Bayangkan Anda masuk ke sebuah toko fisik.

Lampunya remang-remang, produknya berserakan, tidak ada yang menyambut, dan kasirnya ada di pojok yang susah ditemukan.

Anda mungkin langsung balik badan, kan?

Nah, website yang buruk bekerja persis seperti itu. Pengunjung datang, tidak nyaman, lalu pergi tanpa beli apa-apa.

Dan yang lebih menyakitkan, mereka pergi dalam hitungan detik, sebelum sempat melihat produk Anda yang sebenarnya bagus.

Artikel ini akan membantu Anda memahami seperti apa website toko online yang benar-benar bisa menjual, apa saja yang perlu disiapkan, dan pilihan mana yang paling masuk akal untuk Anda yang masih baru dan belum punya tim.

Dulu Desain = Cantik. Sekarang Desain = Pengalaman Berbelanja.

Ada kesalahpahaman yang cukup umum di kalangan seller yang baru mau bikin website: mereka berpikir yang paling penting adalah tampilannya harus keren dan warnanya harus matching.

Itu tidak salah, tapi itu bukan yang paling menentukan penjualan.

Yang jauh lebih penting adalah apakah pengunjung merasa nyaman, mudah menemukan produk yang mereka cari, dan percaya untuk memasukkan data kartu mereka di website Anda.

Desain yang bagus adalah desain yang membuat orang betah dan akhirnya checkout, bukan sekadar desain yang enak difoto untuk konten media sosial.

6 Hal yang Membuat Website Toko Online Benar-Benar Menjual

Ini bukan teori. Ini adalah elemen yang, kalau ada, secara langsung memengaruhi berapa banyak pengunjung yang akhirnya beli.

1. Website Harus Bisa Dibuka Cepat di HP

Ini yang paling sering diabaikan, padahal dampaknya paling besar.

Riset dari Portent yang dikutip oleh Blogging Wizard menunjukkan bahwa website yang loading dalam 1 detik punya conversion rate rata-rata 3 kali lebih tinggi dibanding website yang loading-nya dalam 5 detik.

Artinya kalau website Anda lambat, dari 100 orang yang datang, Anda sudah kehilangan sebagian besar dari mereka bahkan sebelum mereka melihat produk Anda.

Untuk cek kecepatan website Anda, buka PageSpeed Insights dari Google. SEO tool ini gratis, dan hasilnya keluar dalam hitungan detik.

2. Foto Produk yang Jelas dan Jujur

Di marketplace, Anda bersaing dengan ribuan foto produk lain.

Di website sendiri, foto produk Anda adalah satu-satunya referensi visual bagi calon pembeli.

Foto yang blur, terlalu gelap, atau tidak menunjukkan detail produk adalah alasan nomor satu orang tidak jadi beli.

Tidak perlu kamera mahal.

HP terbaru dengan pencahayaan alami yang baik sudah cukup untuk menghasilkan foto yang meyakinkan.

Salah satu yang penting adalah tampilkan produk dari beberapa sudut, tunjukkan skalanya, dan kalau ada detail khusus seperti tekstur atau jahitan, ambil foto close-up-nya.

3. Deskripsi Produk yang Menjawab Pertanyaan Pembeli, Bukan Sekadar Spesifikasi

Banyak seller menulis deskripsi produk seperti brosur, terlalu panjang, penuh angka dan spesifikasi, tapi tidak menjawab pertanyaan yang sebenarnya ada di kepala pembeli.

Baca Juga:  6 Tips Mengoptimalkan Local-SEO dengan WordPress untuk Bisnismu

Pembeli skincare tidak hanya ingin tahu kandungannya apa.

Mereka ingin tahu: “Cocok tidak untuk kulit berjerawat saya? Baunya seperti apa? Berapa lama untuk terasa hasilnya?”

Tulislah deskripsi yang menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, dan Anda sudah selangkah lebih maju dari sebagian besar kompetitor.

4. Proses Checkout yang Sesederhana Mungkin

Ini adalah tempat di mana banyak penjualan “hampir terjadi” tapi akhirnya batal.

Menurut Baymard Institute, sekitar 70% pengguna e-commerce meninggalkan keranjang belanja
mereka.

Salah satu faktor penyebabnya adalah proses checkout yang terlalu panjang atau
kompleks, yang dilaporkan menyebabkan sebagian pengguna membatalkan pembelian.

Idealnya, pembeli bisa menyelesaikan pembelian dalam 3 langkah: pilih produk, isi alamat, bayar.

Pastikan tersedia minimal QRIS, transfer bank, dan dompet digital seperti GoPay atau OVO, karena ini metode pembayaran yang paling umum digunakan pembeli Indonesia.

5. Testimoni dan Ulasan yang Nyata

Di marketplace, rating bintang dan ribuan ulasan adalah bukti kepercayaan yang paling kuat.

Di website sendiri, Anda harus membangunnya dari nol.

Mulailah dengan meminta pembeli pertama Anda untuk meninggalkan ulasan, dan tampilkan testimoni tersebut di halaman produk, bukan hanya di halaman khusus “testimoni” yang jarang dikunjungi orang.

Screenshot chat WhatsApp dari pelanggan yang puas, kalau diizinkan, juga sangat efektif karena terasa lebih autentik dan relatable.

6. Informasi Toko yang Lengkap dan Mudah Ditemukan

Pembeli baru yang belum pernah dengar brand Anda butuh meyakinkan diri sendiri bahwa toko Anda nyata dan bisa dipercaya.

Pastikan ada halaman “Tentang Kami” yang cerita latar belakang bisnis Anda, nomor WhatsApp atau email yang aktif, kebijakan pengembalian barang yang jelas, dan estimasi waktu pengiriman.

Hal-hal kecil seperti ini yang membuat pembeli baru merasa aman untuk belanja pertama kali.

Dok. Elizabeth

Sekarang, Pertanyaan Besarnya: Bikin Sendiri, Pakai Web Designer, atau Pakai Platform Toko Online?

Ini pertanyaan yang hampir selalu muncul dari seller yang baru mau mulai.

Dan jawabannya tidak sama untuk semua orang karena tergantung budget, waktu, dan seberapa teknis Anda.

Mari kita bahas tiga pilihan ini.

Pilihan 1: Bikin Sendiri dengan Website Builder

Cocok untuk: Seller yang baru mulai, budget terbatas, dan mau belajar sambil jalan.

Website builder adalah platform yang menyediakan template siap pakai dan sistem drag-and-drop sehingga Anda bisa membangun website tanpa perlu tahu coding sama sekali.

Anda tinggal pilih template, ganti foto dan teks, tambahkan produk, dan website sudah bisa dipakai.

Kelebihannya jelas lebih hemat di awal karena Anda tidak perlu bayar jasa orang lain, dan Anda sendiri yang pegang kendali penuh atas perubahan kecil seperti update harga atau tambah produk baru.

Kekurangannya adalah kurva belajarnya tetap ada.

Butuh waktu beberapa hari sampai beberapa minggu untuk terbiasa, dan hasilnya mungkin belum seprofesional website yang dibuat oleh desainer berpengalaman.

Tapi untuk tahap awal membangun kehadiran online di luar marketplace, ini adalah pilihan yang sangat masuk akal.

Pilihan 2: Pakai Jasa Web Designer

Cocok untuk: Seller yang sudah punya omzet stabil, brand yang ingin tampil premium, atau bisnis dengan kebutuhan desain yang sangat spesifik.

Web designer adalah orang atau tim yang membuat website dari awal sesuai keinginan Anda.

Hasilnya biasanya jauh lebih unik, lebih personal, dan lebih sesuai dengan identitas brand Anda dibanding template siap pakai.

Baca Juga:  Bagaimana Menyederhanakan Struktur Web Internasional/Multibahasa? Ini Kata Google

Kelebihannya adalah Anda mendapatkan website yang benar-benar custom, termasuk animasi, layout, dan elemen visual yang tidak bisa Anda dapat dari template standar.

Kekurangannya adalah biayanya lebih besar, prosesnya lebih panjang (biasanya 2 sampai 6 minggu), dan setelah website jadi, Anda mungkin perlu kembali ke desainer setiap kali ingin ada perubahan besar.

Kalau Anda tidak punya tim internal, ini bisa jadi ketergantungan yang mahal jangka panjangnya.

Penting juga untuk memastikan web designer yang Anda pilih memahami SEO (Search Engine Optimization) dan kecepatan website, bukan hanya desain visual.

Website yang cantik tapi lambat dan tidak SEO-friendly akan merugikan Anda dalam jangka panjang.

Pilihan 3: Pakai Platform Toko Online (Solusi Tengah yang Sering Diabaikan)

Cocok untuk: Seller yang ingin website yang fungsional dan profesional dengan cepat, tanpa harus belajar coding atau bayar mahal ke desainer.

Platform toko online adalah kategori yang berbeda dari website builder biasa.

Ini adalah platform yang sudah dirancang khusus untuk berjualan online, lengkap dengan fitur manajemen produk, keranjang belanja, integrasi pembayaran, dan laporan penjualan yang sudah terintegrasi sejak awal.

Perbedaan utamanya dengan website builder adalah fokusnya.

Website builder adalah kanvas kosong yang bisa diisi apa saja termasuk toko online, tapi platform toko online dari awal memang dibuat untuk urusan jual-beli dan seringkali sudah bisa diintegrasikan langsung dengan marketplace yang sudah Anda pakai sebelumnya.

Kelebihannya adalah proses setup yang lebih cepat untuk kebutuhan spesifik jualan online, fitur yang lebih lengkap untuk seller, dan banyak yang sudah mobile-friendly secara default.

Kekurangannya adalah fleksibilitas desainnya biasanya lebih terbatas dibanding web designer custom, dan ada biaya langganan bulanan yang perlu diperhitungkan dalam budget operasional Anda.

Perbandingan Singkat: Mana yang Paling Cocok untuk Anda?

Bikin SendiriWeb DesignerPlatform Toko Online
Budget awalRendahTinggiMenengah
Waktu setupBeberapa hari sampai minggu2 sampai 6 minggu1 sampai 3 hari
Hasil desainStandar templateSangat customProfesional tapi terbatas
Kemudahan update mandiriMudahPerlu balik ke desainerMudah
Fitur jualan onlinePerlu setup sendiriSesuai pesananSudah lengkap dari awal
Cocok untukBaru mulai, budget minimBrand premium, sudah stabilSeller yang mau cepat aktif

Yang Paling Sering Diabaikan Seller Baru: Nama Domain

Apapun pilihan yang Anda ambil, satu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah memiliki domain sendiri.

Domain adalah alamat website Anda, misalnya www.nama-brand.com.

Ini berbeda dengan alamat gratis yang seringkali diberikan oleh platform seperti nama-brand.platform.com.

Domain sendiri terlihat lebih profesional, lebih mudah diingat, dan mengirimkan sinyal kepercayaan yang kuat kepada calon pembeli baru.

Biayanya sangat terjangkau, rata-rata Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per tahun untuk domain .com, dan ini adalah investasi pertama yang paling worth it sebelum Anda mulai membangun website.

Tidak Perlu Sempurna di Hari Pertama

Satu hal yang perlu diingat, website yang bagus dibangun secara bertahap, bukan selesai dalam semalam.

Mulailah dengan yang paling dasar, yaitu dengan menampilkan produk yang terfoto dengan baik, deskripsi yang jelas, proses checkout yang mudah, dan informasi kontak yang bisa dihubungi.

Itu saja sudah cukup untuk memulai.

Seiring waktu, Anda bisa tambahkan blog, optimasi SEO (on page, off page, hingga technical SEO), testimoni yang terus bertambah, dan fitur-fitur lainnya satu per satu.

Seller yang berhasil bukan yang website-nya paling canggih di hari pertama, tapi yang konsisten memperbaiki dan mengembangkannya dari waktu ke waktu.

Dan perjalanan itu bisa dimulai hari ini, dengan langkah sekecil apapun.

Terakhir, jika Anda memiliki pertanyaan terkait tulisan ini, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://portent.com/blog/analytics/research-site-speed-hurting-everyones-revenue.htm

https://loggingwizard.com/page-load-time-statistics/

https://baymard.com/blog/ecommerce-checkout-usability-report-and-benchmark

Author

Menulis tentang SEO, content, dan growth dengan pendekatan yang sederhana dan praktikal. Fokus pada bagaimana membangun aset digital yang benar-benar berdampak untuk bisnis.

Write A Comment