Kehadiran Google AI Mode menjadi sebuah game changer bagi praktisi SEO dalam menyikapi strategi-strateginya.

Baru-baru ini, Search Engine Land membagikan hasil studi dan mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan dari fitur Google Search tersebut.

Studi ini dibagikan oleh salah satu kontributor Search Engine Land, Frank Olivo, CEO of Sagapixel yang melibatkan 52 peserta dari Amerika Serikat dan Kanada dengan menjalankan studi UX yang berfokus pada transactional intent untuk AI mode.

Dari hasil penelitian tersebut, ternyata user masih mengunjungi situs web saat melakukan pencarian di Google AI Mode dengan keyword transactional saat memilih layanan seperti dokter, dokter gigi dan layanan lainnya.

Lantas, seperti apa detail hasil risetnya? Mari kita simak sampai selesai!

Hasil Riset yang Dilakukan Frank Olivo

1. 69% User Google AI Mode Masih Mengunjungi Situs Web

Ketika user diminta untuk melakukan pencarian transactional dengan topik dermatologi, dokter gigi hingga penyedia botox, 69% sitasi dari Google AI Mode menghasilkan klik ke situs web.

studi trafik google ai mode
Dok. Sagapixel

Dalam studi yang dilakukan Frank Olivo, hanya 27% user saja yang merasa cukup dan siap mengambil keputusan saat melakukan pencarian di Google AI Mode. 

Sisanya, 4% user masih butuh untuk mengklik situs web sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil aksi.

Jadi, bisa dikatakan masih ada user yang menggunakan Google AI Mode sebagai bahan pertimbangan, tidak langsung mengambil mentah-mentah informasinya.

Baca Juga:  Google AI Overview Kini Layani 1,5 Miliar Pengguna per Bulan – Ini Kata Sundar Pichai

2. Menempati Ranking 1 Bukan Berarti Menang

Selama ini, SEO hanya berfokus pada ranking 1 semata. Ketika sudah mencapai posisi tersebut, maka kita bisa menang dari kompetitor.

Padahal, hal itu saat ini sudah tidak berlaku lagi. Google AI Mode mengubah aturan main tersebut.

Menurut studi Frank Olivo, 89% user yang ia riset mengeklik lebih dari satu website bisnis.

data studi sitasi bisnis di google ai mode
Dok. Sagapixel

Jadi, bisa dikatakan user behaviour di Google AI Mode mencari dan membuat daftar beberapa website sebagai bahan pertimbangan.

Menarik kesimpulan riset Frank Olivo, teman-teman kini tak hanya berlomba-lomba untuk berada di posisi 1 SERP Google, tetapi Anda harus masuk di AI citation supaya masuk ke daftar pertimbangan dari user.

Dengan begitu, maka ada kemungkinan website Anda akan dipilih oleh user.

3. 16% User Manfaatkan Above The Fold Konten

Sebagai informasi, above the fold merupakan bagian halaman website yang dapat dilihat oleh user saat membukanya tanpa perlu scroll ke bawah.

Nyatanya, user Google AI Mode hanya sebesar 16% dalam membuat keputusan  dengan melihat above the fold konten.

Sisanya, sebesar 84% justru perlu melakukan scroll untuk melihat informasi dan memutuskan sesuatu.

Pasalnya, user memperlakukan Google AI Mode untuk membuat daftar pertimbangan, bukan hanya sekadar satu jawaban saja.

User masih butuh untuk menjelajahi informasi secara detail dan akurat.

User melakukan scroll bukan mencari yang pertama, tetapi membutuhkan yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

4. Review (Ulasan) Lebih Penting Daripada Foto

Frank Olivo menemukan data dari risetnya bahwa hanya 21% user yang melihat foto yang disajikan melalui Google Business Profile

Lantas, apa sebenarnya yang mendorong user untuk mengklik? Jawabannya adalah bukti atau review dari pengguna lainnya.

Baca Juga:  Apakah Jenis Font Berpengaruh Terhadap Performa SEO?

74% user membaca review dari pengguna lain di Google Business Profile sebelum mengambil aksi. 

Pada UI/UX AI Mode, teks lebih berpengaruh ketimbang gambar. Foto memang menjadi unsur visual yang menarik untuk menarik perhatian user.

Akan tetapi, reputasi bisnis Anda menjadi prioritas utama supaya user mau klik website teman-teman.

Google AI Mode Tidak Mengambil Seluruh Traffic, Website Masih Dipertimbangkan

Google AI Mode bukan menggantikan seutuhnya tugas SEO untuk menyajikan informasi yang bermanfaat.

Melalui data-data dari Frank Olivo di atas, bisa disimpulkan bahwa masih banyak user yang melakukan pencarian lebih dalam ketika memilah informasi melalui AI.

Mereka masih perlu mencari website-website yang banyak untuk dibuat daftar, baru kemudian mengambil aksi. Tidak hanya membaca pada permukaannya saja.

Tugas kita hanya perlu menyajikan informasi yang bermanfaat dan relevan untuk user.

Jadi, ketika LLM meng-crawl konten kita, ia merasa bahwa konten kita layak untuk disajikan pada AI mode.

Selain konten yang bermanfaat, jangan lupakan juga aspek-aspek SEO lainnya seperti technical SEO, dan juga off-page SEO.

Karena ketiga hal tersebut tetap menjadi fondasi dari aktivasi SEO yang sustainable.

Referensi:

https://sagapixel.com/seo/ai-mode-transactional-searches/

https://searchengineland.com/google-ai-mode-traffic-transactional-queries-data-465604

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment