya.

Kesimpulan

Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa penonaktifan AMP tidak akan mempengaruhi traffic, ranking, maupun visibility content pada Top Stories Carousel.

Anda cukup memperhatikan CWV dan fitur-fitur dalam web yang membuat halaman menjadi interaktif dan membuat user tetap engage.

Bagaimana pengalaman teman-teman? Adakah yang sudah pernah memanfaatkan AMP kemudian menonaktifkannya? Tuliskan komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID untuk bercerita tentang pengalaman Anda.

Baca Juga:   Konten Resep Masakan: Schema Markup Resep Kini Mengharuskan Waktu yang Spesifik

Konten ini merupakan konten kolaborasi dengan DewaWeb, yakni perusahaan yang menyediakan layanan Domain, Cloud Hosting, Cloud Server, DewaCloud (Platform-as-a-Service untuk Developers & DevOps), SSL Certificate, dan masih banyak lainnya. Kunjungi website-nya untuk mendapatkan promo menarik!

Sumber:

Author

Partnership Associate DailySEO ID | Growth Content Specialist of Binar Academy

3 Comments

  1. Dulu saya juga pernah menggunakan AMP. Tapi hanya bertahan satu tahun karena ternyata supaya website saya bisa mendukung format AMP harus mengorbankan banyak fitur.

  2. Pingback: Erwin Petas: "Traffic dari Google News Tidak Besar, Tapi.." (Liputan Search Marketers Indonesia Jakarta Meetup #1) - DailySEO ID

Write A Comment