September 2025 lalu Google mengumumkan bahwa Google AI Mode sudah hadir di Indonesia.

Lalu, apa itu AI Mode?

Bagaimana cara kerjanya?

Seperti apa cara mengoptimasinya? Yuk pelajari bersama-sama di tulisan ini!

Apa itu Google AI Mode?

Google AI Mode adalah sebuah AI search (pencarian AI) milik Google yang membantu user menanyakan apa pun yang mereka pikirkan untuk mendapatkan jawaban yang ditenagai oleh AI.

AI Mode bisa diakses di Google Search.

tab google ai mode
Dok. Screenshot

AI Mode memungkinkan user menjelajahi lebih lanjut dengan follow-up questions (pertanyaan lanjutan) dan mendapati tautan web yang bermanfaat.

Google memperkenalkannya secara resmi di Indonesia melalui postingan di blognya pada 9 September 2025.

Bagaimana Cara Kerja Google AI Mode?

Google AI Mode menggunakan Gemini untuk memberikan jawaban berbasis percakapan yang dihasilkan AI atas pertanyaan kompleks yang diketikkan user di kolom pencarian.

AI Mode ini bekerja dengan membagi kueri pengguna menjadi beberapa subtopik, mencari informasi dari berbagai sumber, lalu merangkum jawaban secara komprehensif dengan mengambil teks, gambar, dan informasi lain yang relevan dari setiap bagian sumber tersebut.

Di interface (antarmuka) AI Mode, user akan menerima ringkasan percakapan, bukan daftar tautan seperti Google Search tradisional.

Lebih lanjut lagi, user dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menyaring informasi yang mereka butuhkan.

Jika kita memfokuskan pada “berbasis percakapan”, maka cara kerja Google AI Mode ini mirip-mirip dengan ChatGPT, dkk.

Perbedaan Google AI Mode dan AI Overviews (AIO)

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul adalah apakah ada perbedaan antara AI Mode dengan AI Overviews?

Jawabannya ya, ada perbedaan.

Dua poin pembeda yang cukup mencolok yaitu:

Tab

AIO berada di tab search all/semua, sedangkan AI Mode berada di tab AI Mode secara khusus, sama seperti pada tab gambar, video, maps, hingga berita.

Respon

AI Mode memberikan respon atau jawaban yang dinamis dan kompleks melalui percakapan dengan user (sama seperti AI agent lainnya), sementara AIO memberikan respon statis dengan merangkum informasi dari berbagai sumber.

Baca Juga:  Studi: Indonesia Memiliki Coverage AI Overview Terbesar di Dunia

Tips Mengoptimasi Google AI Mode

Di SEO, yang perlu dipertimbangkan untuk kita layani itu ada dua, yaitu user dan platform-nya.

User adalah manusia, sementara platform, contohnya seperti Google Search dengan AI Mode-nya.

Mohon dicatat dengan baik, apa pun platform-nya, prioritaskanlah user agar kita tidak menghalalkan segala cara untuk mengakali dan melakukan tindakan spammy.

Kembali ke pembahasan, berikut adalah sejumlah tips optimasi Google AI Mode:

Fokus ke Audiens, Bukan Ranking

User-first SEO will follows, Google AI Mode adalah tentang user, sehingga untuk sukses di sini teman-teman membutuhkan pendekatan yang fokus kepada user.

Jawaban yang diberikan oleh AI Mode sangat dipersonalisasi, mengintegrasikan perilaku dan preferensi pengguna dari sumber Google lainnya, contohnya, Youtube dan Gmail.

Jawaban AI Mode akan dikontekstualisasikan berdasarkan kebiasaan user yang seolah-olah seperti sidik jari digital berdasarkan hal-hal berikut:

  • Riwayat pencarian dan klik.
  • Riwayat interaksi konten.
  • Lokasi.
  • Demografi.

Meningkatkan Topical Authority

Berusahalah untuk menjadi ahli di industri Anda, dalam hal ini maksudnya adalah website yang Anda kelola, atau istilah lainnya disebut topical authority.

Caranya dengan menciptakan konten yang original, ditambah dengan sudut pandang yang baru serta mengeksplorasi topik dan subtopik secara menyeluruh.

Terapkan strategi internal link halaman agar setiap halaman website terhubung satu sama lain secara natural.

Hal ini seperti menjadi peta yang memandu user dan AI bot, bukan hanya tentang bot experience tapi juga user experience (UX).

Saat menulis konten, fokuslah untuk menjelaskan informasi secara jelas, faktual, dan dengan niat untuk membantu user, bukan hanya sekedar melakukan keyword stuffing, apalagi hanya untuk mengejar Adsense.

Diversifikasi Channel

Di tahun 2025 dan di era AI ini, sebagian besar pencarian tidak hanya terjadi di search engine dan di platform AI, tapi juga di channel (kanal) lainnya seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube.

Di mana user melakukan pencarian, di situlah brand Anda perlu hadir, maka secara perlahan brand yang teman-teman kelola akan melekat di benak mereka.

Kuatkan brand presence (kehadiran merek) di berbagai channel dan berinvestasilah dalam PR digital untuk memperluas jangkauan audiens.

Diversifikasi channel ini bisa juga disebut dengan istilah Search Everywhere, di mana teman-teman berusaha agar brand yang Anda kelola hadir di setiap pencarian yang dilakukan user.

Baca Juga:  Bing akan Hadirkan Fitur Baru di Webmaster Performance Report

Semakin kuat brand presence Anda, maka semakin besar juga peluang konten website Anda dikutip oleh AI Mode.

Untuk mengetahui apa saja channel yang perlu dioptimasi, teman-teman bisa membaca artikel Platform yang Perlu Dioptimasi selain Google ini.

Membuat Konten Original dan Unik

Konten adalah raja, dan akan selalu seperti itu.

Sekadar meniru konten yang sudah ada dari para kompetitor tidak akan cukup, bisa dikatakan cara yang usang.

Teman-teman perlu membuat konten yang unik, bermanfaat, dan jika bisa original (belum pernah dibuat sebelumnya).

Hal ini semakin kuat dengan adanya Google E-E-A-T yang hadir di Agustus 2025 yang lalu, di mana sebuah konten tidak hanya sekedar dibuat, tapi juga harus benar-benar dapat dipertanggung jawabkan.

Audit dan Update Konten

Selain konten yang original, relevansi konten juga berperan penting agar performa website Anda sukses di AI Mode.

Teman-teman bisa melakukan audit dan memperbarui konten yang ada di website secara berkala untuk menguatkan relevansi atau bahkan menambah informasi baru di dalamnya.

Konten yang relevan dan fresh sangat berpotensi dikutip oleh AI Mode, sebab AI benar-benar memprioritaskan hal tersebut.

Teman-teman juga bisa menghapus konten yang sudah tidak relevan atau usang dan tidak dapat diperbarui lagi.

Selain dapat meningkatkan topic authority, tindakan menghapus konten usang ini juga dapat menghemat crawl budget website Anda.

Penutup

Google AI Mode tidak “membunuh” SEO, tapi membuat SEO semakin luas dan menantang.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, teman-teman harus tetap mengutamakan user sebagai tujuan utama mengoptimasi website, diikuti dengan platform-nya, platform yang dimaksud dalam tulisan ini yakni Google AI Mode.

Sebab kita sama-sama tahu Google selalu ingin memberikan informasi yang faktual dan bermanfaat bagi user mereka, dan hal itu pulalah yang membuat Google menjadi besar seperti sekarang.

Demikianlah tulisan mengenai apa itu Google AI Mode, cara kerja, dan tips mengoptimasinya ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://search.google/ways-to-search/ai-mode

https://support.google.com/websearch/answer/16011537

https://www.kuble.com/en/blog/googles-ai-overviews-vs-ai-mode-what-marketers-need-know

https://searchengineland.com/google-ai-mode-actionable-tips-456897

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

2 Comments

  1. Terima kasih atas ulasan yang sangat komprehensif tentang Google AI Mode. Artikel ini berhasil menyajikan konsep dasar (apa itu dan bagaimana cara kerjanya) dengan jelas, serta memberikan langkah-strategi yang konkret untuk optimasi — sangat membantu bagi praktisi SEO maupun pemilik website.

    Beberapa poin yang saya nilai sangat kuat:
    – Penjelasan bahwa AI Mode menggunakan teknologi Gemini untuk merangkum informasi dari berbagai sumber memberi konteks teknis yang tepat. :contentReference[oaicite:3]{index=3}
    – Pembahasan perbedaan antara AI Mode dan AI Overviews memberi nilai tambah yang jarang ditemukan di artikel SEO lokal. :contentReference[oaicite:5]{index=5}
    – Tips optimasi seperti “fokus ke audiens” dan “audit & update konten secara berkala” relevan dan layak diterapkan. :contentReference[oaicite:6]{index=6}

    Serta beberapa catatan atau peluang agar artikel ini bisa menjadi lebih tajam:
    1. Akan sangat bermanfaat jika dilengkapi dengan contoh praktis berupa studi kasus lokal: bagaimana sebuah website Indonesia bisa adaptasi ke AI Mode, apa tantangannya, dan hasil-nyata yang dicapai.
    2. Saya akan menantikan analisis mendalam tentang metrik yang spesifik untuk AI Mode—misalnya bagaimana perubahan click-through, durasi kunjungan, atau perubahan trafik setelah pengimplementasian optimasi yang disarankan.
    3. Perlu dicatat bahwa penggunaan data perilaku pengguna pribadi (riwayat pencarian, lokasi) yang disebut sebagai bagian dari konteks AI Mode perlu disampaikan juga dari sisi privasi dan pengalaman pengguna agar tetap etis. Artikel ini bisa mempertimbangkan aspek tersebut di pembahasan lanjut.

    Secara keseluruhan, artikel ini merupakan bacaan wajib bagi mereka yang ingin memahami arah baru SEO di era AI. Terima kasih atas insight-nya, dan saya sangat tertarik membaca bagian lanjutan atau pembahasan lanjutan dari DailySEO ID.

Write A Comment