Apa yang ada di benak teman-teman ketika mendengar istilah search volume? Bisa dibilang, istilah ini menjadi salah satu metrics yang biasa digunakan oleh praktisi SEO dalam memilah mana keyword yang ingin ditargetkan.

Untuk diketahui, search volume adalah metrics yang memberitahu kita berapa kali per bulan secara rata-rata sebuah keyword dicari oleh user di suatu tempat atau negara tertentu.

Semakin tinggi search volume keyword, otomatis semakin banyak orang yang mencari keyword tersebut dan bisa kita pakai untuk menggaet traffic dalam jumlah yang besar.

Namun, pertanyaannya adalah apakah masih relevan untuk saat ini jika kita memfokuskan keyword yang punya search volume yang tinggi? Apakah bisa menarik traffic yang baik untuk website?

Yuk, kita diskusi bersama-sama melalui artikel ini!

Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Search Volume

1. Search volume dihitung rata-rata per bulan, selama satu tahun terakhir

Dilansir dari Ahrefs, sebagian besar tools SEO melaporkan jumlah search volume pada keyword sebagai rata-rata per bulan selama satu tahun.

Apa maksud dari hal tersebut? Itu berarti, tidak semua keyword yang mempunyai search volume tinggi relatif konsisten dalam jumlah pencarian di search engine.

Bisa saja, keyword dengan jumlah search volume yang tinggi itu hanya dicari pada musim-musim tertentu atau sedang tren di kalangan masyarakat.

Artinya, beberapa keyword yang Anda temui dengan jumlah search volume yang tinggi merupakan konten seasonal/tren atau bahkan bisa jadi itu merupakan konten evergreen.

Sebagai kasus, berikut ada perbedaan data yang divisualisasikan oleh Ahrefs mengenai dua keyword, yaitu “content marketing” dan “NFT”.

Source: Ahrefs
Source: Ahrefs

Kita bisa lihat bahwa rata-rata tahunan yang ditampilkan oleh keyword “content marketing” memiliki jumlah search volume di angka 16k. Jika kita lihat pada statistiknya, “content marketing” mempunyai grafik yang stabil.

Artinya, keyword “content marketing” bisa dipakai untuk meningkatkan traffic per bulan karena mempunyai rata-rata search volume yang cukup tinggi per tahunnya.

Lain halnya dengan keyword “NFT”. Seperti yang kita ketahui, NFT merupakan isu yang baru tren belakangan ini. Kita bisa lihat bahwa di tahun sebelumnya tidak banyak atau bahkan tidak ada yang mencari “NFT”.

Lalu, tiba-tiba naik pesat hingga jumlah search volume-nya menyentuh angka 2.0M. Dengan begitu, kita tidak bisa memprediksi apakah di bulan-bulan berikutnya banyak yang mencari terkait NFT atau tidak.

Di sisi lain, kita belum tahu apakah topik NFT ini masih akan tren terus di bulan-bulan berikutnya atau tidak. Ini yang harus digarisbawahi oleh para praktisi SEO saat melakukan keyword research.

Oleh karena itu, bisa kita simpulkan bahwa search volume bersifat fluktuatif. Jumlah search volume yang tinggi itu tidak menjamin Anda untuk menaikkan peringkat konten dalam waktu bulanan.

Baca Juga:   Long Tail vs Short Tail Keyword, Manakah yang Lebih Baik untuk Mendatangkan Traffic & Conversion?

Sebab, laporan yang dibuat oleh sebagian besar tools SEO untuk jumlah search volume merupakan rata-rata setahun terakhir.

2. Search volume tidak begitu akurat

Salah satu tools SEO yang menampilkan sumber search volume dengan data terbaik yaitu Google Keyword Planner atau GKP, berasal dari Google langsung (tepatnya merupakan bagian dari Google Ads). 

Akan tetapi, seberapa akuratkah angka search volume di GKP?

Ahrefs melakukan penelitian terkait hal tersebut. Untuk mengetahui keakuratan search volume yang ditampilkan GKP, mereka mengambil data search volume dari Google Search Console yang merupakan tools dengan penyajian data yang terbaik dalam hal search volume.

Mengapa demikian? Sebab, jika website Anda menempati peringkat teratas secara konsisten untuk suatu kata kunci tertentu, bisa dikatakan jumlah tayangan atau impressions yang diperoleh pada konten untuk kata kunci tersebut akan menjadi search volume yang sebenarnya.

Artinya, hal ini bisa dilihat langsung lewat Google Search Console itu sendiri. Lewat analisis ini, Ahrefs membandingkan keakuratan dari search volume berbagai keywords yang ditampilkan oleh GKP dengan hasil yang ditampilkan GSC.

Hasilnya seperti ini:

Source: Ahrefs

Dari hasil analisis Ahrefs di atas bisa kita lihat bahwa ternyata GKP menunjukkan search volume dari keywords secara akurat hanya sebesar 45% kasus saja.

Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa angka search volume dari tools yang kita lihat tidak sepenuhnya akurat.

Lalu, Seperti Apa Strategi yang Tepat untuk Keyword Research?

Sekarang kita sudah memahami bahwa tidak semua search volume tinggi itu mampu membantu kita untuk meraih traffic yang tinggi untuk website (karena ada faktor musiman dan ada faktor akurasi data).

Pertanyaannya, kira-kira bagaimana langkah atau strategi yang tepat saat melakukan keyword research supaya mendapatkan target keyword yang tepat?

Jika melansir dari Search Engine Journal, alih-alih Anda menargetkan keyword dengan search volume yang tinggi, lebih baik teman-teman memilih kata kunci yang berpotensi untuk bisa berada di page one atau bahkan ranking satu di search engine.

Bagaimana caranya?

Hal utama yang perlu Anda perhatikan yaitu mengubah mindset kalau kegiatan keyword research tidak melulu soal search volume yang tinggi, sedang, ataupun rendah.

Ketika melakukan keyword research, Anda perlu mengidentifikasi terlebih dahulu seberapa besar peluang teman-teman untuk meningkatkan traffic pada keyword tertentu. 

Hal ini juga harus diselaraskan dengan kualitas atau authority website Anda. Apakah sudah cukup kuat untuk menyaingi website kompetitor-kompetitor yang ada di page one?

Seperti yang kita ketahui bahwa hampir sebagian besar search volume yang tinggi mempunyai tingkat kompetensi yang sangat sulit juga.

Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam keyword research, ada salah satu metode yang diperkenalkan oleh SEJ, yaitu menargetkan keyword yang mempunyai search volume tinggi, tetapi persaingan rendah.

Cara Menemukan Keyword Search Volume Tinggi, Persaingan Rendah

1. Memanfaatkan Google SERP dan identifikasi long tail keyword

Dalam keyword research, teman-teman pasti seringkali menemukan kasus di mana keyword dengan search volume yang tinggi mempunyai persaingan yang sangat ketat.

Di sisi lain, ketika kita melihat Google SERP, keyword tersebut sudah didominasi oleh website dengan authority yang tinggi.

Baca Juga:   Apakah "Konten Baru" (Fresh Content) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Sebagai contoh, keyword “penyakit asma” apabila kita ketikkan di Google, maka akan muncul dua website besar yang memang terjun ke dalam industri kesehatan, seperti Alodokter dan Halodoc.

Source: Screenshot

Jika teman-teman baru membuat website tentang kesehatan, cukup sulit untuk mengalahkan dua kompetitior tersebut dengan keyword “penyakit asma”.

Alih-alih menargetkan keyword “penyakit asma” yang kemungkinan besar kita akan kesulitan mengalahkan dua kompetitor di atas, kita bisa memanfaatkan long tail keyword dengan isi konten yang serupa untuk mendulang traffic.

Misalnya, kita bisa menggunakan keyword “cara mengatasi penyakit asma”. Jika kita melihat di SERP, justru yang mengambil alih posisi satu bukan Halodoc atau Alodokter, melainkan website Mitra Keluarga.

Source: Screenshot

Strategi ini bisa Anda terapkan apabila teman-teman memang baru merintis website, tidak mempunyai authority yang tinggi, serta mempunyai tingkat persaingan industri yang ketat seperti contoh di atas.

2. Eksplorasi tools keyword research untuk menemukan “harta karun”

Tools keyword research sangat membantu kita untuk menemukan target keyword yang tepat. 

Pasalnya, hampir sebagian tools seperti Ahrefs, SEMrush, dan lain-lain mempunyai filter yang lengkap saat melakukan aktivitas keyword research.

Melalui tools, Anda bisa bereksplorasi sepuasnya saat melakukan keyword research, mulai melakukan content explorer hingga menemukan keyword-keyword tersembunyi, salah satunya keyword yang mempunyai search volume tinggi dan persaingan rendah.

Jadi, ketika Anda sudah mempunyai akses ke tools keyword research, pastikan teman-teman menguliknya lebih dalam lagi supaya menemukan harta karun tersembunyi untuk sebuah keyword.

Menargetkan Keyword dengan Search Volume yang Rendah

Mari kita kesampingkan terlebih dahulu mengenai search volume yang tinggi. Pasalnya, Anda juga bisa mengambil jalan lain untuk mendapatkan traffic lewat search volume yang rendah!

Mengapa demikian? Bisa jadi, para kompetitor teman-teman tidak menghiraukan search volume yang rendah sehingga Anda bisa memanfaatkannya dengan baik untuk bisa berada di peringkat terbaik pada search engine.

Melansir dari Search Engine Land, keyword dengan search volume rendah seringkali memberikan Anda peluang yang unik untuk bisa membuat konten yang relevan dengan user Anda.

Meskipun teman-teman tidak langsung melihat ribuan traffic untuk website Anda, tetapi praktik ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan target pasar baru atau bahkan mengkonversi user lama untuk melakukan aksi terhadap produk/jasa teman-teman.

Artinya, search volume rendah tidak bisa Anda remehkan begitu saja! Keyword ini juga perlu teman-teman pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis.

Asalkan, konten yang Anda buat relevan dengan user teman-teman dan memberikan solusi dari setiap masalah mereka.

Di sisi lain, ada beragam manfaat yang jika teman-teman menargetkan keyword dengan search volume rendah.

  • Tingkat relevansi yang tinggi; biasanya search volume yang rendah merupakan long tail keyword dan sangat relevan dengan user. Contoh: Saat user mengalami masalah dalam mengganti tema WordPress, maka sebagian besar keyword yang mereka cari adalah “cara mengganti tema di wordpress”.
  • Membangun ketertarikan atau minat user; Hal yang seringkali diabaikan oleh praktisi SEO yaitu search volume rendah kadang membantu untuk membantu ketertarikan user untuk ceruk target pasar baru atau kecil.
  • Mendapatkan ROI yang bagus; search volume yang rendah juga membantu Anda untuk mengkonversi user menjadi pelanggan atau bahkan customer loyalty
  • Traffic yang cukup bagus; Meski tidak langsung ratusan atau bahkan ribuan traffic yang hinggap, search volume rendah mampu menaikkan peringkat konten Anda secara pelan-pelan, bahkan mempunyai peluang untuk mendapatkan traffic lebih besar!
Baca Juga:   7 Kesalahan dalam Praktik Keyword Research yang Perlu Dihindari

Tidak Perlu Pedulikan Search Volume, Temukan Topik yang Relevan dengan Audiens Anda

Cara yang terakhir ini mungkin terhitung ekstrem, karena kita tidak memanfaatkan tools keyword research sama sekali untuk menemukan target keyword. Kita bisa saja menargetkan keyword dengan search volume nol menurut tools keyword research.

Search Engine Journal mengangkat cara ini, intinya dengan memfokuskan apa yang menjadi permasalahan target audiens kita. Contoh yang diberikan adalah “link building for beauty salon”, di mana keyword ini relevan digunakan oleh praktisi SEO yang sedang mencari peluang link building bagi kliennya di bidang salon kecantikan.

Di Indonesia sendiri, praktik seperti ini mulai sering dilakukan oleh beberapa praktisi SEO, salah satunya Reza Putra (ex-SEO Lead-nya Tokopedia, sekarang Organic Marketing Lead di ASTRO).

Salah satu yang sering diajarkan oleh Reza adalah dengan memanfaatkan fitur “Orang Juga Bertanya” atau “People Also Ask” yang disediakan langsung oleh Google, untuk menemukan topik-topik yang relevan dengan kata kunci yang kita masukkan di awal.

Contohnya jika kita mencari dengan kata kunci awal “memandikan kucing” (ini adalah salah satu pertanyaan yang umum dicari oleh para pawrents), Google menampilkan beberapa pertanyaan lainnya yang sering dicari oleh pemilik anabul.

Google menampilkan People also ask dengan topik-topik yang lebih spesifik dari memandikan kucing, antara lain: berapa kali sebaiknya kucing mandi, kapan kucing tidak boleh dimandikan, hukum memandikan kucing, dan apakah kucing boleh dimandikan setiap hari.

SERP dari kata kunci "memandikan kucing" yang menampilkan People also ask (orang juga bertanya)

Dengan cara ini, kita bisa mendapatkan berbagai macam topik yang bisa dijadikan bahan konten, yang relevan dengan target audiens kita, walau memiliki search volume 0 saat dicek di tools keyword research.

Penutup

Jika kembali ke pertanyaan awal, kira-kira masih relevan tidak menargetkan keyword dengan search volume tinggi?

Jawabannya masih, asalkan teman-teman tidak terlalu fokus pada strategi ini semata. Anda juga harus mempertimbangkan tingkat persaingan keyword serta authority website Anda (apakah website yang Anda miliki saat ini mampu mengalahkan website besar di industri yang sama?)

Selain itu, teman-teman juga bisa mempertimbangkan keyword dengan search volume rendah untuk meraih traffic serta mengeruk target pasar baru atau memperkuat yang sudah ada dalam jumlah kecil.

Intinya, Anda perlu membuat variasi dalam keyword research. Jangan terlalu terpaku dengan search volume yang tinggi. 

Relevansi antara kualitas konten dengan topik/kata kunci yang dicari, serta kebermanfaatan dari konten kita tetaplah menjadi kunci yang utama untuk mendapatkan tujuan bisnis yang kita harapkan dari SEO.

Jika Anda punya bahan diskusi perihal pembahasan di atas, teman-teman bisa langsung bergabung ke dalam grup Telegram DailySEO.

Ada banyak sekali praktisi SEO di dalamnya dan siap untuk diajak diskusi perihal permasalahan SEO ataupun berbagi pengalaman tentang dunia SEO.

Klik di sini untuk bergabung sekarang juga!

Sumber:

https://ahrefs.com/blog/keyword-search-volume/

https://www.searchenginejournal.com/keyword-competition/313815/

https://searchengineland.com/why-its-worth-targeting-keywords-with-no-to-low-monthly-search-volume-319019

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment