Dengan hadirnya LLM, AI citation menjadi parameter yang baru bagi praktisi SEO untuk melihat bagaimana visibilitas dari situs.
Lalu, apakah karena ada LLM atau AI generatif, maka keyword tracking masih perlu? Berikut ulasan AI citation vs keyword tracking:
Daftar Isi
1. Kemudahan Tracking
Keyword tracking masih lebih mudah karena bisa dicek secara manual, apalagi jika page-nya punya posisi rata-rata yang bagus.
Sementara itu, AI citation tidak mudah untuk di-track visibilitasnya.
2. Alat untuk Mendeteksi
Umumnya SEO tools (per Januari 2026) memiliki fitur keyword tracking. Namun, hanya sedikit yang bisa mengukur AI citation.
Contoh tools yang bisa mengukur AI citation meski belum sempurna adalah Ahrefs dan Semrush.
Google Search Console juga belum memberikan data tentang performa situs di Google AI Overview.
3. Dampak Pada Bisnis
AI citation bisa menjadi parameter yang bagus jika KPI SEO Anda adalah visibilitas seperti impresi, posisi rata-rata, atau di sekitar TOFU (Top of the Funnel).
Namun, keyword tracking bisa jadi vanity metrics saja karena SERP (Search Engine Results Page) itu multifaktor dan tidak sama dari waktu ke waktu, serta berbeda pada setiap orang.
4. Korelasi
Umumnya, keyword dengan ranking yang bagus dalam tracker akan setidaknya menjadi tulang punggung organic traffic.
Namun, belum ada studi yang menunjukkan korelasi antara jumlah AI citation dengan organic traffic atau referral traffic.
Keduanya Tetap Harus Dilakukan dan Dicatat
Baik itu mengukur AI citation atau ranking pada keyword, keduanya sebaiknya tetap dilakukan.
Hal ini akan membantu untuk analisa data dan membuat keputusan yang tepat, terutama yang berkaitan dengan SEO.
Jika teman-teman memiliki pertanyaan terkait, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!