Pekerjaan seorang SEO sehari-hari sudah banyak sekali. Melakukan technical audit, membuat rekomendasi dan berbicara dengan web developer untuk implementasi itu, mempersiapkan konten, mempersiapkan report, dan masih banyak lagi!

Oleh karena itu, kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk terlalu mengkhawatirkan 5 (lima) hal ini dalam pekerjaan kita sehari-hari. Tujuannya, agar kita bisa fokus untuk melakukan aktivitas yang lebih signifikan untuk meningkatkan performa SEO website kita. Akan sia-sia sekali kalau waktu kita kalau terlalu banyak dipakai untuk mengkhawatirkan hal-hal berikut ini:

1. Jumlah Backlinks ke Website Kita

Terkadang, jumlah backlinks itu tidak selalu sejalan dengan performa SEO kita. Coba saja lihat di SERP (Search Engine Result Page), banyak website yang sebenernya tidak punya banyak backlinks kok, tapi ada di ranking teratas.

Jangan lupa tentang cara kerja mesin pencari, bahwa backlinks digunakan sebagai bentuk vote dan rekomendasi dari sebuah website untuk website lainnya. Kadangkala, ini yang kita sering lupa: terlalu fokus pada jumlah backlinks, dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan backlinks sebanyak-banyaknya.

Mungkin teman-teman pernah mendengar teknik-teknik backlinks menggunakan GSA, SEnuke, Xrumer, atau tools SEO lain, yang cara kerjanya adalah dengan membuat unnatural backlinks. Satu kali klik di software-nya, kita bisa mendapat ribuan backlinks, tapi sebenarnya berasal dari website yang tidak berkualitas, sehingga tidak memberikan nilai vote dan rekomendasi untuk website kita. Bukan itu kan yang diinginkan?

Atau teknik-teknik backlinks menggunakan PBN (Private Blog Network), misalnya dengan memanfaatkan aged/dropped/expired domain untuk membuat jaringan blog kita sendiri.

Apakah teknik-teknik memperbanyak jumlah backlinks dengan cara-cara di atas sesuai dengan konsep vote dan rekomendasi yang diinginkan oleh Google? Katakanlah, saya mau supaya saya dianggap jago masak. Kemudian, saya berpura-pura jadi orang lain, kemudian bilang “Ridho jago masak lho!”

Sangat tidak masuk di akal, baik secara konseptual atau logika, bahwa kita di-vote dan direkomendasikan oleh diri kita sendiri seperti itu bukan?

Jadi jangan terlalu khawatir dengan jumlah backlinks. Yang justru perlu dikhawatirkan/difokuskan, adalah bagaimana kita bisa membuat konten yang link worthy, alias bisa jadi referensi bagi audiens kita. Mulailah habiskan lebih banyak waktu untuk memperhatikan kebutuhan audiens, apa yang sedang mereka bicarakan, apa topik yang lagi hype, dsb.

Contohnya misalnya ada beberapa perusahaan yang menghabiskan banyak waktu untuk melakukan riset dan menampilkan hasilnya, sehingga hasil riset itu bisa menjadi referensi bagi media, bagi pembaca, di industrinya. Itulah konsep backlinks yang sesungguhnya.

Seorang blogger Indonesia membuat TheProductGuy.co, menulis konten yang data-driven, tentang jumlah startup Indonesia yang didirikan oleh wanita. Lihat berapa banyak backlinks yang datang secara natural. (Redaksi SEODaily ID)

2. Jumlah Kata di Konten (Word Count)

Ada banyak sekali rekomendasi yang beredar di luar sana: kalau membuat konten yang SEO friendly harus 1,000 kata, 1,500 kata, minimal 500 kata. Percaya deh, yang penting itu bukan jumlah katanya, tapi bagaimana konten yang kita buat bisa menjawab apa yang ingin dicari (search intent) oleh pengguna search engine.

Memang benar, bahwa konten yang memiliki jumlah kata lebih banyak, memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan traffic dari berbagai macam variasi queries atau keywords. Tapi ini dengan satu catatan, kontennya harus enak dibaca dan memiliki manfaat/value untuk audiens. Kalau kontennya hanya panjang saja, tidak ada isinya, kelihatan cuma sekedar untuk dipanjangkan saja, ini tidak memberikan hasil apa-apa.

Bahkan untuk beberapa tipe search queries, yang pengguna butuhkan justru konten yang pendek dan bite-size, yang bisa langsung dengan cepat menjawab search intent mereka.

3. Serangan dari Kompetitor (Negative SEO)

man people girl festival
(Ilustrasi: musuh siap menyerang) on Pexels.com

Ini adalah topik yang cukup hot dibicarakan di kalangan komunitas SEO. Coba cari tentang “negative SEO”, ada ratusan juta hasil di index Google.

Negative SEO ini muncul karena ada kekhawatiran dari sebagian SEO, yang menganggap bahwa kompetitor kita bisa melakukan hal-hal yang berpotensi menurunkan performa SEO kita. Misalnya, dengan cara memberikan backlinks dari website pornografi atau judi.

Padahal, seringkali yang membuat performa SEO kita turun bukan kompetitor kita. Tapi website-nya itu sendiri yang punya masalah yang belum kita atasi.

Jadi, daripada mencari alasan atau kambing hitam mengapa website kita turun, lebih baik teman-teman introspeksi diri, analisa lebih dalam tentang apa masalah yang ada di website kita sendiri.

4. Update Algoritma Google

abstract business code coder
(Ilustrasi: update algoritma) on Pexels.com

Mirip dengan nomor 3 tadi, “update algoritma” sering dijadikan alasan saat performa SEO website kita turun. Sebagian agensi SEO sering menggunakan alasan ini saat memberi laporan bahwa performa SEO website klien sedang turun. Teman-teman tidak perlu khawatir dengan ini, apalagi dijadikan kambing hitam saat performa SEO kita turun.

Google itu melakukan update bukan cuma satu dua kali, atau puluhan/ratusan kali. Tapi bisa sampai angka ribuan, setiap tahunnya. Google selalu memberi tahu kita, bahwa setiap update algoritma itu punya fokus untuk meningkatkan user experience alias pengalaman pengguna mesin pencari. Agar Google bisa memberikan hasil pencarian yang terbaik, paling berguna, dan paling sesuai dengan kata kunci yang dicari pengguna di Google.

Daripada terlalu khawatir dengan update algoritma Google, lebih baik teman-teman fokus meningkatkan user experience di website teman-teman sendiri. Dari mulai technical side, lalu konten, pikirkan bagaimana caranya kita bisa memberikan user experience pada pengunjung website kita sebaik mungkin.

5. Ranking Keyword

Hal terakhir ini mungkin kedengerannya aneh. Teman-teman pasti bertanya, “tapi kan SEO punya tujuan untuk menaikkan ranking keywords?”

Jawabannya pertanyaan itu: ya dan tidak. Ranking dari keywords yang kita targetkan memang merupakan salah satu metrics yang paling mudah untuk mengukur performa SEO kita.

Tapi kalau berhenti di sini saja dan terlalu fokus memperhatikan ranking dari satu spesifik keyword saja, optimasi yang teman-teman lakukan akan salah arah nantinya.

Ada banyak kasus, saat seorang SEO menemukan bahwa suatu keyword sangat sulit untuk dinaikin ranking-nya. Akhirnya, kita malah melakukan hal-hal yang tidak sebaiknya kita lakukan. Misalnya, dengan menambahkan backlinks.

“Ranking-nya keywords ini susah naik nih. Backlinks-nya kurang nih! Tambahin PBN lagi”. Atau, “backlink-nya kurang nih, jalanin GSA/SEnuke lagi!”

Menurut saya, lebih baik teman-teman melihat performa SEO secara keseluruhan, tidak cuma di satu keyword saja.

Belum tentu juga kalau teman-teman sudah ranking di satu keyword, keyword tersebut akan mendatangkan value buat kita. Dalam hal traffic misalnya. Kalau tidak ada orang yang mencari keyword tersebut, kita ranking satu di keyword tersebut ya tidak ada gunanya.

Atau dalam engagement atau conversion. Kalau sudah dapat banyak traffic dari keywords yang ranking tinggi itu, tapi ternyata konten kita tidak bisa menjawab search intent dari pengguna yang datang ke website kita, keywords itu tidak ada value-nya.

Lebih baik, kita lihat performa SEO secara keseluruhan, dibanding hanya melihat ranking keyword secara individual, karena value dari SEO bukan hanya di keyword ranking saja.

Penetrasi brand teman-teman di mesin pencari, jumlah traffic yang datang, engagement dari traffic tersebut ketika datang di website kita, conversion terhadap tujuan bisnis yang kita inginkan, dan tentu saja RoI (return on investment) dari SEO campaign yang kita jalankan. Itu adalah value yang bisa diberikan oleh aktivitas SEO kita. Teman-teman sudah berbelok terlalu jauh dari memberikan value dari SEO, kalau berhenti di keyword ranking saja.

Penutup

Jika teman-teman sudah bisa berhenti terlalu mengkhawatirkan kelima hal di atas, saya yakin teman-teman akan punya lebih banyak waktu untuk meningkatkan performa SEO website kita, dan memberikan value dari SEO untuk perusahaan/klien kita, dengan lebih baik.

Author

Founder & CEO, Search.Agency | Full-time learner, learning the art of convincing people online | In 2007 I got introduced to SEO and found my passion in search and performance marketing since then. I believe that marketing today is about creating the best possible experience for the audience! DailySEO ID membuka kesempatan untuk kontribusi konten/guest post seperti ini. Silakan hubungi kami untuk berkontribusi.

1 Comment

  1. Terima kasih telah berbagi konten ini Bang Ridho.
    Saya mulai lagi belajar SEO ke jalan yang benar.
    Kemarin sempat terjerumus ke jalur yg instan dan tidak bertahan lama.
    Akhirnya sadar harus memulai belajar SEO lagi untuk jangka panjang.
    Saya akan sering berkunjung ke blog ini,
    Sangat membantu 🙂

Write A Comment