Non-commodity content menjadi istilah yang cukup hangat didiskusikan di dunia SEO saat ini.
Google memperkenalkan terms ini bersama dengan commodity content di Google Search Central dan bertujuan untuk “berperang” dengan konten umum dan bersifat generik.
Berikut penjelasan lengkap tentang non-commodity content.
Daftar Isi
Apa Itu Non-Commodity Content?
Non-commodity content adalah konten yang bersifat pengalaman, otentik, dan tidak mudah untuk dibuat oleh AI.
Dalam konten jenis ini, perlu banyak data, pengalaman yang legit, dan keahlian dalam pembuatannya.
Ciri-Ciri Non-Commodity Content
Berikut adalah ciri-ciri dari non-commodity content:
- Pembuat kontennya memiliki expertise, bisa dalam bentuk gelar, sertifikasi, pengalaman, dsb.
- Terdapat information gain dan sudut pandang unik yang tidak ditemukan di konten lainnya di internet
- Menjawab pertanyaan secara spesifik
Contoh Non-Commodity Content
Berikut adalah contoh non-commodity content:
- Testimoni pelanggan
- Pengalaman nyata, contoh: pengalaman simak UI untuk S2 (https://www.farisyudza.com/pengalaman-mengikuti-simak-ui-pascasarjana-bukan-simak-ui-namanya-kalau-tidak-menantang/)
- Riset dengan data primer, baik itu riset ilmiah atau non ilmiah. Data berasal dari survei, wawancara langsung, dsb. Seperti artikel jurnal ilmiah
- Tutorial spesifik seperti menghitung berapa perjalanan dari Merak ke Bakauheni dengan berenang
Manfaat Non-Commodity Content
Karena bersifat orisinil dan ada unsur otentik, expertise, non-commodity content dapat menunjukkan E-E-A-T situs Anda.
2. Tidak Mudah Di-Copas Kompetitor
Non-commodity content tidak mudah di-copas oleh kompetitor karena tidak semua kompetitor memiliki sumber daya untuk membuat konten seperti studi kasus, wawancara, dan juga pengalaman unik.
3. Memperkuat Branding
Jika branding Anda dibangun dengan E-E-A-T, maka non-commodity content adalah resep yang bagus untuk membangun hal ini.
Menunjukkan expertise atau keahlian serta membangun kepercayaan bisa dilakukan dengan membuat non-commodity content seperti pengalaman langsung.
Kelemahan Non-Commodity Content
Meski ada manfaat dan didorong, terdapat beberapa kelemahan non-commodity content seperti:
1. Berpotensi Minim Pencarian
Karena terlalu spesifik dan unik, non-commodity content berpotensi memiliki demand pencarian yang rendah.
Perlu mengulik pain point untuk mengetahui apakah non-commodity content ini banyak demand-nya atau tidak.
2. Butuh Effort Besar
Karena ada unsur keahlian, perlu effort yang lebih besar untuk membuat konten seperti ini, seperti merekrut ahli, membuat informed consent untuk mendapatkan testimoni, dsb.
Tips Membuat Commodity Content
1. Rekrut Orang yang Punya Keahlian di Topik
Ini tips paling umum untuk membuat non-commodity content. Cari orang yang ahli di bidang tertentu.
Paling tidak, jika orangnya tidak bisa membantu menulis, mereka bisa membantu untuk memvalidasi konten yang kamu buat.
2. Lakukan Survei atau Wawancara Langsung
Buat survei yang menarik atau wawancara langsung, misalnya dengan ahli internal di kantor.
Misalnya, jika Anda bekerja di perusahaan bank, maka tidak ada salahnya untuk bertanya pada bankir untuk mendapatkan POV unik.
3. Jangan Andalkan Modalitas Teks saja
Maksimalkan semua modalitas (teks, audio, visual), jangan hanya fokus di teks saja.
Tidak semua orang bisa dipersuasi hanya dengan teks saja. Terkadang, butuh sentuhan audio dan visual agar bisa mendapatkan kepercayaan.
4. Cantumkan Referensi
Referensi bisa menjadi pembeda dalam konten.
Konten yang dibangun berdasarkan referensi yang kuat seperti jurnal ilmiah, sumber data sekunder yang kuat seperti lembaga pemerintah bisa memperkuat kepercayaan pada konten.
Ayo Buat Non-Commodity Content!
Non-commodity content dapat menunjukkan E-E-A-T di situs Anda serta tidak mudah untuk di-copas oleh kompetitor.
Jadi, sebaiknya Anda membuat konten seperti ini, meskipun effort-nya tidak semudah membuat commodity content.
Memiliki pertanyaan terkait? Silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi: