SEO bukanlah ilmu pasti, oleh karena itu teman-teman akan sering mendengar perbedaan pendapat untuk beberapa topik SEO dari para praktisi SEO internasional maupun Indonesia.

Salah satu hal yang diperdebatkan adalah panjangnya konten artikel (content length), apakah berdampak pada ranking di organic search ataukah tidak?

Jumlah kata (panjang konten) dikatakan menjadi salah satu faktor untuk mendapatkan ranking lebih baik di search engine results page (SERP), berbarengan dengan klaim bahwa Google melihat banyaknya jumlah kata tersebut sebagai sinyal dari konten yang berkualitas tinggi.

Namun benarkah seperti itu? Mari kita cari tahu jawabannya bersama-sama!

Baca juga: Apakah Informasi Kontak Memengaruhi Ranking di Google Search?

Klaim: Panjang Konten Merupakan Faktor yang Memengaruhi Ranking di Google Search

Pernah mendengar istilah Content is King? Jika pernah, mungkin ini adalah salah satu penyebab mengapa panjangnya konten dikaitkan erat dengan ranking tinggi di SERP.

Singkatnya, bisa kita simpulkan berdasarkan teori tadi bahwa jumlah kata adalah indikator dari kualitas konten, dan cukup banyak praktisi SEO yang mengklaim jika jumlah kata yang panjang dapat membantu sebuah website mendapatkan posisi ranking yang lebih tinggi.

Lebih lanjut lagi, ada beberapa pakar yang mengatakan secara spesifik tentang jumlah kata tertentu sebagai “sweet spot” untuk meraih ranking di halaman pertama SERP Google.

Tentu saja klaim tersebut membuat para praktisi SEO lainnya dan sebagian besar perusahaan percaya bahwa mereka harus membuat artikel yang lebih panjang dengan jumlah kata tertentu agar dapat lebih kompetitif di organic search.

Baca Juga:   Apakah Banyaknya Gambar di Halaman Web Menaikkan Ranking Google Search?

Baca juga: Apakah “Code to Text Ratio” Memengaruhi Ranking di Google Search?

Bukti: Apakah Panjang Konten Merupakan Salah Satu Faktor yang Memengaruhi Ranking?

Ada beberapa bukti terkait hal ini, karena Google sendiri sering ditanya mengenai apakah jumlah kata merupakan sebuah ranking factor.

Berdasarkan sejumlah bukti yang ada, cukup jelas bahwa jumlah kata bukanlah sebuah faktor yang dapat memengaruhi ranking di Google Search.

John Mueller, Search Advocate Google menyatakan hal tersebut di Reddit:

Jumlah kata bukanlah sebuah ranking factor. Jaga diri Anda sendiri dari masalah.

Salah satu pernyataannya di Twitter mengonfirmasi bahwa jumlah kata tidak digunakan dalam mengevaluasi kualitas konten:

Jumlah kata sama sekali tidak mengindikasikan kualitas konten. Beberapa halaman web menyajikan banyak kata namun tidak bermutu. Sementara itu, beberapa halaman web lainnya menyajikan sedikit kata namun sangat penting dan relevan dengan queries. Anda yang paling tahu mengenai konten Anda dan Anda bisa memutuskan apakah konten tersebut harus dibuat lebih detail.

Pada contoh lainnya, John Mueller menyarankan bahwa menambahkan lebih banyak kata ke dalam artikel tidak akan membuatnya lebih baik dalam pandangan Google:

Menurut pandangan kami (Google), jumlah kata pada sebuah halaman web adalah bukan sebuah faktor kualitas, juga bukan sebuah ranking factor. Jadi, menambahkan lebih banyak kata secara membabi buta ke dalam artikel tidak akan membuatnya menjadi lebih baik.

Baca juga: Apakah Click-Through Rate (CTR) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Kesimpulan Panjang Konten TIDAK DAPAT MEMENGARUHI RANKING

Kesimpulannya, jumlah kata (panjang konten) bukanlah faktor yang dapat memengaruhi ranking di Google Search.

Apa yang menjadi perhatian Google adalah ketika search results listing dapat menjawab pertanyaan atau memberikan informasi yang dibutuhkan user.

Baca Juga:   7 Cara Mengoptimasi Konten Agar Berpotensi Masuk Featured Snippet di Google

Bisa saja panjang kontennya hanya 50 kata, 100 kata, atau bahkan 1000 kata agar dapat membuat user mengerti intisari dari konten tersebut. Jumlah katanya akan bervariasi dari satu jenis query ke query lainnya.

Jadi jika user sedang mencari jawaban singkat, maka konten yang singkat, padat, dan jelas akan lebih layak untuk tampil di first page SERP.

Tidak ada gunanya untuk menambah kata yang bertele-tele dan tidak bermutu hanya untuk membuatnya terlihat panjang.

Bagaimana? Apakah teman-teman DailySEO ID masih ada yang percaya jika semakin panjang artikel maka semakin berkualitas? Silakan tulis tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah.

Mari bersama-sama membangun industri SEO di Indonesia yang sehat tanpa trik spammy, dan silakan ajukan pertanyaan seputar SEO dan Digital Marketing di grup Telegram DailySEO ID, yuk gabung di sini!

Sumber:

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/content-length/

Author

SEO Learner | Jr. SEO Specialist at Farmaku & DokterSehat | SEO Freelancer | First time meet SEO in 2014 and diving more deeply in 2019.

2 Comments

  1. Hmmmm…. kalau begitu basis Yoast pakai minimal 300 kata biar lampunya hijau itu apa ya? 🙁

    • Apri Reply

      Itu salah satu fiturnya, “content analysis”, dan Yoast menyarankan 300 untuk post atau page, sedangkan untuk product description itu 200 kata.

      Yoast pakai agar Google memahami konteks tulisan, tapi Yoast juga bilang bukan hanya sekedar “panjang” hanya untuk membuat artikel terlihat banyak kata, tapi juga harus memperhatikan user experience supaya tetap “nikmat” dibaca.

      Intinya:

      Yoast hanya menyarankan beberapa panjang kata, dan saran tersebut bukanlah kepastian untuk mendapatkan ranking terbaik di Google.

      Semoga menjawab ya mas/mba.

Write A Comment