Terkadang, realita tidak seindah ekspektasi.
Salah satunya, seorang SEO practitioner (praktisi SEO) mungkin saja tidak memiliki tim sama sekali atau dengan kata lain bekerja sendirian atau berperan sebagai individual contributor.
Bekerja sendiri tanpa tim memang ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Karena itu, berikut ini adalah tips bagi Anda para praktisi SEO (Search Engine Optimization) yang bekerja sendirian tanpa adanya anggota tim yang lain.
Daftar Isi
- 1. Jangan Gunakan Bahasa Teknis ketika Berbicara dengan Orang Lain
- 2. Buat Dashboard yang bisa Dimengerti oleh Atasan atau Klien
- 3. Jangan Ragu untuk Kolaborasi dengan Pengurus Kanal Digital Marketing Lain
- 4. Pelajari Alur Kerja, Budaya, serta Politik Kantor antar Departemen
- 5. Selalu Bawa Data ketika Berargumen
- 6. Jangan Mudah Marah
- 7. Ajak AI untuk Brainstorming
- Bagaimana Pengalaman Anda sebagai Individual Contributor dalam SEO?
1. Jangan Gunakan Bahasa Teknis ketika Berbicara dengan Orang Lain
SEO memang banyak istilah teknis, tetapi ketika Anda bekerja sebagai individual contributor, hanya Anda sendiri saja yang mengerti istilah teknis.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak menggunakan istilah atau jargon teknis ketika berkomunikasi dengan atasan atau kolega kerja karena tidak akan ada yang mengerti.
Sebaliknya, gunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh lawan bicara Anda di tempat kerja.
Contohnya, halaman yang dioptimasi berhasil = halaman yang baru dioptimasi kemarin menghasilkan 20 pembaca dengan 5 di antaranya menjadi prospek.
2. Buat Dashboard yang bisa Dimengerti oleh Atasan atau Klien
Membuat dashboard penting untuk melihat bagaimana riwayat pekerjaan serta pertumbuhan dan blocker (hambatan) dalam optimasi SEO Anda.
Perbedaannya, ketika menjadi individual contirbutor, dashboard Anda sebaiknya bisa dibaca oleh atasan Anda yang juga tidak mengerti jargon teknis SEO.
Saran penulis, sebaiknya Anda bisa menggunakan metrik seperti page view atau user yang membaca halaman tertentu diganti dengan metrik mejadi pembaca atau pengunjung.
Kemudian, sertakan juga jika halaman tersebut menghasilkan prospek, bahkan closing.
3. Jangan Ragu untuk Kolaborasi dengan Pengurus Kanal Digital Marketing Lain
Meski menjadi individual contributor, SEO tidak bisa bekerja sendirian, karena itu, cobalah untuk meminta kolaborasi dari kolega satu departemen dulu, misalnya sesama pengurus kanal digital marketing.
Contohnya saat berkolaborasi dengan tim social media, Anda bisa meminta mereka untuk mencantumkan tautan blog post di Instagram story serta memastikan kalau nama, alamat, dan nomor HP bisnis sudah konsisten antara bio media sosial dengan yang tertera di Google Maps.
4. Pelajari Alur Kerja, Budaya, serta Politik Kantor antar Departemen
Jika Anda bekerja in house, ada baiknya memahami bagaimana politik serta kulturnya.
Contohnya, jika Anda menemukan kesalahan teknis dalam technical SEO, tidak bijak jika langsung menyampaikannya ke departemen IT.
Pertama-tama, coba cari tahu dulu bagaimana alur kerja jika ada masalah tersebut, tentunya hal ini bisa ditanyakan ke atasan Anda.
Tindakan kurang bijak seperti langsung meminta departemen lain untuk mengerjakan request SEO dari Anda hanya akan berdampak kurang baik untuk Anda, terutama di perusahaan yang cukup hierarkis.
5. Selalu Bawa Data ketika Berargumen
Sebagai individual contributor, berarti Anda sebenarnya sudah diakui sebagai spesialis di suatu bidang.
Ketika berargumen, seorang spesialis atau konsultan tidak sebaiknya feeling driven atau menggunakan perasaannya saja.
Biasakan selalu membawa data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan ketika berargumen, terutama jika hal ini menyangkut proyek atau budget SEO.
6. Jangan Mudah Marah
Karena Anda adalah satu-satunya orang yang mengerti SEO, maka ada kalanya Anda akan mendengar omongan negatif seperti “orang itu tidak jelas pekerjaannya, kok orangnya cuma upload artikel saja kerjanya, atau kerjaannya cuma ketik-ketik”.
Jangan emosi dengan celotehan tersebut.
Hal itu karena mereka tidak tahu tentang pekerjaan dan tanggung jawab dari seorang praktisi SEO.
7. Ajak AI untuk Brainstorming
Karena tidak ada kolega yang mengerti SEO, Anda bisa memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT dan sejenisnya untuk brainstorming untuk SEO.
Misalnya brainstorming dengan ChatGPT agar bisa membuat content plan serta pembentukan topic cluster agar topical authority semakin kuat
Bagaimana Pengalaman Anda sebagai Individual Contributor dalam SEO?
Baik itu bekerja sebagai tim atau pun individual contributor ada kelebihan dan kekurangannya.
Ketika Anda sendirian yang mengerti tentang SEO, maka tantangan utamanya ada di komunikasi.
Kalau Anda, bagaimana pengalamannya selama menjadi individual contributor sebagai konsultan SEO?