Google telah lama mendominasi market search engine secara global, menjadikannya subjek menarik bagi berbagai studi tentang perilaku pengguna.
Dalam studi terbaru yang dipublikasikan oleh National Bureau of Economic Research (NBER), ditemukan bahwa 33% pengguna Google tetap menggunakan Bing setelah dua minggu mencoba mesin pencari buatan Microsoft tersebut.
Temuan ini bisa membuka wacana baru mengenai potensi pergeseran loyalitas pengguna di tengah persaingan yang semakin ketat di industri search engine.
Metode Studi
Studi ini dilakukan oleh sekelompok peneliti dari sejumlah universitas terkemuka di Amerika Serikat, dengan tujuan utama untuk memahami seberapa besar dominasi Google sebagai mesin pencari utama di kalangan pengguna internet.
Dalam riset ini, mereka melibatkan 2.354 responden yang diuji dalam berbagai skenario untuk mengevaluasi perilaku pengguna dalam memilih mesin pencari.
Fokusnya adalah mencari tahu apa yang membuat Google tetap mendominasi, apakah karena kualitas produk, pengaturan default, atau karena faktor kebiasaan dan ketidaktahuan pengguna.
Beberapa alasan yang dipertimbangkan terkait dominasi Google antara lain:
- Kualitas internal mesin pencari Google
- Kesalahpahaman atau ketidaktahuan pengguna tentang mesin pencari alternatif
- Efek dari pengaturan default di browser
- Kemalasan atau ketidaktertarikan pengguna untuk mengganti pengaturan
- Keunggulan Google dalam pengumpulan dan pemanfaatan data
Fakta menarik: 96% dari seluruh sampel menggunakan Google sebagai mesin pencari default mereka.
Untuk menguji perilaku lebih lanjut, para responden dibagi ke dalam empat grup perlakuan:
- Grup 1 – Bebas Memilih + Petunjuk
Diberikan kebebasan memilih mesin pencari, namun dengan panduan dari peneliti tentang opsi yang tersedia. - Grup 2 – Insentif Jangka Pendek
Diberi $10 untuk mengganti mesin pencari mereka ke Bing selama 2 hari. - Grup 3 – Insentif Jangka Menengah + Survei
Diberikan kesempatan untuk mendapatkan insentif antara $1–$25 jika mau menggunakan Bing selama 2 minggu, serta bersedia mengisi survei. - Grup 4 – Kontrol
Tidak diberikan intervensi apa pun dan tetap menggunakan pengaturan default mereka.
Hasil dan Temuan Studi
Dari hasil studi yang dilakukan, ditemukan bahwa 33% responden dari grup yang menggunakan Bing selama 2 minggu tetap melanjutkan penggunaan Bing setelah masa uji coba berakhir.
Angka ini cukup signifikan, mengingat mayoritas peserta awalnya merupakan pengguna setia Google.
Dari survei lanjutan yang dilakukan oleh peneliti terhadap grup tersebut, didapatkan dua temuan menarik:
- 64% responden menyatakan bahwa Bing ternyata lebih baik dari yang mereka bayangkan sebelumnya.
- 59% merasa sudah terbiasa menggunakan Bing sebagai mesin pencari harian mereka.
Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap Bing bisa berubah secara positif hanya dalam waktu singkat, asalkan pengguna diberi insentif dan waktu untuk mencoba secara aktif.
Implikasi Studi
Secara teknis, beralih dari Google ke mesin pencari lain seperti Bing sangatlah mudah, cukup dengan mengetik bing.com di browser atau mengganti pengaturan default mesin pencari.
Namun, dalam praktiknya, dominasi Google yang sangat kuat membuat banyak pengguna enggan berpindah, meskipun mereka mungkin memiliki keluhan terhadap Google.
Reputasi, kebiasaan, dan kenyamanan yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun menjadi penghalang utama bagi pengguna untuk mencoba alternatif.
Tapi studi ini membuka mata bahwa ketika pengguna diberikan pengalaman langsung yang cukup, banyak dari mereka bisa beradaptasi dan bahkan mulai menyukai alternatif seperti Bing.
Dalam konteks yang lebih luas, temuan ini relevan di tengah tekanan regulasi dan berbagai kasus hukum yang sedang dihadapi Google di sejumlah negara.
Jika perubahan kebijakan atau eksposur media mendorong pengguna untuk mencoba mesin pencari lain, bukan tidak mungkin pangsa pasar Google akan perlahan tergerus, dan Bing, atau mesin pencari lainnya, bisa mengambil peluang tersebut.
Jangan Lupa untuk Mengoptimasi Bing
Dalam dunia SEO, terlalu fokus pada Google memang wajar, mengingat dominasinya yang sangat kuat, terutama di pasar seperti Indonesia.
Namun, SEO tidak hanya tentang Google. Mesin pencari lain seperti Bing juga memiliki potensi, apalagi jika kita melihat tren yang mulai bergeser dan studi yang menunjukkan adanya adaptasi pengguna terhadap platform ini.
Studi ini bisa menjadi katalis perubahan, di mana pengguna mulai mempertimbangkan mesin pencari alternatif setelah mencobanya secara langsung.
Artinya, sebagai praktisi SEO, kita juga perlu meluaskan strategi optimasi ke luar ekosistem Google, termasuk ke Bing dan mesin pencari lainnya.
Mulailah dengan:
- Mendaftarkan situs Anda ke Bing Webmaster Tools
- Mengoptimasi struktur dan metadata yang sesuai dengan standar Bing
- Memastikan situs Anda mudah di-crawl dan relevan untuk pencarian non-Google
Dengan begitu, Anda tidak hanya memaksimalkan potensi dari Google, tetapi juga siap menyambut peluang baru dari audiens yang mungkin datang melalui Bing.
1 Comment
Bingung sama Bing, ada website yang bagus posisinya di Google tetapi tidak muncul di Bing, ga tau mental kemana. Sebaliknya, punya web yang ga’ nongol-nongol di Google… eeh malah bisa laman 1 pencarian di Bing.. 😁