Memiliki website tidak lepas dengan yang namanya artikel, apalagi sekarang setiap perusahaan sudah mulai melek dengan yang namanya content marketing (pemasaran konten).

Tapi yang perlu teman-teman ingat, pembuatan artikel bukan hanya sekedar menulis kata-kata menjadi kalimat, namun juga harus memperhatikan para pembaca dan juga jangan melupakan search engine optimization (SEO).

Memang banyak blogger di luar sana yang mengatakan bahwa membuat artikel itu mudah, tinggal tulis.

Namun itu artinya mereka hanya mengejar keuntungan pribadi saja tanpa memperhatikan kualitas artikel itu sendiri.

Bukan hanya artikel yang bermanfaat ataupun berkualitas, kita juga diharuskan untuk mampu menulis artikel yang mudah dibaca dan dipahami oleh pengunjung situs.

Jadi apa itu sebenarnya artikel SEO dan bagaimana cara buatnya? Yuk baca tulisan ini hingga selesai!

Baca juga: Apakah Banyaknya Gambar di Halaman Web Menaikkan Ranking Google Search?

Apa itu Artikel SEO?

Untuk menjawabnya kita harus memahami dulu dua hal ini:

SEO: Singkatan dari Search Engine Optimization, merupakan serangkaian proses optimasi situs web agar mudah ditemukan di search engine (mesin telusur).

Artikel: Sebuah karya tulis yang dibuat lengkap dengan panjang tertentu untuk menyampaikan informasi dan dipublikasikan di media cetak maupun media daring.

Jadi bisa disimpulkan, artikel SEO adalah sebuah konten berbentuk tulisan yang dibuat dengan tujuan untuk mendatangkan trafik dari search engine.

Seperti tulisan yang sedang Anda baca ini, dibuat untuk memberikan informasi sekaligus bertujuan untuk mendatangkan pengunjung / pembaca.

Lalu, Bagaimana Cara Menulis Artikel SEO Friendly?

Supaya mudah dipahami dan lebih runut, berdasarkan pengalaman serta kutipan dari sumber-sumber kredibel, Anda bisa coba ikuti langkah-langkah di bawah ini:

0. Mulailah dengan Niat dan Teknik Menulis untuk Menarik Pembaca, Bukan Demi Traffic SEO

Ini serius. Banyak saya temukan “artikel SEO” yang sama sekali tidak enak dibaca. Terlalu fokus di aspek “SEO”-nya, sehingga aspek “artikel”-nya sangat lemah.

Hal paling pertama yang perlu teman-teman lakukan menulis sehingga bisa membuat pembaca mendapatkan inti informasi yang ingin disampaikan di artikel itu.

Teknik menulis artikel yang menarik pembaca bukanlah fokus artikel ini, jadi teman-teman bisa lanjutkan baca beberapa tips menulis konten blog dari sini, sini, dan sini, yang memberikan tips dari menentukan audiens, mencari topik, serta penulisannya.

Baca Juga:   Apakah Meta Description Memengaruhi Ranking di Google Search?

1. Lakukan Keyword Research (Riset Kata Kunci)

Cara menulis artikel agar SEO friendly yang pertama adalah dengan melakukan keyword research terlebih dahulu.

Keyword research merupakan kegiatan yang tidak mungkin dilewatkan ketika Anda ingin membuat halaman web hingga penulisan artikel.

Karena tanpa keyword research, bisa jadi topik artikel yang Anda tulis tidak ada yang mencari di Internet. Setelah capek-capek menulis, itu hanya menjadi tumpukan pakaian usang dan tertutup debu, maksudnya artikel tersebut tidak ada yang mencarinya di situs pencari dan tidak mendatangkan trafik bagi situs Anda.

Sia-sia bukan?

Untuk melakukan keyword research yang Anda perlukan adalah SEO tools baik yang gratis maupun yang berbayar.

Tools keyword research berbayar antara lain:

riset keyword
Keyword – Ahrefs

Anda juga bisa melakukan keyword research menggunakan produk Google seperti:

  • Google Keyword Planner
  • Google Search Suggestion
  • Google Search Related Search
Google Autocomplete
Google Autocomplete

Selengkapnya tentang keyword research, silahkan baca halaman riset kata kunci ini.

2. Optimasi Metadata dengan Tepat

Metadata
Metadata – Metatags.org

Setelah Anda menemukan keyword yang ditargetkan, pastikan keyword tersebut dimasukkan ke dalam metadata seperti di title tag, meta description, URL, hingga heading tags.

Detail masing-masing ini ada di poin-poin selanjutnya, tapi intinya usahakan jangan terpaku pada keyword atau over optimized, karena hal itu akan membuat tulisan kita terkesan kaku. Lagipula kita bukan membuat tulisan untuk mesin melainkan untuk manusia.

Contoh title tag yang over optimized (kaku karena terpaku pada keyword):

“Apa itu Pengertian Foto Adalah? Jenis Foto, Cara Memfoto yang Bagus”.

Akan lebih baik jika menuliskannya seperti: “Foto: Pengertian, Jenis, dan Cara Memfoto yang Bagus”.

Selain keyword-nya tetap dimasukkan, title tag-nya pun mudah dimengerti, tetap masuk akal dan mengalir untuk dibaca.

3. Buatlah Meta Title yang Menarik

Meta Ttile
Meta Ttile – Stanventures.com

Meta title bukan hanya menjadi elemen penting untuk SEO, namun juga penting untuk users (para pengguna).

Meta title yang menarik dan deskriptif dapat menjadi senjata ampuh agar users mengklik artikel Anda ketimbang kompetitor.

Selanjutnya, meskipun tidak angka pasti dari Google, namun usahakan panjang meta title Anda antara 50-60 karakter.

Jangan juga terlalu berlebihan menempatkan keyword seperti yang sudah dijelaskan pada poin kedua.

4. Optimasi Meta Description

Meta Description
Meta Description – Search Engine Watch

Setelah meta title, yang harus Anda perhatikan untuk membuat artikel SEO friendly adalah meta description.

Karena dengan meta description yang dioptimasi dengan baik mampu meningkatkan click-through rate (CTR) halaman artikel Anda.

Meta description sendiri memiliki peran yang cukup signifikan dalam optimasi artikel SEO, karena ia merupakan rangkuman dari keseluruhan artikel.

Baca Juga:   Apakah Bounce Rate Merupakan Faktor Ranking Google?

Anda bisa memasukan keyword dan kalimat deskriptif yang mengajak users untuk mengklik artikel Anda.

Untuk jumlah kata meta description yang direkomendasikan adalah 160 karakter, dan kembali saya ingatkan untuk tidak terlalu over optimized dengan menumpuk keyword.

5. Gunakan Heading Tags

Heading Tags
Heading Tags – Seoptimer

Yang kelima agar artikel Anda semakin SEO friendly adalah dengan menambahkan heading tags ke dalam artikel.

Heading tags atau juga dikenal dengan header tags digunakan untuk memisahkan headings dengan subheadings.

Daftar heading tags antara lain: H1, H2, H3, H4, H5, dan terakhir H6, di mana H1 biasanya otomatis menjadi judul artikel ketika kita menggunakan CMS WordPress.

Heading tags yang relevan tidak hanya membantu search engine memahami konten Anda lebih dalam, namun juga membantu users mengerti apa yang sedang mereka baca, di posisi mana, dan tentang apa, sehingga menghasilkan engagement yang baik.

6. Penerapan Struktur Konten

Struktur Artikel
Struktur Artikel – Textblog

Apabila heading tags telah digunakan dan diterapkan dengan tepat, maka terciptalah struktur konten yang baik.

Struktur konten yang baik tidak hanya menjadikan artikel Anda mudah untuk dibaca, tetapi juga membantu Anda ketika melakukan pembaruan tulisan.

Tentunya hal ini akan menghemat waktu Anda tanpa perlu pusing mencari-cari bagian mana yang harus diperbarui.

Contoh sederhana dari struktur konten artikel adalah:

  • Paragraf Pembuka
  • Isi
  • Paragraf Penutup

Sederhana tapi berguna ya kan?

7. Gunakan Paragraf yang Tidak Terlalu Panjang

Short Sentences
Short Sentences – Yoast

Short sentences (Kalimat pendek) bukan sekedar saran notifikasi ketika Anda menggunakan plugin SEO di WordPress, karena penggunaan kalimat pendek ini membuat tulisan Anda lebih mudah dibaca.

Dan readability (keterbacaan) adalah salah satu hal penting untuk SEO.

Google sangat suka menampilkan konten berkualitas, begitupun orang-orang suka untuk membaca dan membagikan artikel berkualitas.

Kalimat yang terlalu panjang lebih sulit untuk dicerna otak. Dan jika kalimat panjang ini dibuat berurutan, mungkin para pembaca akan sulit memahami maksud dari tulisan tersebut.

Dan itu bukanlah hal yang kita harapkan.

Jadi, coba mulailah menulis artikel dengan panjang kalimat yang padat dan jelas, jangan terlalu panjang dan jangan terlalu pendek.

8. Mengoptimasi Gambar

Alt Text Image
Alt Text Image – Wpbeginner

Supaya artikel yang Anda tulis semakin kaya informasi, biasanya Anda akan menambahkan gambar di dalamnya.

Tapi Anda perlu tahu bahwa search engine tidak dapat melihat gambar yang Anda lampirkan.

Search engine menggunakan alt text untuk memahami konteks dari sebuah gambar.

Baca juga: Apakah Alt Text di Image Mempengaruhi Ranking Google Search?

Oleh karena itu Anda diharuskan memasukkan alt text ke dalam gambar, menuliskan nama file gambar yang sesuai, menambahkan title dan juga caption.

Baca Juga:   Apakah Alt Text di Image Memengaruhi Ranking Google Search?

Alt text sendiri tidak akan terlihat oleh users kecuali gambar tersebut gagal ditampilkan, maka alt text tadi akan terlihat di browser pengunjung.

Contoh kode alt text di HTML:

<img src=”mawar-merah.jpg” alt=”bunga mawar merah”/>

9. Tambahkan Schema Markup

Schema Markup
Schema Markup – Twimg.com

Langkah selanjutnya agar artikel Anda semakin SEO friendly adalah dengan menambahkan schema markup.

Google sendiri mengatakan bahwa menambahkan schema markup (structured data) ke dalam halaman artikel dapat memperbesar peluang situs Anda tampil di Google Search Results.

Contoh schema markup:

<script type="application/ld+json">
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "Article",
  "mainEntityOfPage": {
    "@type": "WebPage",
    "@id": "https://www.dailyseo.id/berita/memperkenalkan-daily-seo-id/"
  },
  "headline": "Memperkenalkan DailySEO ID",
  "description": "DailySEO ID resmi lahir! Kenapa blog ini dibuat, dan apa yang bisa teman-teman harapkan dari blog ini?",
  "image": "https://i0.wp.com/www.dailyseo.id/wp-content/uploads/2021/11/pexels-photo-67112.jpeg?fit=1880%2C1250&ssl=1",  
  "author": {
    "@type": "Person",
    "name": "Ilman Akbar",
    "url": "https://www.dailyseo.id/author/ilmanakbar/"
  },  
  "publisher": {
    "@type": "Organization",
    "name": "DailySEO.ID",
    "logo": {
      "@type": "ImageObject",
      "url": "https://www.dailyseo.id/wp-content/uploads/2021/11/Logo-DailySEO-small.png"
    }
  },
  "datePublished": "2021-11-22",
  "dateModified": "2021-11-22"
}
</script>

Jika Anda bingung bagaimana cara membuat schema markup, silahkan kunjungi halaman schema markup generator di sini.

10. Membuat Slug URL yang Simple

Anatomy URL
Anatomy URL – Ahrefs

Mungkin banyak dari praktisi SEO yang mengabaikan susunan URL, namun tidak ada salahnya Anda mencoba membuat slug URL yang simple.

Mengutip Moz, URL yang simple, relevan, dan dibuat seakurat mungkin adalah salah satu cara untuk membuat users dan search engine memahami halaman artikel dengan lebih baik.

Gunakan kata-kata yang mudah dibaca, meskipun URL bisa saja mengandung kode dan nomor ID.

Seperti yang sudah saya jelaskan di tulisan saya yang lainnya, semakin baik search engine memahami halaman web, maka akan semakin baik pula potensi kesuksesan optimasi SEO Anda.

Penutup

Mungkin ada dari teman-teman SEO yang bertanya:

Apakah artikel yang tidak menerapkan cara-cara di atas bisa mendapatkan trafik yang tinggi di search engine?

Jawabannya, bisa saja.

Karena faktor SEO itu bukan cuma dari aspek artikel, tetapi masih ada aspek-aspek lainnya seperti site speed, mobile friendly, security (SSL) site, dan yang lainnya.

Ketika aspek-aspek lainnya dioptimasi, maka penulisan artikel dengan tips di atas berpeluang lebih besar mendapatkan trafik yang lebih tinggi di search engine.

Harap diingat, SEO itu bukan matematika, kita hanya perlu memahami bagaimana cara kerja search engine dan menerapkan panduan SEO yang sudah disediakan oleh Google sendiri.

Jika ada yang bilang “rahasia master SEO”, bisa dipastikan itu hanya bualan belaka!

Terakhir,

Bagaimana? Kapan Anda akan mulai menerapkan tips di atas? Dan jika dirasa bermanfaat, silahkan share artikel ini ke teman-teman Anda!

Sumber:

Author

SEO Learner | Jr. SEO Specialist at Farmaku & DokterSehat | SEO Freelancer | First time meet SEO in 2014 and diving more deeply in 2019.

1 Comment

Write A Comment