AMP (Accelerated Mobile Pages) adalah sebuah komponen framework (kerangka kerja) HTML yang mengubah situs versi desktop menjadi versi mobile dan lebih ringan.

Perlu Anda tahu, AMP ini adalah proyek yang diciptakan Google yang diklaim memberikan keunggulan ranking di SERP (Search Engine Results Pages) ketimbang situs web tanpa AMP.

Namun Google mengeluarkan pernyataan bantahan dari klaim di atas, artinya AMP bukanlah faktor yang mempengaruhi ranking di SERP, dari sini sudah cukup jelas bukan?

Namun agar semakin jelas, maka DailySEO ID akan mengulas dampak yang hadir ketika Anda mengaplikasikan situs web Anda dengan AMP, jadi baca terus ya sampai selesai!

Baca juga: Apakah Menggunakan 301 Redirects Mempengaruhi Ranking di Google Search?

Logo AMP
Logo AMP. Wikipedia

Klaim yang dijelaskan di sini sangat sederhana, yaitu AMP mampu meningkatkan ranking halaman web di Google Search.

Sebenarnya AMP sudah lama muncul ke dalam diskusi faktor-faktor yang mempengaruhi ranking Google sejak 2018, pada saat teknologi AMP ini diluncurkan.

Kenapa?

Satu alasan yang membuat AMP menjadi faktor ranking adalah karena Google memiliki andil dalam kesuksesan pembuatannya.

Google bertanggung jawab penuh atas pembuatan AMP, dan mendukung penggunaan AMP sebagai salah cara untuk mempercepat waktu loading web.

Secara teori, Google dapat meningkatkan rata-rata penggunaan teknologi AMP dengan menjadikannya sebagai faktor yang mempengaruhi ranking.

Peningkatan ranking tadi dijadikan sebagai reward (penghargaan) dari penggunaan teknologi terbaru Google. Dan hal ini pastinya terdengar tidak adil bagi situs yang tidak menggunakan AMP.

Baca Juga:   Apakah "Code to Text Ratio" Memengaruhi Ranking di Google Search?

Jika Google menggunakan AMP untuk meningkatkan ranking di SERP, maka situs Anda seolah-olah dipaksa untuk menggunakan AMP agar tetap relevan.

Untung saja, cara kerja search engine bukan seperti itu.

Tetapi AMP sendiri sama sekali tidak relevan untuk SEO dengan cara apapun.

Agar semakin jelas, lanjutkan membaca agar kita tahu apa saja dampak AMP untuk SEO.

Seperti yang telah dikutip di atas, Google sudah mengkonfirmasi jika AMP bukanlah faktor yang dapat mendongkrak ranking di SERP.

Di dalam advanced SEO guide milik Google, mereka menyatakan bahwa Google me-ranking halaman dengan menggunakan sinyal yang sama terlepas dari bagaimana halaman situs tersebut dibuat.

Berikut kutipannya:

“Walaupun AMP bukanlah faktor yang mempengaruhi ranking, namun speed (kecepatan) merupakan faktor yang mempengaruhi ranking di Google Search. Google Search menerapkan standar yang sama untuk semua halaman situs, terlepas dari teknologi apa yang digunakan dalam pembuatannya.”

Kutipan di atas berhubungan erat dengan apa yang telah kami singgung di atas, bahwa AMP berdampak pada aspek lainnya, misalnya page speed (kecepatan halaman), yang dikonfirmasi menjadi faktor yang mempengaruhi ranking.

Oleh karena itu, situs yang menerapkan teknologi AMP berpotensi meraih keuntungan dari sisi site speed.

Pada Juli 2018, pagespeed telah dikonfirmasi menjadi faktor ranking untuk mobile searches (pencarian seluler).

Nah, karena AMP ini didesain untuk memuat halaman dengan singkat, maka AMP menjadi salah satu sinyal ranking pada mobile page speed.

Catatan: Situs web bisa mendapatkan benefit yang sama tanpa penggunaan AMP.

Core Web Vitals

Setelah dampak positif yang dihadirkan AMP dari sisi site speed, AMP juga memberikan dampak positif di sisi Core Web Vitals (CWV).

Baca Juga:   6 Tips Optimasi JavaScript, Agar SEO Sukses Kerja dengan Web Developer

Ketika pembaruan page experience algorithm yang rilis di bulan Juni 2021, secara bertahap Core Web Vitals perlahan menjadi faktor yang mempengaruhi ranking di SERP.

Google menyampaikan kepada webmaster maupun para pemilik situs mengenai AMP bisa membantu mendapatkan skor Core Web Vitals yang ideal.

“Ada kemungkinan besar halaman dengan teknologi AMP akan memenuhi ambang batas skor (CWV). AMP adalah tentang bagaimana memberikan pengalaman halaman berkualitas tinggi yang mengutamakan pengguna, tujuan pembuatannya sangat selaras dengan apa yang diukur oleh Core Web Vitals saat ini.

Artinya, situs yang dibuat menggunakan AMP kemungkinan dapat dengan mudah memenuhi ambang batas skor Web Vitals.”

Google menampilkan data yang menunjukan bahwa domain dengan AMP 5 kali lebih berpeluang untuk lulus skor Core Web Vitals dibandingkan dengan domain non-AMP.

Yang Anda harus catat adalah, lulus ambang batas skor Core Web Vitals ini berpotensi meningkatkan ranking situs di Google Search.

Catatan: Situs web bisa mendapatkan benefit di atas tanpa penggunaan AMP.

Baca juga: Google Search Console Meluncurkan Page Experience Report untuk Halaman Versi Desktop

Manfaat AMP Lainnya

Secara umum AMP memberikan berbagai benefit yang mampu meningkatkan tampilan halaman web di SERP.

Sebagai contoh, Top Stories Carousel Google, yang tampil di paling atas hasil pencarian saat melakukan pencarian berita, hanya menerima halaman web dengan teknologi AMP.

Penampilan Top Stories merupakan benefit ranking yang unik dari AMP untuk periode waktu tertentu.

Namun setelah Google meluncurkan Page Experience di Juni 2021, semuanya berubah, sekarang halaman web non-AMP pun memiliki peluang untuk tampil di Top Stories Carousel.

Terakhir, salah satu benefit untuk yang dihadirkan dari halaman AMP adalah tanda ikon petir yang tampil di SERP, yang mengindikasikan halaman tersebut menghadirkan pengalaman waktu loading (memuat) yang cepat.

Baca Juga:   Apakah "Konten Baru" (Fresh Content) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Sekarang, Google sudah menghilangkan ikon tersebut, dan halaman AMP sudah tidak bisa dibedakan lagi seperti sebelumnya.

Kesimpulan: AMP TIDAK MEMPENGARUHI RANKING

AMP bukanlah faktor yang dapat mempengaruhi ranking situs di Google Search, dan Google sudah mengkonfirmasinya berulang kali.

Nantinya, tidak ada lagi benefit unik yang berdampak pada click-through rate (CTR), seperti tanda ikon petir dan eksklusifitas Top Stories.

Pada intinya, AMP bisa memberikan dampak positif dilihat dari sisi faktor ranking lainnya seperti site speed, namun bukan faktor tersendiri (khusus) yang mempengaruhi ranking.

Sumber:

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/amp-google/

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist.

Write A Comment