Banyak seller mulai sadar bahwa mengandalkan marketplace saja itu berisiko.

Perubahan algoritma, persaingan harga yang ketat, hingga biaya iklan yang semakin tinggi membuat bisnis menjadi tidak stabil dan margin semakin tipis.

Karena itu, banyak yang mulai membangun website sendiri. Namun di lapangan, tidak sedikit yang mengalami hal yang sama.

Website sudah jadi.

Produk sudah diunggah.

Tapi traffic tidak ada.

Penjualan pun sepi.

Lalu muncul kesimpulan cepat bahwa website tidak efektif.

Padahal, masalahnya bukan di situ. Masalah sebenarnya adalah satu hal yang sering tidak disadari sejak awal.

Anda belum mengganti mesin traffic-nya.

Marketplace dan Website itu Dua Dunia yang Berbeda

Di marketplace, Anda tidak perlu memikirkan traffic.

Platform seperti Shopee atau Tokopedia sudah memiliki jutaan pengunjung setiap hari. Anda hanya perlu bersaing di dalamnya.

Sementara di website, Anda harus membangun traffic sendiri.

Di sinilah SEO menjadi penting.

SEO atau Search Engine Optimization adalah proses agar website Anda bisa muncul di hasil pencarian Google secara organik, tanpa iklan.

Menurut data dari BrightEdge, sekitar 68 persen aktivitas online dimulai dari mesin pencari, dan 53 persen traffic website berasal dari pencarian organik.

Artinya, jika website Anda tidak muncul di Google, maka kemungkinan besar calon pembeli tidak akan menemukan Anda.

14 Masalah yang Paling Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

Berikut ini adalah masalah utama yang sering dialami seller, lengkap dengan solusi dan langkah praktis yang bisa langsung dilakukan.

1. Tidak Punya Traffic di Luar Marketplace

Banyak seller terbiasa mengandalkan traffic dari marketplace. Ketika pindah ke website, pengunjung langsung tidak ada.

Solusinya adalah membangun traffic sendiri melalui SEO.

Yang perlu dilakukan:

  • Mulai keyword research atau kata kunci yang sering dicari calon pembeli.
  • Buat 5 sampai 10 artikel awal di blog website Anda.
  • Optimasi halaman produk dengan kata kunci yang relevan.
  • Daftarkan website ke Google Search Console agar bisa terindeks.
  • Publikasikan konten secara rutin minimal 1 sampai 2 kali per minggu.

2. Tidak Tahu Keyword yang Dicari Pembeli

Seller sering tahu produknya laku, tapi tidak tahu bagaimana orang mencarinya di Google.

Baca Juga:  Studi: Tidak Ada Efek yang Jelas dari Penerapan llms.txt Terhadap Sitasi AI

Keyword adalah kata atau frasa yang diketik orang saat mencari sesuatu di Google.

Solusinya adalah melakukan riset keyword.

Yang perlu dilakukan:

  • Gunakan tools seperti Google Keyword Planner atau Ubersuggest.
  • Cari keyword yang berhubungan dengan produk dan masalah pelanggan.
  • Fokus pada keyword panjang atau long tail keyword karena lebih mudah bersaing.
  • Kelompokkan keyword berdasarkan tujuan pencarian, apakah untuk mencari informasi atau ingin membeli.

3. Struktur Website Tidak SEO Friendly

Banyak website dibuat tanpa struktur yang jelas, sehingga membingungkan pengguna dan Google.

Solusinya adalah membuat struktur website yang rapi dan logis.

Yang perlu dilakukan:

  • Susun halaman dari yang umum ke yang spesifik seperti homepage ke kategori lalu ke produk.
  • Gunakan URL yang jelas dan mudah dibaca.
  • Pastikan pengunjung bisa menemukan produk dalam beberapa klik saja.
  • Tambahkan navigasi yang memudahkan seperti menu kategori.

4. Konten Produk Terlalu Terlalu Singkat

Deskripsi produk sering terlalu singkat atau hanya menyalin dari marketplace.

Solusinya adalah membuat deskripsi yang lebih lengkap dan membantu.

Yang perlu dilakukan:
 

  • Tulis deskripsi minimal 300 kata.
  • Jelaskan manfaat produk, bukan hanya fitur.
  • Tambahkan pertanyaan yang sering ditanyakan atau FAQ.
  • Gunakan bahasa yang menjawab kebutuhan pembeli.

5. Tidak Konsisten Membuat Konten

Banyak seller hanya fokus jualan tanpa membuat konten tambahan. Solusinya adalah membangun sistem konten.

Yang perlu dilakukan:

  • Buat rencana konten bulanan.
  • Tulis artikel edukasi, perbandingan, dan rekomendasi.
  • Targetkan minimal beberapa artikel setiap bulan.
  • Fokus pada topik yang sering dicari calon pembeli.

6. Salah Memahami Tujuan Pencarian

Tidak semua orang yang datang dari Google langsung ingin membeli. Ada yang masih mencari informasi terlebih dahulu.

Solusinya adalah menyesuaikan konten dengan search intent (maksud pencarian).

Yang perlu dilakukan:

  • Cari keyword di Google dan lihat hasil teratas.
  • Pelajari apakah kontennya berupa artikel atau halaman produk.
  • Buat konten dengan format yang sesuai.
  • Hindari langsung menjual di semua halaman.

7. Tidak Punya Backlink

Backlink adalah link dari website lain yang mengarah ke website Anda. Ini dianggap sebagai tanda kepercayaan oleh Google.

Solusinya adalah mulai membangun backlink secara bertahap.

Yang perlu dilakukan:

  • Menulis artikel di website lain.
  • Bekerja sama dengan media atau influencer.
  • Mendaftarkan bisnis ke direktori online.
  • Membuat konten yang bermanfaat sehingga layak direferensikan.

8. Tidak Sabar dengan Proses SEO

SEO bukan strategi instan. Banyak yang berhenti terlalu cepat karena tidak melihat hasil dalam waktu singkat.

Solusinya adalah memahami bahwa SEO membutuhkan waktu.

Yang perlu dilakukan:

  • Tetapkan ekspektasi 3 sampai 6 bulan untuk mulai melihat hasil.
  • Fokus pada konsistensi.
  • Evaluasi performa secara berkala.
  • Tetap lanjut meskipun hasil belum terlihat di awal.

9. Tidak Menggunakan Data

Tanpa data, Anda tidak tahu apa yang berhasil dan apa yang tidak. Solusinya adalah menggunakan tools analitik.

Baca Juga:  15 Formula Google Sheet yang Berguna untuk Praktisi SEO

Yang perlu dilakukan:

  • Pasang Google Search Console dan Google Analytics.
  • Pantau halaman yang banyak dikunjungi.
  • Lihat keyword yang mulai muncul di Google.
  • Perbaiki konten yang performanya rendah.

10. Duplikasi Konten dari Marketplace

Menyalin deskripsi produk dari marketplace membuat website tidak memiliki keunikan.

Solusinya adalah membuat konten original.

Yang perlu dilakukan:

  • Tulis ulang semua deskripsi produk.
  • Tambahkan sudut pandang atau pengalaman sendiri.
  • Gunakan gaya bahasa yang konsisten dengan brand.
  • Hindari menyalin langsung dari platform lain.

11. Tidak Mengoptimasi Halaman Kategori

Banyak seller hanya fokus pada optimasi product page (halaman produk).

Padahal halaman kategori bisa menjadi pintu masuk utama dari Google.

Solusinya adalah mengoptimasi halaman kategori.

Yang perlu dilakukan:

  • Tambahkan deskripsi pada halaman kategori.
  • Gunakan keyword utama di halaman tersebut.
  • Hubungkan ke produk terkait.
  • Buat judul dan deskripsi halaman yang jelas.

12. Website Lambat dan Tidak Mobile-Friendly

Kecepatan dan fleksibilitas website sangat mempengaruhi pengalaman pengguna.

Solusinya adalah meningkatkan performa site speed dan desain yang responsif.

Yang perlu dilakukan:

  • Kompres ukuran gambar.
  • Gunakan hosting yang cepat.
  • Pilih tema website yang ringan.
  • Pastikan tampilan nyaman di perangkat mobile.

Menurut Google, lebih dari 50 persen pengguna akan meninggalkan website jika loading-nya terlalu lama.

13. Tidak Membangun Brand

Jika hanya fokus jualan, Anda sulit dibedakan dari kompetitor. Solusinya adalah membangun identitas brand.

Yang perlu dilakukan:

  • Gunakan gaya komunikasi yang konsisten.
  • Buat halaman tentang brand atau cerita bisnis Anda.
  • Bangun kehadiran di berbagai channel seperti blog dan media sosial.
  • Dorong agar orang mulai mencari nama brand Anda di Google.

14. Tidak Punya Sistem Konversi

Traffic saja tidak cukup jika tidak diarahkan menjadi pembelian. Solusinya adalah membangun funnel atau alur konversi.

Funnel adalah proses bagaimana pengunjung berubah menjadi pembeli.

Yang perlu dilakukan:

  • Tambahkan ajakan bertindak atau call to action di setiap halaman.
  • Hubungkan artikel ke halaman produk.
  • Tawarkan promo atau insentif.
  • Bangun database pelanggan seperti email list.

Yang Perlu Anda Ingat

Jika dilihat dari semua ini, jelas bahwa masalah utama bukan pada website atau produk.

Masalah utamanya adalah belum adanya sistem yang bisa mendatangkan dan mengelola traffic secara konsisten.

Marketplace memberi Anda traffic secara instan. Sementara website membutuhkan strategi untuk membangunnya, dan SEO adalah fondasinya.

Website memang bukan solusi instan.

Namun jika dibangun dengan benar, website bisa menjadi aset jangka panjang yang terus menghasilkan tanpa bergantung pada platform lain.

Terakhir, apabila Anda memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://www.brightedge.com/resources/webinars/the-future-of-search

https://business.google.com/en-all/think/

Author

Menulis tentang SEO, content, dan growth dengan pendekatan yang sederhana dan praktikal. Fokus pada bagaimana membangun aset digital yang benar-benar berdampak untuk bisnis.

Write A Comment