Ingin website disitasi Google AI Overview dan ChatGPT? Ini cara optimasinya menurut hasil riset BrightEdge.

Baru-baru ini BrightEdge melakukan riset yang hasilnya menunjukkan bahwa Google AI Overviews, AI Mode, dan ChatGPT merekomendasikan sekitar 62% terhadap brand yang beragam.

Berdasarkan data tersebut, BrightEdge menyimpulkan bahwa setiap platform AI search (pencarian AI) menafsirkan data dengan cara yang berbeda, hal ini juga menunjukkan cara berpikir yang berbeda pada masing-masing platform AI.

Hasil yang Didapat dan Metodologi Riset yang Digunakan

Analisis BrightEdge dilakukan menggunakan tool mereka sendiri yaitu, AI Catalyst.

BrightEdge menggunakan puluhan ribu kueri yang sama di ChatGPT, Google AI Overviews (AIO), dan Google AI Mode.

Penelitian ini mendokumentasikan tingkat ketidaksamaan hasil secara keseluruhan sebesar 61,9%, dan hanya sekitar 33,5% kueri yang menampilkan brand yang sama persis di ketiga platform AI tersebut.

Google AI Overviews mencatat rata-rata 6,02 brand mention (penyebutan merek) per kueri, sementara brand mention di ChatGPT berada di angka 2,37 per kueri.

Kueri pencarian dengan commercial intent (maksud komersial) yang berisi frasa seperti “buy (beli)”, “where (di mana)”, atau “deals (penawaran)” menghasilkan brand mention sebanyak 65% di semua platform.

Hal ini menunjukkan bahwa frasa keyword (kata kunci) dengan buying intent (maksud belanja) masih tetap menjadi primadona untuk website e-commerce, sama seperti di search engine tradisional.

Ini terlihat wajar, sebab industri e-commerce dan finance mendapat cakupan brand mention sebesar 40% lebih di ketiga platform AI ini.

Perbedaan dari Ketiga Platform

Tidak semua kueri pertanyaan menunjukkan hasil yang sama di antara ketiga platform AI dalam studi ini.

Banyak kueri identik pada saat tes dilakukan menghasilkan rekomendasi brand yang kadang berbeda, tergantung pada platform AI-nya.

Perbedaan yang dihasilkan antara lain:

  • ChatGPT mengutip brand terpercaya meskipun tidak didasarkan pada data pencarian, hal ini menunjukkan bahwa ChatGPT mengandalkan data pelatihan LLM.
  • Google AI Overviews mengutip brand 2,5 kali lebih sering daripada ChatGPT.
  • Google AI Mode lebih jarang mengutip brand daripada ChatGPT dan AIO.

Riset ini menunjukkan bahwa ChatGPT mengutamakan brand yang terpercaya, Google AIO menekankan keluasan cakupan dengan lebih banyak penyebutan brand per kueri, dan Google AI Mode lebih selektif dalam merekomendasikan sebuah brand.

Baca Juga:  Pentingnya SEO Competitor Analysis dan Langkah Sederhana Melakukannya

Aspek Pertimbangan yang Membedakan Ketiganya

BrightEdge menegaskan bahwa perbedaan hasil jawaban di antara ketiga platform ini bukanlah sesuatu yang dihasilkan secara acak.

Berikut adalah kesimpulan yang mereka dapatkan dari data yang mereka punya:

  • Aspek Brand Authority:

    Kecenderungan ChatGPT terhadap data pelatihan mengartikan brand yang sudah mapan dengan sejarah panjang yang kuat dapat mendapatkan sitasi atau mention tanpa perlu sitasi yang baru.

    Hal ini menciptakan “authority dividend” yang tidak disadari banyak brand bahwa mereka telah mendapatkannya atau tidak sadar bahwa mereka bisa mendapatkannya dengan cara positioning yang tepat.
  • Aspek Volume Opportunity:

    Ketertarikan Google AI Overview terhadap brand mention mengartikan terdapat lebih dari 6 slot yang tersedia untuk setiap kueri terkait, dengan jalur sitasi yang jelas menunjukkan cara tepat untuk mendapatkan visibilitas.

    Sementara para kompetitor hanya berfokus pada SEO tradisional, brand yang inovatif justru melakukan reverse-engineering terhadap jaringan sitasi ini.
  • Aspek Quality Threshold:

    Selektivitas Google AI Mode mengartikan hanya sedikit brand yang memenuhi syarat, tetapi brand yang memenuhi syarat mendapatkan dukungan sitasi yang kuat yang memperkuat authority (otoritas) mereka di seluruh web.

Dari ketiga aspek di atas terlihat jelas memang ada perbedaan, tetapi Roger Montti tidak setuju bahwa “authority” ada hubungannya dengan hal ini, berikut adalah penjelasan dari Roger Montti.

Penjelasan Roger Montti

Bukan Tentang Authority, Ini Tentang Training Data (Data Pelatihan)

BrightEdge mengacu pada “authority signal (sinyal otoritas)” di dalam LLM yang mendasari ChatGPT.

Pendapat saya berbeda mengenai hasil yang dikeluarkan LLM, ini bukan tentang retrieval-augmented respons sitasi langsung.

Saya merasa tidak ada sinyal yang berkaitan dengan ranking.

Menurut saya, LLM hanya mencari entitas (brand) yang terkait dengan suatu topik.

Apa yang terlihat seperti “authority” bagi seorang SEO kemungkinan besar berkaitan dengan frequency (frekuensi), prominence (keunggulan), dan kekuatan contextual embedding (penanaman kontekstual).

  • Frequency:

    Seberapa sering brand muncul dalam data pelatihan.
  • Prominence:

    Seberapa kuat brand dalam konteks tersebut (judul vs. catatan kaki).
  • Kekuatan Contextual Embedding:

    Seberapa erat brand tersebut dikaitkan dengan topik tertentu berdasarkan data pelatihan.

Jika suatu brand muncul secara luas dalam konteks yang sesuai dalam data pelatihan, maka menurut saya, brand tersebut kemungkinan besar akan ditampilkan sebagai brand mention oleh LLM, karena hal ini mencerminkan pola dalam data pelatihan, bukan otoritas.

Meskipun demikian, saya setuju dengan BrightEdge bahwa menjadi brand yang authoritative itu penting, dan kita tidak boleh mengabaikan perihal kualitas.

Pola yang Muncul

Data riset menunjukkan adanya pola unik di ketiga platform yang dapat memicu sitasi brand.

Baca Juga:  Review 4 Plugin SEO WordPress Gratis yang Pernah Saya Coba: RankMath, Yoast, All in One, Slim SEO

Salah satu pola yang dimiliki ketiganya adalah frasa kata kunci dengan intent komersial yang tinggi menghasilkan brand mention hampir dua pertiga kasus.

Industri seperti e-commerce dan finance mendapatkan cakupan brand yang lebih tinggi, yang menurut saya mencerminkan kemampuan ketiga platform untuk secara akurat memahami intent komersial yang kuat untuk kata kunci yang melekat pada kedua industri tersebut.

Secercah harapan bagi publisher (penerbit) adalah adanya temuan bahwa comparison query (kueri perbandingan) seperti produk “terbaik” menghasilkan 43% brand mention di ketiga platform AI tersebut.

Sekali lagi hal ini mencerminkan kemampuan platform AI dalam memahami konteks dari kueri yang pengguna ketik.

Efek Citation Network

BrightEdge menegaskan bahwa mendapatkan kutipan di satu platform dapat memengaruhi visibilitas di platform lainnya.

Mereka menyatakan:

Sebuah karya yang dirancang dengan baik… bisa:

Mendapatkan authority mention di ChatGPT melalui brand recognition (pengenalan merek)

Menghasilkan 6+ penyebutan kompetitif di Google AI Overview melalui cakupan yang komprehensif

Amankan penempatan selektif dan banyak dikutip di Google AI Mode melalui validasi pihak ketiga

Efek citation network (jaringan sitasi) mengartikan bahwa mendapatkan mention di satu platform sering kali menciptakan validasi yang dibutuhkan untuk platform lain.

Mengoptimalkan Pencarian Tradisional Tetap Ada

Meskipun demikian, kita setuju dengan BrightEdge bahwa ada peluang strategis dalam menciptakan konten yang sukses di ketiga platform tersebut, dan di SEO, yaitu pengoptimalan untuk traditional search (pencarian tradisional), adalah landasan utama dari keseluruhan strategi.

Tradisional SEO masih menjadi jalan untuk membangun visibilitas dalam mode pencarian AI.

Kesimpulan

Mengoptimasi brand mention di platform AI bukanlah tentang seberapa hebat teman-teman “mengakali” sistem yang mereka punya, melainkan dari hal yang paling dasar dahulu, yaitu traditional SEO, di mana kita menciptakan website dan konten yang bukan hanya baik untuk engine tapi juga bermanfaat untuk audiens kita.

Demikianlah tulisan mengenai cara optimasi Google AI Overview dan ChatGPT berdasarkan riset ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

References:

https://www.brightedge.com/resources/weekly-ai-search-insights/chatgpt-vs-google-ai-62-brand-recommendation-disagreement

https://www.searchenginejournal.com/research-shows-how-to-optimize-for-google-aio-and-chatgpt/554829

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment