Mungkin teman-teman DailySEO ID pernah mendapati report di salah satu SEO tool yang memperlihatkan code to text ratio (low text-to-HTML ratio) dengan keterangan “warning”.

Report ini menginformasikan persentase jumlah kata dari konten yang Anda miliki dibandingkan dengan persentase code (HTML) dari satu web page.

Code to text ratio ini adalah sebuah ide yang telah didukung oleh banyak para praktisi SEO profesional ketika mencari tahu jumlah kata yang tepat untuk menghadirkan user experience (UX) yang baik.

Siapapun yang sedang atau telah membuat sebuah website tahu bahwa code to text ratio yang buruk akan berdampak negatif pada sisi UX, indexing halaman web, hingga page speed.

Namun apakah code text to ratio ini benar-benar menjadi faktor ranking penting untuk search engine? Mari kita cari tahu jawabannya bersama.

Baca juga: Update Algoritma Google Terbaru 31 Maret 2022: Page Experience untuk Desktop Ranking hingga Google Search Console URL Inspection API

Klaim: Code to Text Ratio Merupakan Faktor yang Memengaruhi Ranking di Google Search

Ada beberapa orang SEO yang menganggap code to text merupakan sebuah faktor ranking di search engine, disamping digunakan untuk meningkatkan user experience.

Mereka melanjutkan bahwa code to text ini digunakan search engine dalam menentukan relevansi halaman web. Jadi, ketika teman-teman memiliki code to text ratio yang rendah (jumlah kata yang sedikit di halaman web), itu artinya Anda telah membuat bot crawler “bingung”.

Baca Juga:   Apakah Click Depth Memengaruhi Ranking di Google Search?

Mengapa bisa “bingung”? Hal ini dikarenakan bot crawler tidak memiliki cukup informasi untuk dapat menentukan konteks dan tentang apa halaman tersebut.

Masuk akal bukan?

Tapi benarkah seperti itu? Mari kita cek faktanya terlebih dahulu.

Baca juga: Panduan Lengkap Google Analytics untuk SEO: GA4 dan Universal Analytics

Bukti: Apakah Code to Text Ratio Merupakan Salah Satu Faktor yang Memengaruhi Ranking?

Kembali ke pertanyaan pada judul tulisan ini, apakah code to text ratio memengaruhi ranking di Google Search?

Pada tanggal 18 Maret 2018, John Mueller, Senior Webmaster Trends Analyst di Google mengonfirmasi di acara Google Webmaster Office Hours Hangout yang menginformasikan bahwa code to text ratio bukanlah faktor ranking.

John Mueller menjelaskan ada beberapa website yang menggunakan HTML lebih banyak secara persentase, sementara yang lainnya lebih sedikit. John melanjutkan,

“Hal ini lebih kepada masalah preferensi desain, dan bagaimana Anda mengatur berbagai hal pada website Anda.”

Haruskan Anda Memberi Perhatian Lebih Terkait Code to Text Ratio?

John Mueller telah menjawab jika code to text bukanlah ranking faktor, namun apakah masih tetap relevan untuk diperhatikan di dalam proses SEO?

Jawaban singkatnya adalah ya, masih relevan.

Report yang ada pada code to text ratio memberitahu Anda jika website yang Anda memiliki bloated HTML yang bisa membuat halaman web menjadi lebih lambat untuk dibuka, khususnya pada mobile device.

Anda bisa melihat keterkaitan SEO dengan user experience di tab Core Web Vitals di Google Search Console.

tab core web vitals mobile
Tab core web vitals mobile – Search Engine Journal

Report ini dapat membantu menghubungkan poin-poin penting antara konten dengan page speed. Report ini juga menyajikan data seberapa lama waktu load untuk menampilkan konten, bagaimana load-nya, dan layout shifts (perubahan/pergeseran tata letak).

Baca Juga:   6 Tips Optimasi JavaScript, Agar SEO Sukses Kerja dengan Web Developer

Pada intinya, report ini dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi area website mana yang membuat pengguna pergi terlalu cepat hingga tidak convert.

Baca juga: 9 Tips Menulis Judul Artikel yang Menarik untuk Diklik User

Seperti Apa Code to Text Ratio yang Baik?

Code to text ratio yang baik secara persentase adalah antara 25-70% teks dibandingkan dengan elemen non-visible.

Bagaimana Cara Meningkatkan Persentase Code to Text Ratio?

Kunci dalam meningkatkan code to text ratio adalah dengan membuat user experience yang lebih baik.

Mulai dengan memastikan jika code HTML Anda adalah valid. Teman-teman bisa mengeceknya di tool seperti W3C Markup Validation.

Selanjutnya, evaluasi page speed web Anda dan tentukan poin mana yang mungkin untuk diperbaiki.

Anda juga bisa menghapus code yang tidak dibutuhkan seperti white spaces, tab, comments, dan seterusnya. Jika memungkinkan, hindarilah penggunaan table karena table menciptakan banyak code di HTML.

Terakhir, hapuslah teks yang tersembunyi dari mata user, lalu resize dan compress gambar yang akan dimasukkan ke dalam web, dan berusaha untuk membuat ukuran halaman web Anda di bawah 300kb.

Baca juga: Apakah Click-Through Rate (CTR) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Kesimpulan: Code to Text Ratio TIDAK DAPAT MEMENGARUHI RANKING

Jadi, berdasarkan fakta dan bukti di atas, maka code to text ratio adalah bukan termasuk faktor yang dapat memengaruhi ranking di Google Search.

Walaupun, teman-teman harus menggunakan code to text ratio ini sebagai panduan dalam menentukan kualitas coding dan page load speed.

Mari bersama-sama membangun industri SEO di Indonesia yang sehat tanpa trik spammy, dan silakan ajukan pertanyaan seputar SEO dan Digital Marketing di grup Telegram DailySEO ID, yuk gabung di sini!

Sumber:

Baca Juga:   Apakah Banyaknya Gambar di Halaman Web Menaikkan Ranking Google Search?

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/code-to-text-ratio/

Author

SEO Learner | Jr. SEO Specialist at Farmaku & DokterSehat | SEO Freelancer | First time meet SEO in 2014 and diving more deeply in 2019.

Write A Comment