Cara mencari informasi sedang bergeser. Kalau dulu “cari di Google” identik dengan blue links, sekarang audiens juga bertanya langsung ke AI (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT, Gemini, hingga Claude.

Brand yang tidak muncul di jawaban AI akan berisiko kehilangan audiensnya. Lalu, bagaimana caranya brand tetap terlihat di tengah pergeseran ini?” 

Topik inilah yang dibahas tuntas dalam sesi “Beyond the Blue Links: A Playbook for Generative Engine Optimizations” yang disampaikan oleh Ilman Akbar, Founder & CEO DailySEO ID, pada APMF 2026 yang berlangsung tanggal 5–7 Agustus 2026 di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali. 

Mengusung tema besar “Blueprint the Beyond”, APMF 2026 mengumpulkan para pengambil keputusan marketing dan komunikasi se-Asia Pasifik untuk membahas arah baru consumer engagement di tengah media dan teknologi yang berubah cepat.

Apa saja hal menarik yang disampaikan Ilman Akbar dalam sesinya?

Berikut rangkuman poin-poin penting dari sesi tersebut.

The Shift: Kenapa GEO Jadi Krusial

Ilman membuka sesi dengan menegaskan bahwa pencarian informasi sekarang bukan lagi milik Google dan Bing saja.

Ia menyebutnya sebagai “Search Everywhere Optimization.”

Di awal sesi, ia pun langsung memberikan rumus bagi brand agar bertahan di era AI, yaitu SEO = GEO + Brand Marketing. 

Terdapat beberapa data menarik untuk memperkuat argumen tersebut, yaitu:

  • Sekitar 36% orang kini mendapatkan jawaban dari AI tools seperti ChatGPT dan Copilot, sementara 40% masih dari Google/search engine. Artinya, brand yang tidak muncul di AI search berpotensi kehilangan sepertiga dari total audiensnya.
  • Traffic website dari search terus menurun dalam setahun terakhir, meski SEO masih berkontribusi.
  • AI search cenderung memberi jawaban langsung, bukan mengarahkan klik ke website. Fenomena zero-click ini nyata, tapi bukan berarti zero-impact.
  • 97% marketer global justru menaikkan budget AI SEO/GEO mereka di tahun 2025. 
  • Riset menunjukkan orang lebih cenderung mengunjungi brand yang direkomendasikan AI dibanding kompetitornya. 

Dari hal di atas dapat disimpulkan jika mengabaikan visibilitas di AI search sama dengan membiarkan brand kehilangan peluang besar, baik dari sisi awareness maupun konversi.

Baca Juga:  Insight Business Talk: Bisnis Tetap Relevan di Era AI Search

Memang ada sebutan mengenai zero click marketing. Namun, menurut Ilman zero click marketing memang nyata, tapi impact-nya tidak benar-benar nol.  

Ia juga menyinggung anggapan bahwa SEO (Search Engine Optimization) sudah tidak relevan lagi di era AI search dan langsung membantahnya.

If people say SEO is dead, wait. So basically SEO is not (dead). It gets more important.

How It Works: Memahami Cara Kerja LLM AI

Dalam sesi ini juga dibahas mengenai cara kerja AI di balik layar. Ketika user bertanya ke AI, jawabannya berasal dari dua sumber, yaitu training data serta live web search atau citations

Brand bisa memengaruhi kedua sumber ini dengan cara berbeda. Untuk masuk ke training data, dengan membesarkan brand secara konsisten dalam jangka panjang.

Sementara untuk muncul di live web search, brand perlu menggarap SEO dan brand marketing campaign.

Poin menarik lainnya, hampir semua AI search engine ternyata masih mengandalkan indeks dari search engine yang sudah ada.

Artinya, SEO tetap jadi fondasi penting, bahkan di era GEO (Generative Engine Optimization) sekalipun.

The Metrics: Cara Mengukur Keberhasilan

Untuk mengukur keberhasilan, pada sesi ini Ilman juga memperkenalkan SEO + GEO Results Framework yang membagi hasil ke dalam tiga lapisan, yaitu operational layer (apa yang dioptimasi), marketing layer (output seperti AI citation, AI referral traffic, brand mentions), dan business layer (outcome berupa konversi).

GEO membutuhkan metrik baru yang tidak selalu sama dengan SEO tradisional, seperti AI brand mentions/visibility, branded search, hingga self-attributed conversions

Untuk bisa mencapai hasil yang lebih maksimal, idealnya ada dua tim yang berjalan beriringan, yaitu tim SEO untuk sisi website, dan tim brand marketing task force (gabungan SEO, PR, social media, community) untuk sisi brand.

The Strategy: GEO = SEO + Brand Marketing

Inti dari playbook ini dirangkum Ilman dalam satu formula:

“GEO = SEO + Brand Marketing”

Formula ini kemudian diturunkan jadi 4 langkah strategi sebagai berikut:

  1. Tentukan tujuan: Sebelum mulai, pastikan dulu apa arti “sukses” untuk bisnis. Apakah sekadar naik awareness atau harus sampai konversi/penjualan?
  2. Tentukan positioning: Susun key message dengan formula: “X adalah produk/layanan untuk Y, dengan diferensiasi Z”. Di sini, X adalah nama brand, Y adalah kategori yang dicari target market, dan Z adalah pembeda dari kompetitor. Pesan ini yang nanti terus-menerus dikomunikasikan supaya AI “belajar” mengasosiasikan brand kita dengan kategori tersebut.
  3. Benahi SEO: Ini fondasi wajib. Website harus bisa ditemukan dan diambil datanya oleh mesin AI.
  4. Jalankan kampanye brand marketing digital, lewat tiga jalur: owned media (media sosial resmi, YouTube, Google Business Profile), earned media (percakapan di forum/media sosial, digital PR), paid media (advertorial, endorse KOL/influencer)
Baca Juga:  Webinar: Level-Up Skill Menulis (di Era AI)

The Action Plan

Di penghujung sesi, Ilman memberikan langkah-langkah praktis yang bisa langsung dicoba peserta untuk mengaudit kesiapan brand mereka di AI search, di antaranya:

  • Cek 4 pertanyaan reflektif untuk mengukur maturity strategi GEO perusahaan.
  • Search nama brand di Google & Bing, apakah hasil halaman pertama didominasi aset resmi brand?
  • Tanyakan ke AI: “Apa itu [nama brand]?” Perhatikan apakah jawabannya akurat dan sumber sitasinya berasal dari kanal resmi.
  • Ulangi pertanyaan yang sama tapi minta AI tidak browsing internet untuk mengecek apakah brand sudah masuk training data.
  • Tanyakan rekomendasi untuk kategori produk/layanan brand, untuk melihat apakah brand muncul di antara kompetitor.

Hasil dari pengecekan ini bersifat directional, bukan data absolut karena sifat AI yang probabilistik.

Karena itu, pengecekan sebaiknya dilakukan berulang kali dan dalam mode incognito agar hasilnya lebih representatif. 

Penutup

Dunia pencarian sudah bergeser dari sekadar mengejar ranking di halaman pertama Google menjadi bagaimana brand bisa hadir secara konsisten di mana pun audiens mencari jawaban, baik itu di search engine maupun AI search

Be available when your audience is searching, wherever it is.

Bagi Anda yang tertarik mendalami lebih jauh strategi SEO dan GEO seperti yang dibahas di APMF 2026, DailySEO ID membuka kelas dan pelatihan in-house training untuk tim.

Mulai dari pemahaman dasar SEO hingga strategi GEO terbaru yang langsung bisa diterapkan di bisnis Anda.

Write A Comment