Baru-baru ini, Ridho Putradi S’Gara, Founder Search Agency meluncurkan tools yang menurut saya sangat berguna untuk keberlangsungan brand dalam mengatur campaign digital secara terorganisir, yaitu StoryMint.

StoryMint merupakan platform berbasis web yang didukung oleh AI (Artificial Intelligence) dan dikembangkan oleh human touch sehingga sangat berguna bagi marketers untuk merancang, mengelola, dan berinteraksi dengan user persona.

Bisa dikatakan, melalui tools ini teman-teman bisa mengenali audiens Anda lebih dalam lagi sehingga mampu memahami apa yang audiens inginkan dari brand Anda.

Menurut saya, StoryMint menjadi satu-satunya tools pertama di Indonesia yang berfokus untuk kepentingan audiens, tanpa meninggalkan hal lain seperti SEO (Search Engine Optimization)

Beruntungnya, saya berkesempatan untuk mencoba tools ini dengan mengambil case study untuk DailySEO ID.

Lewat artikel ini, saya coba memaparkan apa saja fitur-fitur di dalam StoryMint hingga apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Kenali User Persona Anda, StoryMint Bantu Menganalisanya

Tahun 2026 jangan hanya fokus menaikkan ranking saja di search engine! Teman-teman sebaiknya mulai mengenali siapa saja user persona untuk brand Anda.

StoryMint bisa menjadi jembatan yang kokoh buat menyambungkan antara brand dan user.

Pertama-tama, sebelum teman-teman mulai mengenal tools yang ada di StoryMint, Anda perlu membuat terlebih dahulu user persona brand Anda siapa saja.

Dalam hal ini, seperti yang sudah saya sebutkan di awal, saya akan menggunakan DailySEO ID sebagai studi kasus.

Untuk membuat user persona di StoryMint, teman-teman bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Login akun StoryMint dengan akun email Anda.
  • Pilih paket langganan Anda (bisa coba free trial terlebih dahulu)
  • Setelah itu, nanti akan ada dashboard seperti di bawah ini. Klik “New Campaign”
Dok. Maulana Adieb
  • Isi kolom untuk campaign digital Anda, mulai dari nama campaign, tujuan hingga website bisnis Anda
Dok. Maulana Adieb
  • Setelah itu, tinggal buat user persona dengan klik “Create Persona”
Dok. Maulana Adieb
  • Pada saat membuat persona, ada dua opsi yang bisa teman-teman gunakan, yaitu deskripsi persona Anda  atau menggunakan data survei (wawancara pelanggan, catatan FGD) yang sudah Anda kumpulkan
Dok. Maulana Adieb
  • Di sini, saya memakai user persona untuk website DailySEO ID. Begini kira-kira tampilan awal penggunaan StoryMint (spoiler fitur-fitur di dalamnya)
Dok. Maulana Adieb
  • Saya coba untuk membuka salah satu persona dari DailySEO ID, yaitu Penulis Konten Digital. Saat dibuka, nantinya akan ada penjelasan di bawah ini
Dok. Maulana Adieb
  • Teman-teman juga bisa melihat “Diversity Analysis” saat membuat user persona. Anda tinggal klik tombol di atas persona, nantinya akan ditampilkan seperti ini
Dok. Maulana Adieb

Sebagai gambaran teman-teman, Diversity Analysis merupakan fitur yang menunjukkan apakah user persona Anda sudah mencakup semua segmen pasar teman-teman.

Untuk itu, StoryMint menyarankan beberapa segmen audiens yang mungkin belum dijangkau oleh brand teman-teman supaya semakin dikenal oleh target audiens yang lebih luas lagi.

Tidak hanya sampai situ, StoryMint juga akan memberikan beberapa rekomendasi mengenai langkah apa saja yang bisa teman-teman lakukan untuk segmen audiens yang baru supaya tertarik dengan brand Anda.

Langkah awal dari penggunaan platform StoryMint yaitu membuat user persona terlebih dahulu. Setelah itu, semua fitur di dalamnya bisa Anda optimalkan dengan baik dan bijak.

Saya bisa mengatakan kalau UI/UX dari StoryMint cukup interaktif dan mudah dimengerti oleh user.

Hanya saja, beberapa bagian seperti saat hendak menganalisis sesuatu terkadang loading-nya agak cukup lama (pada bagian ini teman-teman harus sabar terlebih dahulu).

Jadi, sudah siap untuk mengeksplorasi lebih lanjut tools di StoryMint? Siapkan camilan Anda dan perhatikan poin-poin di bawah ini dengan saksama!

Apa Saja Tools yang Ada di StoryMint?

Sejujurnya, ada banyak sekali tools yang bisa teman-teman optimalkan.

Sekali lagi, saya bisa bilang semua tools yang ada pada StoryMint bisa menunjang pekerjaan teman-teman, baik itu SEO Specialist hingga Content Marketer untuk membuat konten yang berfokus pada audiens teman-teman (tidak lagi berdebat soal seberapa besar search volume, keyword density, dan istilah SEO tradisional lainnya)

Secara garis besar, tools di StoryMint terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Research & Insight, Testing & Strategy, Validation, Content Optimization, dan Tech SEO.

Mari kita kupas tuntas satu per satu!

Catatan: Semua hasil analisis fitur StoryMint ditampilkan berdasarkan persona yang Anda buat di awal. Jadi, pastikan persona Anda sudah sesuai dengan brand teman-teman, ya!

A. Research & Insight

1. Brand Voice

Secara garis besar, tools ini menyajikan seperti apa brand voice atau bahasa komunikasi yang teman-teman sudah tampilkan di dalam website.

Menurut saya, tools ini sangat bermanfaat buat brand yang hendak membangun tone of voice secara konsisten untuk perusahaan.

Pasalnya, kerap kali brand merasa kebingungan harus memakai bahasa seperti apa saat membuat konten supaya relevan dengan audiensnya.

Lewat tools Brand Voice, teman-teman bisa mendapatkan insight seperti gaya komunikasi website Anda seperti apa, bagaimana karakter kepribadian user kita, hingga hal-hal apa yang harus dilakukan dan dihindari untuk website ke depannya.

Kira-kira, seperti ini tampilan hasil brand voice dari DailySEO ID.

Dok. Maulana Adieb

2. Competitors

Nah, di sini menurut saya USP (Unique Selling Point) dari StoryMint.

Teman-teman ketika mengecek kompetitor melalui tools seperti Ahrefs, SEMrush dan lain-lain setidaknya hanya ditampilkan angka seperti jumlah backlink, top keywords, jumlah organic traffic, dan lain-lain.

Lewat tools Competitor, StoryMint akan menyajikan dari sisi audiens.

Pertama-tama, teman-teman perlu memasukkan siapa kompetitor brand dari bisnis/perusahaan Anda.

Dok. Maulana Adieb

StoryMint akan memberikan skor seberapa besar kompetitor Anda menjadi pesaing yang kuat dalam satu industri. Semakin tinggi skornya, maka bisa disimpulkan bahwa kompetitor tersebut patut Anda pertimbangkan dengan saksama.

Dok. Maulana Adieb

Dalam kasus ini, saya memasukkan Revou sebagai kompetitor DailySEO ID.

Jika dilihat dari skor di atas, ternyata Revou bukan menjadi kompetitor terkuat bagi DailySEO ID.

Kemudian, di bawahnya Anda akan disajikan beberapa daftar target user persona yang sudah diinput di awal.

Baca Juga:  10 Tips dari Google Dalam Menghadapi & Membalas Review di Google Maps

Dari masing-masing user persona tersebut, StoryMint menampilkan apa saja kelebihan dari kompetitor dan kelebihan yang sudah kita miliki.

Dok. Maulana Adieb

Setelah itu, teman-teman akan mendapatkan insight mengenai hal-hal apa yang membuat target potensial audiens Anda tertarik dengan kompetitor teman-teman.

Tidak hanya itu, StoryMint juga memberikan rekomendasi strategi yang bisa teman-teman aplikasikan supaya dapat bersaing dengan kompetitor.

3. Content Gap

Tidak seperti Ahrefs, SEMrush atau tools SEO lainnya yang memberikan keywords saat analisis content gap, StoryMint justru tetap fokus kepada audiens dengan menyajikan masalah user (pain point) dari target users persona saat kita menganalisis lewat tools Content Gap.

Di sini, saya hendak memilih salah satu target persona dari DailySEO ID, yaitu Penulis Konten Digital untuk analisis content gap.

Setelah itu, Anda tinggal memilih topik/ide mana yang hendak dianalisis untuk kebutuhan konten teman-teman.

Dok. Maulana Adieb

Hasil analisis yang ditampilkan oleh StoryMint menurut saya cukup lengkap untuk Anda membuat konten yang berbeda dari kompetitor dan tentunya mempunyai information gain agar artikel semakin bermanfaat untuk user.

Melalui tools content gap StoryMint, Anda akan ditampilkan hasil seperti:

  • Rangkuman website yang sudah membahas mengenai topik yang Anda pilih.
  • Pembahasan yang sudah ditulis oleh kompetitor.
  • Celah apa yang bisa kita ambil untuk membuat konten yang berbeda dari kompetitor.
  • Hasil content gap-nya serta bisa langsung membuat content brief (brief mentahan bukan artikel yang siap dipublikasikan).

Secara tidak langsung, tools ini membantu Anda untuk membuat konten dengan target audiens yang spesifik dan membantu menjawab pain point-nya sehingga mempunyai tujuan yang jelas untuk brand.

4. LLM Visibility

AI search sampai sekarang masih menggegerkan SEO Specialist dalam mengatur strategi konten.

Di tools LLM Visibility ini, teman-teman bisa melihat apakah brand Anda disebutkan oleh AI serta rekomendasi konten yang bisa Anda buat supaya visibilitas brand teman-teman meningkat di AI search.

Seperti sebelumnya, di StoryMint Anda bisa memilih berdasarkan target user persona yang telah Anda buat. Setelah itu, di tools LLM ini Anda akan disajikan beberapa prompt yang bisa Anda pilih untuk dianalisis.

Di bawah ini, saya memakai target persona Blogger Pengembangan Diri pada DailySEO ID.

Dok. Maulana Adieb

Di bagian bawah, ada kolom “Custom Questions” yang bisa teman-teman pakai untuk menganalisis prompt sesuai dengan kebutuhan brand.

Begini tampilan hasil analisis untuk prompt “Apakah kursus dari DailySEO lD lebih cocok untuk blogger pemula daripada Revou?”

Dok. Maulana Adieb

Brand DailySEO ID disebutkan di 4 tools AI seperti ChatGPT, Google Gemini, Perplexity, Google AI Mode dan mendapatkan 2 URL cited dari dua tools AI di atas.

Jika brand teman-teman visibilitasnya masih belum memuaskan di AI, StoryMint akan memberikan rekomendasi konten yang bisa diproduksi untuk meningkatkan visibilitas brand.

Di bagian “Content Recommendations” Anda bisa klik dan StoryMint akan memberikan jenis artikel yang bisa diproduksi beserta celah konten yang bisa dimasukkan.

Selain itu, Anda juga bisa generate brief yang bisa dijadikan panduan writer dalam menulis artikel tersebut.

5. Trend Spotter

Tools ini bukan sekadar menyajikan topik yang sedang tren, melainkan juga memberikan jawaban kenapa konten tersebut penting untuk brand kita dan cara membuat konten yang sesuai dengan tren tersebut.

Contoh, di bawah ini saya mengetikkan tren seputar AI Overview.

Setelah itu, StoryMint akan membuat 3 kategori, yaitu Act Fast (tren yang harus segera diikuti), Plan Soon (tren yang masih berkembang) dan Monitor (tren yang masih kecil perkembangannya).

Dok. Maulana Adieb

Masing-masing topik bisa langsung dibuat brief dan dijelaskan oleh StoryMint mengenai alasan topik tersebut penting untuk brand kita.

Dengan demikian, maka semua topik yang direkomendasikan oleh StoryMint sudah disesuaikan dan relevan dengan brand teman-teman.

B. Testing & Strategy

1. A/B Testing

Tools ini menurut saya cukup menarik karena akan sangat dibutuhkan oleh Copywriting, Content Writing, atau bahkan SEO Specialist. 

Pasalnya, melalui tools a/b testing dari StoryMint kita bisa melakukan uji coba mengenai teks apa saja, entah itu hero text di website, subjek email, CTA, headline artikel dan lain-lain.

Nantinya, tes ini dilakukan kepada audiens persona kita.

Agar lebih mudah dipahami, berikut saya memasukkan tiga varian kalimat paragraf pembuka untuk landing page di DailySEO ID.

Dok. Maulana Adieb

Dari tiga varian kalimat tadi, StoryMint akan menganalisa dan memberitahu kepada kita mana yang paling kuat dan cocok untuk target audiens kita sehingga bisa kita pakai nantinya.

Dok. Maulana Adieb

Di tiap target audiens, ada analisis dari StoryMint di masing-masing varian kalimat sehingga bisa Anda pakai sebagai acuan dalam membuat kalimat nanti.

2. Customer Journey Mapping

Tidak jarang marketers yang kebingungan menentukan platform untuk distribusi konten.

Beruntungnya, StoryMint punya solusi dengan menghadirkan tools Customer Journey Mapping.

Melalui tools ini, teman-teman bisa menentukan strategi yang tepat untuk mengenal customer journey serta menentukan konten yang sesuai dengan audiens untuk masing-masing platform.

Sebagai contoh, saya memasukkan dua platform di DailySEO ID untuk journey stages, yaitu Instagram dan website.

Dok. Maulana Adieb

Setelah itu, StoryMint akan melakukan analisis untuk setiap masing-masing user persona teman-teman.

Jika teman-teman membuka salah satu audiens, StoryMint akan memaparkan penjelasan mengenai pain points dari user, celah atau kesempatan yang bisa Anda ambil supaya kontennya relevan dengan mereka dan rekomendasi konten yang bisa Anda buat.

Dok. Maulana Adieb

3. Content Calendar

Setiap brief konten yang Anda buat lewat tools StoryMint, nanti bisa disatukan ke dalam sebuah content calendar agar memudahkan teman-teman dalam mempublikasikan konten.

Ketika Anda mencoba tools ini dan belum mempunyai konten, StoryMint akan mengarahkan Anda untuk membuat konten terlebih dahulu melalui fitur Campaign Studio. 

Dok. Maulana Adieb

Di situ, Anda bisa mengatur persona untuk konten, journey-nya, mau buat konten untuk channel apa, hingga tujuan dari konten tersebut.

Setelah semua elemen diisi, teman-teman tinggal klik Generate Content.

Dok. Maulana Adieb

Setelah itu, Anda akan disajikan konten sesuai dengan brief yang sudah Anda buat. 

Perlu diingat bahwa konten tersebut tidak semata-mata bisa langsung dipublikasikan, ya.

Pasalnya, StoryMint juga menyediakan fitur Ask Persona dan Ask Strategist untuk konten tersebut.

Baca Juga:  Generative Engine Optimization (GEO): Cara Kerja dan Penerapannya

Jadi, hal itu bisa menjadi bahan pertimbangan dan editing teman-teman.

Untuk fitur Ask Strategist, nantinya teman-teman akan diberitahu kira-kira apa kelebihan dan kekurangan dari konten tersebut

Kemudian, untuk fitur Ask Persona teman-teman akan mengetahui reaksi dari target persona Anda.

C. Validation

1. Compare

Fitur ini juga terbilang sangat menarik.

Pasalnya, teman-teman bisa membuat perbandingan antara target persona satu dengan yang lainnya terhadap teks atau konten yang kita punya.

Maksudnya seperti apa?

Jadi, kita tahu reaksi atau emosi apa yang dirasakan oleh masing-masing persona terhadap satu konten kita. 

Sebagai tambahan informasi, melalui fitur Compare ini Anda bisa menganalisis konten format teks seperti blog post, subjek email, judul artikel dll atau gambar seperti Instagram.

Dok. Maulana Adieb

Tidak hanya reaksi yang dirasakan masing-masing persona, StoryMint juga menampilkan angka untuk setiap metriks seperti Engagement hingga Relevance. 

Di bawahnya, StoryMint juga memberikan alasan alasan kenapa persona suka dengan konten kita dan apa saja hal-hal yang perlu dilakukan dan harus dihindari dalam pembuatan kontennya.

Dok. Maulana Adieb

2. Validation

Teman-teman sudah membuat target persona di awal melalui StoryMint.

Namun, mungkin dari Anda masih perlu melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan apakah persona tersebut sesuai dengan data-data audiens Anda selama ini.

Anda bisa memakai tools validation untuk membuat survei user.

Nantinya, tampilan pertanyaan-pertanyaan surveinya seperti ini:

Dok. Maulana Adieb

Teman-teman bisa menyebarkan link survei ke target audiens Anda.

Selain itu, pertanyaan surveinya juga akan disesuaikan dengan target persona yang sudah teman-teman buat.

D. Tech SEO

Sedari tadi kita sudah membahas mengenai target audiens dan bagaimana mengenalinya dengan paham. Nah, kini kita mulai bahas mengenai bagian SEO-nya.

Sebagai founder Search Agency, Ridho Putradi juga tak lupa memasukkan tools untuk marketers dalam melakukan audit website.

Secara garis besar, tools Tech SEO ini mirip-mirip dengan tools SEO lain seperti Ahrefs dengan menampilkan isu-isu yang sedang terjadi terhadap website teman-teman.

Akan tetapi, Ridho menambahkan suatu hal yang menurut saya menjadi USP dari StoryMint: penjelasan isu SEO dan dampaknya terhadap bisnis.

Dok. Maulana Adieb

Dengan begitu, maka hal ini bisa menjadi pertimbangan Anda sebagai SEO Specialist saat mengajukan isu yang harus segera diperbaiki ke tim IT atau developer.

StoryMint juga menyediakan dashboard untuk project management melalui tools Tech SEO ini.

Jadi, Anda bisa sekalian mengorganisir isu-isu technical yang ada di dalam satu tools supaya lebih mudah dimengerti oleh tim-tim lain.

Dok. Maulana Adieb

E. Content Optimization

1. Low Hanging Fruits

Sebagian besar teman-teman marketers sudah pasti tidak asing dengan istilah ini.

Beruntungnya, kita bisa mengoptimasi konten-konten low hanging fruits (konten yang berada di page 2 dan berpotensi mendapatkan traffic tinggi) melalui tools dari StoryMint.

Lagi-lagi, bedanya dari tools lain yaitu teman-teman bisa optimasi konten berdasarkan target persona yang sudah diinput di awal.

Jadi, tujuan dan arah konten yang akan dioptimasi nanti sudah jelas untuk target audiens tertentu.

Dok. Maulana Adieb

Teman-teman tinggal pilih halaman mana yang ingin dioptimasi, kemudian klik tombol “Optimize”

Dok. Maulana Adieb

StoryMint akan memberikan beberapa informasi menarik soal optimasi seperti rata-rata posisi, persentase kenaikan traffic apabila halaman ini dioptimasi, serta beberapa rekomendasi saran untuk optimasi bagian-bagian halaman seperti tambah poin, optimasi heading, tambah keyword, hingga internal link.

Menurut saya, hal ini cukup memudahkan seorang praktisi SEO dalam mengoptimasi konten-konten lama yang berpotensi meningkatkan traffic dengan menambahkan information gain ke dalam artikel.

2. Declining Content

Permasalahan yang sering kali melanda praktisi SEO yaitu manajemen content decay atau konten yang mengalami penurunan traffic. 

Untuk mengatasinya, teman-teman bisa memakai tools Declining Content dari StoryMint.

Melalui tools ini, StoryMint akan memberikan daftar halaman website Anda yang mengalami penurunan traffic serta memberikan data penurunan impressions-nya.

Sebagai informasi tambahan, StoryMint mengambil semua data ini dari GSC (Google Search Console) dalam periode waktu 3 bulan.

Dok. Maulana Adieb

Setelah itu, Anda juga akan ditampilkan alasan-alasan kenapa traffic-nya mengalami penurunan serta diberikan rekomendasi untuk optimasi konten.

Sama seperti tools Low Hanging Fruits sebelumnya.

Dok. Maulana Adieb

Itu dia beberapa tools yang bisa Anda eksplorasi di StoryMint. Sebenarnya, masih ada tools lain yang tidak cukup untuk dijelaskan semuanya di dalam artikel ini.

Teman-teman bisa mencobanya langsung di website resmi storymint.id.

Kelebihan dan Kekurangan Platform StoryMint

Kelebihan

  • UI/UX-nya cukup mudah dimengerti oleh pemula saat membuka tools untuk pertama kalinya.
  • Banyak sekali tools yang bisa dieksplorasi untuk kebutuhan mengenal target audiens brand Anda.
  • Seluruh hasil analisis dari tools StoryMint bisa Anda ekspor ke dalam file PDF sebagai dokumentasi.
  • Bisa mengorganisir banyak klien dalam satu platform sehingga sangat cocok digunakan untuk agensi.
  • Diberi rekomendasi optimasi yang sesuai dengan kebutuhan target audiens brand Anda.

Kekurangan

  • Loading-nya cukup lama saat menunggu analisis (apa lagi kalau jumlah persona yang ditambahkan banyak).
  • Beberapa tools dibatasi untuk hasil analisisnya (tergantung dengan subscription yang Anda ambil).

Untuk teman-teman ketahui, StoryMint menyediakan tiga kategori subscription yang bisa Anda pilih, mulai dari Personal, Business hingga Agency.

Masing-masing subscription mempunyai jumlah kuota yang berbeda, seperti:

  • Kuota penambahan persona.
  • Jumlah URL untuk Tech SEO.
  • LLM Visibility.
  • Trend Spotter.
  • Dan lain-lain.

Informasi selengkapnya mengenai harga dan pembagian kuota untuk masing-masing subscription bisa Anda lihat di sini

Tinggalkan Fokus Search Volume Semata, Mulai Pikirkan Target Audiens Juga

Jika kita selalu fokus untuk search volume dalam pembuatan konten, hal ini bisa berpotensi membuat kita tertinggal dari brand-brand lain. 

Di era sekarang, target audiens justru lebih penting karena ketika kita membuat konten yang bermanfaat dan tepat sasaran, maka audiens juga akan menyukai brand kita. 

Alhasil, lambat laun mereka juga akan melakukan aksi dengan membeli produk atau memakai jasa dari kita.

Bagaimana menurut teman-teman mengenai platform StoryMint?

Jika teman-teman tertarik untuk pakai platform ini, sekarang ada diskon yang bisa Anda gunakan untuk mulai berlangganan.

Pakai kode promo DAILYSEOIDR untuk mendapatkan diskon sebesar 33.33% untuk pribadi ataupun agensi.

Mulai pakai StoryMint sekarang untuk lebih memahami audiens teman-teman!

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment