Dalam bagian kurikulum belajar SEO untuk Pemula, telah diuraikan secara komprehensif tentang bagaimana SEO dapat menjawab tantangan sebagai bagian dari lini marketing dan perannya dalam berkontribusi membantu tujuan bisnis secara umum.
Implementasi teknis pertamanya adalah dengan melakukan keyword research (riset kata kunci).
Sebuah website yang teroptimasi idealnya dapat menangkap intensi dari pengguna search engine (mesin pencari) yang sedang melakukan pencarian dengan menyuguhkan konten-konten yang bisa memenuhi kebutuhannya.
Pertemuan antara pengguna mesin pencari dan website penyedia konten, perlu dijembatani melalui keyword (kata kunci) yang dipilih dengan tepat.
Pengguna sangat berpotensi untuk melakukan kunjungan rutin ke sebuah website jika dirasa konten-konten di dalamnya bisa menjawab apa yang mereka tanyakan.
Kegagalan dalam memilih target keyword yang tepat berpotensi menghilangan relevansi terhadap search intent dari pengguna, akan membuat proses optimasi berikutnya baik on-page atau off-page menjadi lebih sulit, bahkan sia-sia.
Lebih jauh lagi, praktik SEO yang dilakukan tidak akan dapat berkontribusi pada target-target marketing juga tujuan bisnis secara keseluruhan.
Daftar Isi
Apa itu Keyword?
Keyword adalah satu atau beberapa kata atau frasa yang digunakan pengguna internet untuk mencari informasi di search engine seperti Google, Bing, hingga Yandex.
Lalu, Apa itu Keyword Research?

Keyword research adalah proses riset yang dilakukan untuk menemukan dan menganalisis istilah atau frasa pencarian yang digunakan pengguna di search engine.
Tujuan keyword research adalah untuk dapat meningkatkan visibilitas website di SERP (Search Engine Results Page) organik dengan membuat konten yang relevan dengan apa yang dicari pengguna.
Manfaat Melakukan Keyword Research
Riset keyword akan menghasilkan beberapa output yang penting untuk kemudian dipakai pada proses SEO selanjutnya, di antaranya:
- Memahami perilaku dari pengguna yang menjadi target market ketika mereka melakukan pencarian.
- Mengetahui topik-topik yang dicari pengguna yang berkaitan dengan bisnis kita.
- Dapat menentukan prioritas terhadap grup atau kategori keyword yang ditargetkan sehingga bisa lebih fokus.
- Tepat dalam memisahkan keyword-keyword yang tidak relevan dan low-priority.
- Dapat membuat proyeksi terhadap potensi traffic yang akan masuk dan target kontribusinya terhadap goal bisnis yang telah ditetapkan.
- Lebih mudah memetakan kompetitor yang memiliki kemiripan dalam menarget kelompok keyword tertentu. Termasuk memilah apakah kompetitor tersebut sekaligus juga adalah kompetitor dalam bisnis atau tidak.
- Sebagai alat ukur performa yang sederhana, cukup dengan mengikuti perkembangan posisi ranking pada SERP.
Memahami Seed Keyword
Seed keyword adalah semua keyword dasar yang cakupannya luas dan digunakan sebagai starting point untuk menentukan keyword-keyword selanjutnya.
Misalnya, teman-teman ingin membangun blog yang membahas tentang berkebun di pekarangan rumah, beberapa seed keyword yang mungkin bisa dipertimbangkan adalah:
- Berkebun.
- Manfaat berkebun.
- Peralatan berkebun.
- Berkebun sayuran.
- Berkebun buah, dan seterusnya.
Cara menemukan seed keyword ini juga beragam, teman-teman bisa mulai menentukan seed keyword dengan beberapa cara:
- Brainstorming.
- Tentukan istilah yang berkaitan dengan produk/layanan atau blog yang ingin dibangun.
- Menganalisis keyword di blog serupa.
- Mengamati keyword pada menu navigasi blog yang serupa.
- Mengamati tren dan hal yang dibahas di platform lain seperti media sosial.
Jenis-Jenis Keyword
Tujuan dilakukan proses riset kata kunci, salah satunya adalah membuat kategorisasi sekaligus menentukan prioritasnya.
Kategori yang dimaksud umumnya disusun berdasar jenis-jenis keyword berikut:
Jenis Keyword Berdasarkan Intent (Maksud) Pengguna
Setiap pengguna pasti mempunyai tujuannya masing-masing saat melakukan pencarian.
Search intent adalah niatan, maksud, atau tujuan pengguna saat mengetikkan keyword di kolom pencarian search engine.
Keyword dalam search intent ini dikategorikan menjadi 4, yaitu:
- Informational.
- Navigational.
- Commercial.
- Transactional.
Perlu diingat, intent adalah fitur dari SERP, oleh karena itu, hasil pencarian dapat berubah dari waktu ke waktu (tergantung tren), dan search engine dapat menampilkan hasil pencarian dengan beberapa intent sekaligus.
Tidak jarang teman-teman akan melihat hasil pencarian berupa campuran antara artikel dan product page.
Hasil pencarian semacam ini disebut dengan mixed intent atau fractured intent.
Contoh sederhananya adalah ketika teman-teman mengetik keyword “kopi” pada search engine, kemungkinan besar terdapat lebih dari satu intent di halaman hasil pencarian:
- Informational (artikel berisi penjelasan tentang kopi).
- Navigational (coffee shop terdekat).
- Transactional (produk kopi di marketplace).
Oleh karena itu, penting untuk melakukan keyword research lebih lanjut dan tidak berhenti pada seed keyword saja.
Informational Keyword
Keyword jenis ini adalah keyword yang digunakan ketikan pengguna mencari informasi tentang sesuatu dan hasil pencariannya bisa berupa artikel, tutorial, panduan, resource, video penjelasan, dsb.
Contoh dari informational keyword antara lain:
- Siapa founder dailyseo.
- Apa itu startup.
- Manfaat berkebun adalah.
Cara menentukan informational keyword yang paling sederhana adalah dengan menggunakan kata apa, bagaimana, di mana, kapan, siapa, dan mengapa.
Navigational Keyword
Navigational keyword adalah keyword yang digunakan ketika pengguna mencari atau ingin mengunjungi web, jasa, atau produk dari brand tertentu–termasuk ketika ingin log in ke web tertentu.
Beberapa contoh dari navigational keyword adalah:
- Kursus seo dailyseo.
- Log in youtube.
- Ahrefs traffic checker.
Cara sederhana mengidentifikasi navigational keyword adalah ketika pengguna sudah punya gambaran akan menuju ke halaman apa.
Commercial Keyword
Commercial keyword adalah keyword-keyword yang dicari pengguna ketika ingin membeli produk tertentu tetapi masih perlu melakukan evaluasi dan review lebih lanjut.
Asumsinya, pengguna menggunakan keyword ini ketika berada di tahapan consideration dalam marketing funnel, yakni ketika pengguna sudah punya pertimbangan untuk membeli dan me-review ulang suatu produk/layanan.

Beberapa contoh commercial keyword adalah:
- Review layanan hosting Indonesia.
- Ahrefs vs SEMrush.
- Keyword research tools terbaik.
- Course SEO terbaik di Indonesia.
Transactional Keyword
Transactional keyword adalah keyword yang digunakan ketika ingin melakukan action dengan segera, termasuk ingin membeli atau menyewa suatu produk atau jasa.
Sebagai bentuk lanjutan dari commercial keyword, transactional keyword disebut juga dengan buyer keyword dan kemungkinan besar digunakan oleh pengguna yang berada di bagian bawah marketing funnel.
Keyword jenis ini biasanya mengandung kata-kata seperti:
- jual.
- beli.
- daftar.
- subscribe.
- diskon, dll.
Transactional keyword juga biasanya lebih spesifik merinci nama produk atau bahkan model produknya.
Contoh dari transactional keyword antara lain:
- Daftar MBA ITB.
- Jual iPhone 17 pro.
- Jasa SEO Jakarta.
Biasanya, hasil pencarian transactional keyword berisi daftar product page atau halaman produk baik itu di ecommerce maupun di website yang menyediakannya.
Long Tail dan Short Tail Keyword
Long tail keyword adalah keyword yang search volume (jumlah pencarian) per bulannya rendah, bukan hanya tentang keyword dengan kata yang panjang.
Beberapa karakteristik long tail keyword adalah:
- Jumlah kata biasanya lebih panjang.
- Memiliki intent yang lebih spesifik.
- Lebih mudah ditarget.
Sementara short tail keyword adalah keyword yang paling banyak dicari karena berbentuk keyword yang cukup general dan cenderung singkat.
Beberapa karakteristik short tail keyword adalah:
- Cakupan yang luas.
- Search volume dan kompetisi tinggi.
- Search intent kurang definitif.
- Potensi traffic yang tinggi.
- Lebih sulit ditarget.
Kedua jenis keyword ini ditentukan berdasarkan search demand curve (kurva permintaan pencarian).

Niche Keyword
Niche keyword adalah keyword atau topik spesifik yang menarik bagi pasar tertentu, namun biasanya memiliki market size yang kecil.
Niche keyword cenderung lebih mudah untuk ranking.
Karena sifatnya yang niche ini, keyword-keyword ini biasanya high intent.
Dengan kata lain, niche keyword biasanya menghasilkan traffic yang sedikit tetapi traffic-nya berkualitas (engagement atau conversion-nya tinggi).
Unbranded dan Branded Keyword
Selama suatu keyword tidak mengandung merek atau nama brand, keyword tersebut dikategorikan sebagai unbranded keyword, begitu juga sebaliknya.
Mendapatkan ranking untuk unbranded keyword memungkinkan teman-teman menarik pengguna yang mencari produk atau layanan yang terkait dengan bisnis atau produk teman-teman, tetapi mereka belum mengetahui merek yang teman-teman punya.
Mendapatkan ranking untuk branded keyword memungkinkan teman-teman menarik orang-orang yang secara khusus mencari informasi tentang brand Anda, yang artinya sudah dikenal.
Istilah untuk traffic yang didapat adalah branded traffic.
Contoh unbranded dan branded keyword adalah sesederhana “sepatu lari” dan “sepatu lari Ortuseight”.
Traffic yang dihasilkan dari branded keyword dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran kesuksesan strategi marketing.
Kompetitor Keyword
Kompetitor keyword sederhananya adalah keyword yang telah atau juga ditarget oleh kompetitor Anda.
Keyword ini bisa didapatkan dengan menganalisis website kompetitor menggunakan SEO tools seperti Ahrefs dan Semrush.
Ketika teman-teman mengetahui keyword dari kompetitor, teman-teman dapat:
- Menggunakan keyword kompetitor sebagai pembanding.
- Menarget keyword yang sama.
- Menggunakan keyword kompetitor sebagai starting point untuk keyword research.
Menganalisis keyword dari kompetitor merupakan bagian dari SEO competitor analysis yang kerap penting untuk dilakukan ketika menyusun strategi SEO.
Primary dan Secondary Keyword
Primary keyword (kata kunci utama) adalah topik utama di satu halaman web yang jadi fokus ketika melakukan optimasi terhadap halaman tersebut.
Secondary keyword (kata kunci sekunder) adalah keyword-keyword yang berkaitan dengan keyword utama di halaman website tersebut.
Jika mengambil contoh sebelumnya berupa website yang membahas tentang berkebun di pekarangan rumah, contoh keyword utamanya adalah “berkebun di pekarangan rumah”.
Untuk secondary keyword-nya bisa berupa:
- Ide kreatif membuat kebun sayur di pekarangan rumah.
- Membuat kebun sayur di pekarangan rumah.
- Desain kebun sayur belakang rumah.
Sederhananya, jika primary keyword berupa topik, secondary keyword-nya bisa berupa subtopik.
Berbagai Sumber Ide Pencarian Keyword
Jika saat ini Anda sedang mengumpulkan berbagai kemungkinan kata kunci yang relevan bagi tujuan SEO maupun bisnis, berkreasilah dengan bebas karena ini adalah area yang sangat menyenangkan dari SEO dan membutuhkan kreativitas.
Berikut adalah beberapa sumber yang mungkin bisa menjadi inspirasi:
Pengembangan dari Seed Keyword
Dengan berbagai SEO tools baik yang gratis maupun berbayar, cukup dengan memasukkan satu atau dua kata yang dianggap paling relevan dengan website ataupun bisnis.
Tools tersebut akan langsung meng-generate kata tersebut menjadi ratusan bahkan ribuan suggestion / related keyword lainnya.
Dari sini Anda tinggal memilah-milah berdasar intensinya dan mana yang relevan atau lebih prioritas untuk dijadikan target.
Memanfaatkan Fitur Search Suggestion
Jika menggunakan Google, Anda bisa mempertimbangkan fitur autocomplete search suggestion yang muncul saat mengetik pada kolom pencarian ataupun address bar.
Di bagian paling bawah halaman hasil pencarian pada deretan related searches juga bisa menjadi tambahan ide keyword research Anda.
Wikipedia
Ini seringkali dilewatkan oleh para “penambang” keyword.
Padahal di mana lagi Anda bisa mencari sumber artikel-artikel yang didukung ribuan pakar dari industri yang beraneka ragam.
Salah satu jawabannya dan solusinya adalah di Wikipedia.
Perhatikan Tren yang Sedang Berkembang
Tren yang sedang berkembang penting untuk dicermati sebagai peluang mendapat pilihan-pilihan keyword yang relevan dengan bisnis serta bisa diarahkan menuju konten website Anda.
Gali lebih dalam pada situs-situs berita, forum tanya-jawab, sosial media tentang apa-apa yang sedang hangat dibicarakan dan menjadi fokus perhatian banyak orang.
Mengintip Keyword Kompetitor
Buatlah daftar kompetitor, jika sudah, lakukan pengecekan dengan Ahrefs atau Semrush.
Setelah itu, teman-teman akan dengan mudah untuk melihat konten-konten apa yang sudah mereka miliki dan unggul secara traffic.
Daftar keyword yang banyak mendatangkan traffic di website kompetitor bisa menjadi tambahan ide saat teman-teman melakukan keyword research.
Analisis dan Berdiskusi dengan Sumber Internal
Deretan lini produk atau layanan, menu atau kategori pada website, hingga fitur maupun solusi yang ditawarkan bisnis Anda juga bisa menjadi sumber ide Anda dalam riset keyword.
Teman-teman juga bisa berdiskusi dengan sumber internal, contohnya mulai dari tim sales, tim marketing offline, hingga tim produksi, atau bahkan atasan.
Tips Melakukan Keyword Research
Setelah melakukan keyword research, mungkin kita dihinggapi pertanyaan-pertanyaan seperti:
“Apakah sudah menemukan keyword yang tepat dan ideal?”,
“Apa keyword yang dipilih relevan dengan bisnis?”
“Apakah sudah memilih keyword dengan tingkat kesulitan yang sesuai?”,
“Apakah daftar keyword yang dikumpulkan telah meng-cover semua keyword yang relevan”,
atau mungkin mempertanyakan:
“Apakah sudah melakukan riset keyword secara lengkap dan sempurna?”.
Proses riset kata kunci adalah bagian art atau seni dari SEO, di mana bagian yang lain adalah science dan lebih teknis.
Ini mungkin mirip seperti yang dikatakan guru sekolah dulu, bahwa tidak ada nilai 100 untuk pelajaran kesenian.
Anda bisa berupaya melakukan riset keyword ini secara sempurna, lengkap, relevan dan tepat, namun akan selalu ada kemungkinan masih banyak keyword yang tertinggal, gagal menangkap intensi yang relevan dengan bisnis, atau salah mengukur tingkat kesulitannya.
Namun tenang dulu, teruslah menggali dan bersenang-senanglah.
Keyword research bukan tugas yang bisa dikerjakan tuntas sekali duduk. Ulangi prosesnya secara rutin dan lakukan penyempurnaan disana-sini.
Kabar baiknya adalah kita selalu bisa melakukan pemeriksaan kesesuaian antara intensi pengguna, konten, dan relevansinya terhadap layanan bisnis pada halaman hasil pencarian.
Kesalahan umum yang biasanya terjadi adalah pada pemilihan keyword-nya ,jangan cepat-cepat menyalahkan hasilnya, mungkin solusinya hanya perlu mengganti keyword tersebut dengan yang lebih tepat.
Dan karena hal inilah search engine menyediakan fitur seperti “people also ask” atau “related searches“, agar kita bisa selalu me-refine keyword yang ditargetkan.
Demikian pengenalan dasar mengenai research keyword.
Ulasan lebih lanjut akan dibahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya. Selamat melakukan riset kata kunci dan jangan lupa baca terus artikel-artikel terbaru di DailySEO ID.
Apabila memiliki pertanyaan terkait tulisan ini, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Diperbarui oleh: Maulana Sakti
12 Comments
Pingback: Apa itu Crawl Budget? Seberapa Penting bagi SEO, dan Bagaimana Cara Mengoptimasinya? - DailySEO ID
Pingback: 7 SEO Tools Gratis untuk Membantu Aktivitas SEO Kita - DailySEO ID
Pingback: Apakah Alt Text di Image Mempengaruhi Ranking Google Search? - DailySEO ID
Pingback: 6 Langkah Awal Belajar SEO Bagi Pemula yang Segera Bisa Dipraktikkan - DailySEO ID
Pingback: App Store Optimization (ASO): Bikin Aplikasi Anda Eksis di Perangkat Mobile - DailySEO ID
Pingback: 12 Rekomendasi Tools Project Management untuk SEO Agar Lebih Produktif - DailySEO ID
Pingback: Cara Menggunakan Google Keyword Planner Serta Tips Ampuh dalam Memakainya! - DailySEO ID
Pingback: 6 Bentuk Kolaborasi Tim SEO & Digital Marketing: Bangun Sinergitas yang Tinggi untuk Tujuan yang Sama - DailySEO ID
Pingback: Apakah Meta Keyword Memengaruhi Ranking di Google Search? - DailySEO ID
Pingback: 10 Tips Project Management di SEO yang Efektif dan Urgensinya - DailySEO ID
Pingback: Mau Jadi SEO Specialist? Ini Langkah-langkah untuk Menguasai Berbagai Skills-nya! - DailySEO ID
Pingback: Apakah “Unicorn Keyword” Benar-Benar Ada? - DailySEO ID