Apa tujuan yang Anda pikirkan ketika Anda merasa perlu untuk fokus berinvestasi di Search Engine Optimization (SEO)?

Biasanya, secara umum jawabannya satu: untuk mendapatkan ranking tinggi di Search Engine Results Page (SERP).

Meskipun mendapatkan ranking tinggi merupakan salah satu metric penting dalam SEO, SEO sebenarnya bisa memberikan dampak yang lebih daripada itu. SEO harus memiliki peran terhadap peningkatan bisnis.

Artinya apa?

Artinya, apapun keperluan Anda saat berinvestasi di SEO, entah untuk memajukan startup atau menggunakannya sebagai salah satu channel digital marketing di perusahaan, maka Anda harus punya yang namanya target yang besar dan jelas dalam benak Anda.

Di tulisan kali ini, DailySEO ID akan akan menjelaskan 6 tujuan SEO untuk bisnis yang bisa Anda coba implementasikan untuk bisnis Anda.

Apa saja? Mari kita mulai dari yang pertama.

Disclaimer: konten ini menampilkan beberapa tujuan SEO yang paling umum digunakan oleh bisnis. Masih ada lagi tujuan-tujuan SEO lainnya yang belum dibahas di sini.

1. Meningkatkan Traffic Website

Meningkatkan traffic ke website adalah alasan paling umum mengapa para entrepreneur memasarkan bisnisnya menggunakan SEO, selain untuk mendapatkan ranking lebih tinggi (yang juga untuk mendatangkan traffic lebih banyak)

Menggunakan tujuan SEO ini, pemilik bisnis ingin mendatangkan ribuan audiens tanpa harus mengeluarkan uang banyak untuk membayar ads (iklan).

Untuk alasan di ataslah kebanyakan site owner yang ingin mendatangkan banyak traffic ke website-nya lebih memilih high-volume keyword (kata kunci dengan volume pencarian tinggi).

Mereka lebih tertarik untuk menargetkan short-tail keyword (kata kunci singkat) seperti “bakso ikan” atau “nugget ayam” yang memiliki volume pencarian tinggi dan jangkauan daerah yang luas (dicari oleh orang-orang dari seluruh Indonesia).

Apakah menargetkan high-volume keyword itu bagus? Sayangnya tidak selalu.

Mengapa?

Karena kebanyakan startup dan website skala kecil akan mendapatkan kesulitan dalam mendapatkan ranking untuk high-volume keyword ini.

Mereka harus berhadapan langsung dengan perusahaan raksasa yang sudah jelas sangat kuat baik dari sisi brand recognition hingga budget marketing-nya.

Baca Juga:   5 Daftar Indikator Performa Technical SEO dalam Google Search Console

Short-tail keyword juga tidak akan memberikan benefit apa-apa bagi bisnis Anda karena maknanya yang terlalu melebar alias tidak spesifik, sehingga Google pun menampilkan berbagai website dengan isi yang bervariasi.

Sebagai contoh, jika ada user yang mengetikan query “bakso ikan”, Google mungkin akan menampilkan konten yang membahas tentang “resep bakso ikan” padahal user tersebut sedang mencari “brand bakso ikan”.

Jadi, jika mendatangkan dan meningkatkan traffic adalah tujuan utama Anda, maka jangan terlalu fokus dengan high-volume keyword, tapi pertimbangkan juga faktor lainnya seperti organic competition dan search intent.

Oleh karena itu cobalah untuk menemukan keyword yang dicari secara rutin (bukan musiman) oleh audiens Anda (walaupun volumenya kecil) dan pertimbangkan juga dengan industri bisnis, produk, dan/atau keahlian Anda.

2. Mendatangkan Leads (Calon Pelanggan) Lebih Banyak

SEO bisa mendatangkan calon pelanggan atau prospek pembeli, sepertinya terdengar mirip dengan tujuan nomor 1 ya?

Tapi sebenarnya ada perbedaan di sini, ketika Anda menargetkan lebih banyak calon pelanggan dari SEO, maka Anda akan mencoba untuk membuat audiens yang berpotensi melakukan pembelian untuk engage (merasa terlibat), sedangkan tujuan nomor 1 tidak.

Dalam hal ini, search intent adalah “senjatanya”, apakah Anda akan menargetkan audiens dengan intent membeli namun masih mempertimbangkannya atau menargetkan audiens yang sudah tidak sabar untuk membeli.

Contoh keyword berdasarkan intent: “merek sepatu lari yang awet” merupakan keyword dengan intensi commercial (user sedang melakukan perbandingan sebelum memilih sepatu yang ingin dibeli), sedangkan “beli sepatu adinda v1 2022” merupakan keyword dengan intensi transactional, karena dia ingin bertransaksi/membeli sepatu merek Adinda v1 ini.

Pernyataan di atas membuat buyer journey (penjelajahan pembeli) atau marketing funnel (corong pemasaran) menjadi penting, khususnya dalam B2B marketing. Buatlah konten yang relevan dengan intent target audiens teman-teman.

buyer journey
Sumber: Hubspot

3. Meningkatkan Branding Perusahaan

Brand building adalah tindakan terkait membentuk, mempromosikan, atau memperkenalkan sebuah merek kepada audiens.

Kabar baik untuk Anda, SEO bisa membantu kita untuk melakukan brand building.

Apabila brand Anda sudah cukup besar dan memiliki keterkaitan dengan Apple seperti ibox, maka Anda “beruntung”. Orang-orang akan dengan mudah mengetikan “ibox” untuk menemukan toko online dan offline Anda di search engine.

Tetapi, apabila brand Anda baru dibuat atau baru sebatas small and midsize business (SMB), maka Anda perlu melakukan yang namanya brand building.

Dalam prakteknya, Anda harus memasukkan nama brand Anda dalam title & meta description tag, serta pastinya di materi iklan maupun materi marketing Anda lainnya.

Baca Juga:   Menetapkan Tujuan SEO di Perusahaan: Liputan Ngobrol Santai DailySEO ID dengan Marketing Leaders

Selain itu Anda juga bisa melakukan brand building dengan membuat konten informasi atau edukasi terkait produk atau layanan Anda, sehingga membuat audiens mulai mengenali bisnis Anda.

Hindari membuat konten yang topiknya keluar jauh dari apa yang bisnis Anda jalankan, karena hal itu hanya membuat calon pelanggan Anda bingung atau mungkin membuat kredibilitas brand Anda menurun.

4. Menyediakan Informasi Pelanggan yang Lebih Baik

SEO juga bisa membantu calon pelanggan Anda yang mungkin masih merasa asing dengan produk atau jasa dari perusahaan Anda.

Sebagai contoh, tidak asing bagi user SaaS (Software as a Service) untuk mencari solusi atas problem aplikasi yang sedang mereka gunakan di Google Search. Misalnya, mengetikkan “cara mengganti profile picture zoom.”

Hasil survey, 67% pelanggan mengatakan bahwa mereka lebih memilih untuk mencari tahu sendiri ketimbang harus berbicara langsung dengan company representative.

Oleh karena itu website Anda perlu ada memiliki halaman FAQ (Frequently Asked Questions), pusat bantuan, atau forum pelanggan, dan yang semisalnya.

Sebagai contoh lagi, jika Anda pengguna Facebook, lalu lupa bagaimana caranya mengganti privasi profil, biasanya Anda akan googling “cara mengubah privasi facebook”, maka hasilnya akan seperti ini.

cara ubah privasi fb

Brand kita mungkin tidak sebesar Facebook, namun kita tetap bisa untuk memberikan solusi atas apa yang dialami oleh pelanggan dan calon pelanggan kita.

Caranya dengan mengoptimasi halaman pusat bantuan Anda mendapatkan ranking tinggi di Google. Temukan pertanyaan berulang dari pelanggan/calon pelanggan Anda, lalu buat artikel untuk menjawab pertanyaan tersebut.

5. Berkompetisi Langsung dengan Kompetitor Besar

Salah satu hal yang menarik dari SEO adalah karena SEO merupakan salah satu cara berbiaya efisien untuk bersaing dengan kompetitor.

Untuk bisa menang bersaing di halaman pencarian Google, kata kuncinya adalah relevansi, kebermanfaatan, serta keahlian/expertise, otoritas/authoritativeness, dan bisa dipercaya/trustworthiness (Google E-A-T).

Di halaman pencarian Google, banyak perusahaan kecil hingga menengah yang sukses “menaklukan” perusahaan besar. Agar Anda mendapatkan hasil yang serupa, maka Anda harus bisa menjadi yang paling relevan dan bermanfaat bagi target audiens Anda.

Baca Juga:   Apa Itu Local SEO? Seberapa Penting bagi Keberlangsungan Bisnis?

Luangkanlah waktu untuk melakukan analisis SEO secara menyeluruh. Cek poin apa saja yang telah berhasil dilakukan oleh kompetitor Anda di Search Engine.

Lihat apakah terdapat peluang untuk mengalahkan mereka, atau mengambil peluang dengan strategi low-hanging fruit.

Teman-teman juga bisa “mensejajarkan” diri dengan kompetitor bisnis dengan membuat konten listicle, contoh: “10 Penyedia Jasa Pembersih Kaca Gedung Terbaik” kemudian memasukkan nama bisnis jasa pembersih kaca gedung Anda di dalamnya.

Ketahui pula value bisnis Anda, sehingga Anda bisa membuat konten yang relevan dan bermanfaat, namun tetap punya nilai keunikan dibanding kompetitor lainnya.

6. Meningkatkan Local Visibility (Visibilitas Lokal)

Jika Anda mempunyai bisnis toko sepatu olahraga, pasti Anda berharap nama toko Anda muncul di SERP ketika user mengetikan “toko sepatu olahraga terdekat”, atau “bengkel mobil terdekat” bukan?

Maka dari itu Anda butuh dengan yang namanya SEO, lebih tepatnya Local SEO.

Local SEO memiliki cara tersendiri untuk dapat muncul di SERP, dan ini termasuk pembuatan halaman Google Business Profile.

Untuk mendapatkan hasil optimal dengan Local SEO, Anda perlu melakukan optimasi informasi bisnis di berbagai platform online directory (Contohnya Zomato untuk usaha restoran), termasuk juga membuat halaman dan konten berdasarkan lokasi toko Anda.

Hal ini akan membuat toko fisik Anda mudah ditemukan secara online dan juga dapat menampilkan informasi secara akurat dan detail.

Penutup

Dari beberapa tujuan SEO untuk bisnis di atas, pertimbangkanlah poin yang paling penting untuk kemajuan bisnis Anda dan paling memungkinkan untuk diterapkan. Anda bisa pilih lebih dari satu dan lakukanlah secara bertahap.

Meskipun begitu, tujuan SEO Anda mungkin saja berubah di tengah jalan. Ini bisa disebabkan  sejumlah faktor seperti user behaviour (kebiasaan pengguna) yang berubah, fitur web yang berubah, situasi dan kondisi perusahaan yang berganti dan hal-hal yang semisalnya.

Demikianlah artikel mengenai tujuan SEO untuk bisnis ini, jika ada pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram di sini. Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas!

Sumber: RankScience

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist.

Write A Comment