Sitemap atau peta situs merupakan sebuah “tempat” dimana kita memberikan informasi tentang web page (halaman web) dan file lainnya di dalam website.

Keberadaan sitemap tentu sangat membantu crawler dari Search Engine untuk “mengenali” website teman-teman dengan lebih baik.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai sitemap, cara membuatnya, hingga cara submit-nya ke Google Search Console (GSC)?

Silakan baca tulisan ini hingga selesai!

Apa itu Sitemap?

Sitemap adalah sebuah file yang menunjukkan struktur website, termasuk halaman, konten artikel, file gambar, hingga video serta hubungan di antaranya.

Search engine menggunakan file sitemap untuk crawling (merayapi) website secara efisien.

Membuat dan memiliki sitemap adalah sebuah keharusan.

Mengapa demikian?

Pasalnya, dengan memiliki sitemap, kita akan memiliki beberapa keuntungan, salah satunya adalah akan mempermudah proses crawling yang dilakukan oleh Search Engine.

Saat proses crawling yang terjadi dengan mudah dan efisien, tentu ini akan memberikan keuntungan lainnya dalam konteks SEO.

Haruskah Sitemap Dibuat Terstruktur dan Rapi?

ilustrasi file sitemap
Dok. Adobestock.

Jawabannya adalah ya, file sitemap yang kita buat harus rapi dan terstruktur.

Hal ini dimaksudkan agar bot crawler dapat mengenal struktur website Anda dengan baik dan dapat membedakan isi konten dari setiap URL yang terlampir di dalamnya.

Fungsi Sitemap dan Manfaatnya untuk SEO

File sitemap berfungsi sebagai “alat bantu” agar search engine seperti Google dan Bing lebih mudah menemukan URL di website kita.

Apakah search engine sudah pasti melakukan crawling semua URL yang teman-teman masukkan di sitemap?

Jawabannya adalah belum tentu.

Memiliki sitemap tidak menjamin bahwa semua semua URL di website teman-teman akan di-crawl dan diindeks oleh Google.

Namun secara umum, website teman-teman akan mendapatkan benefit lebih jika memiliki sitemap di dalamnya.

Apa saja manfaat sitemap di SEO?

  1. Mengorganisir website berskala besar.
  2. Meningkatkan potensi halaman penting Anda ditemukan oleh search engine.
  3. Menghindari masalah duplicate content (konten duplikat).
  4. Memungkinkan Anda untuk memberikan instruksi kepada search engine.

Dengan begitu, potensi datangnya trafik website pun akan meningkat.

Teman-teman pasti sudah tahu kalau salah satu tujuan dari SEO adalah mendatangkan dan meningkatkan trafik ke website.

Jenis-Jenis Sitemap

Terdapat 2 jenis sitemap, antara lain:

  1. XML Sitemap.
  2. HTML Sitemap.

XML sitemap adalah file sitemap yang ditulis dalam format spesifik (.XML) dan didesain khusus untuk search engine bot.

Sedangkan HTML sitemap adalah sebuah file sitemap yang dapat dilihat oleh user dan menjadi alat bantu navigasi bagi mereka.

Cara Membuat Sitemap Tanpa Plugin

xml sitemap generator
Dok. Screenshot.

Jika website Anda menggunakan custom CMS, teman-teman bisa membuat sitemap dengan langkah-langkah di bawah ini:

  1. Kunjungi xml sitemap generator.
  2. Masukkan alamat URL website Anda di kolom yang tersedia.
  3. Lalu klik “Start”.
  4. Tunggu beberapa waktu, dan jika sudah selesai silakan klik “view sitemap details“, kemudian klik “download your xml sitemap file“.
  5. Selesai!
Baca Juga:  Rekomendasi pada Google Search Console Sekarang Tersedia untuk Semua Orang!

Setelah di-download, pastikan teman-teman meng-upload file sitemap tadi ke root folder hosting website Anda, dan namakan dengan “sitemap.xml”.

Jika sudah di-upload ke folder hosting website, langkah selanjutnya tinggal memasukkan URL sitemap-nya ke GSC.

Bagaimana Cara Membuat Sitemap di WordPress?

Jika kita berbicara WordPress, caranya cukup mudah, karena platform CMS (Content Management System) yang satu ini menyediakan banyak plugin yang memudahkan kita dalam membuat dan mengelola website.

Membuat Sitemap XML di WordPress

Pertama-tama, install dan aktifkan plugin XML Sitemap Generator for Google.

instal dan aktivasi plugin xml sitemap

Kedua, klik Setting > XML-Sitemap di sebelah kiri.

google xml sitemaps settings

Ketiga, plugin akan membuat file sitemap secara otomatis ketika pertama kali dibuka.

google xml sitemaps notif

Keempat, scroll ke bawah ke bagian Basic Options. Lalu centang teks Notify Google about updates of your site dan Add sitemap URL to the virtual robots.txt file, selebihnya hanyalah opsional.

google xml sitemaps basic options

Kelima, klik Update Options, selesai!

update options

Membuat Sitemap HTML di WordPress

Pertama, install dan aktifkan plugin Simple Sitemap.

plugin Simple Sitemap

Kedua, klik Page > Add New.

Ketiga, masukan judul pada halaman (contoh: HTML Sitemap).

Keempat, klik ikon + di Gutenberg Blocks, lalu klik Simple Sitemap.

add simple sitemap block

Kelima, tentukan jenis konten apa yang akan dibuat HTML sitemap-nya (post saja, page saja, atau keduanya).

add posts atau pages

Keenam, klik Publish dan selesai! HTML sitemap yang teman-teman buat sudah bisa diakses.

Cara Submit Sitemap ke Google Search Console

Untuk mensubmit sitemap ke GSC silakan lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Login ke akun GSC Anda.
  2. Klik menu Sitemaps yang berada di tab Indexing di sebelah kiri.
  3. Masukkan URL Sitemap Anda di kolom Add a new sitemap.
  4. Klik Submit.
  5. Tunggu beberapa saat hingga muncul text box Sitemap submitted successfully.
  6. Selesai!

Mengapa teman-teman perlu memasukkan sitemap ke GSC? Terdapat dua alasan, yaitu:

  1. Mempercepat proses Google menemukan file sitemap Anda.
  2. Memberitahu Anda jika terdapat masalah pada file sitemap tersebut.

Kapan Sitemap Benar-benar Dibutuhkan?

Menurut Google, sebenarnya Sitemap itu tidak wajib atau tidak selalu dibutuhkan.

Mesin pencari bisa menemukan halaman-halaman di website kita dengan menelusuri link (tautan) yang ada di website kita.

Akan tetapi, file sitemap menjadi penting untuk website besar dan kompleks (memiliki halaman dengan jumlah sangat banyak).

Google menyatakan:

Jika halaman situs Anda ditautkan (di-link) dengan benar, Google biasanya dapat menemukan sebagian besar situs Anda.

Penautan yang benar artinya semua halaman yang Anda anggap penting dapat dijangkau melalui beberapa bentuk navigasi, baik itu link maupun menu situs yang ditempatkan di halaman.

Meskipun demikian, peta situs dapat meningkatkan crawling pada situs yang lebih besar atau lebih kompleks, atau file yang lebih khusus.

Mbah Google

Mengutip langsung dari Google Search Central, ini panduan kapan Anda butuh dan tidak butuh Sitemap:

Baca Juga:  Fitur Baru Google Search Console: Analisis Data lebih Praktis dengan AI

Kapan Sitemap dibutuhkan?

  • Situs Anda benar-benar besar. Akibatnya, makin besar kemungkinan bagi web crawler Google untuk melewatkan crawling pada beberapa halaman yang baru atau baru diperbarui.
  • Situs Anda memiliki arsip halaman konten besar yang terisolasi atau tidak tertaut dengan baik satu sama lain. Jika halaman situs tidak merujuk satu sama lain secara alami, Anda dapat mencantumkannya dalam peta situs untuk memastikan Google tidak melewatkan beberapa halaman Anda.
  • Situs Anda masih baru dan memiliki sedikit link eksternal (backlinks) yang mengarah ke sana. Googlebot dan web crawler lainnya meng-crawl web dengan mengikuti link dari satu halaman ke halaman lainnya. Akibatnya, Google mungkin tidak menemukan halaman Anda jika tidak ada situs lain yang menautkan ke halaman tersebut.
  • Situs Anda memiliki banyak konten multimedia (video, gambar) atau ditampilkan di Google Berita. Jika disediakan, Google dapat memperhitungkan informasi tambahan dari peta situs untuk penelusuran, jika sesuai.

Kapan Sitemap Tidak Dibutuhkan?

Teman-teman mungkin tidak memerlukan sitemap jika:

  • Situs Anda berukuran “kecil”. Artinya, situs Anda memiliki maksimal 500 halaman. (Total ini dihitung dari halaman yang menurut Anda perlu ditampilkan dalam hasil penelusuran.)
  • Situs Anda sepenuhnya tertaut secara internal. Artinya, Google dapat menemukan semua halaman penting di situs Anda dengan mengikuti link yang dimulai dari halaman beranda.
  • Anda tidak memiliki banyak file media (video, gambar) atau halaman berita yang ingin ditampilkan dalam hasil penelusuran. Peta situs dapat membantu Google menemukan dan memahami file video dan gambar, atau artikel berita, di situs Anda. Jika merasa tidak perlu memunculkan hasil ini di hasil gambar, video, atau berita, Anda mungkin tidak memerlukan peta situs.

Kesimpulan

File sitemap.xml itu penting namun tidak wajib.

Semuanya kembali lagi dari seberapa besar jumlah konten yang ada di dalam sebuah website.

Jika sangat sedikit maka kita bisa “mengabaikan” pembuatan sitemap, tapi jika sangat banyak, maka kita perlu membuatnya agar bot crawler bisa “rutin” mengunjunginya, dan tentunya jadi lebih efisien dibandingkan hanya dengan internal link saja.

Demikianlah tulisan mengenai pengertian sitemap, manfaatnya untuk SEO, dan cara membuatnya ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Sumber:

https://www.semrush.com/blog/website-sitemap/

https://www.fool.com/the-ascent/small-business/seo/articles/sitemap/

https://www.cloudways.com/blog/wordpress-sitemap/#create-a-wordpress-sitemap

https://www.wpbeginner.com/plugins/how-to-add-an-html-sitemap-page-in-wordpress/#add-html-sitemap-simple-sitemap

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

7 Comments

  1. Pingback: Day 2 SEOCon Forum Bali 2024: Dari Cara Efektif Gunakan AI untuk SEO Hingga Tips Local SEO 2025 - DailySEO ID

  2. Pingback: Banyak Backlink yang Hilang Dalam Waktu Singkat? John Mueller: Bukan Masalah! - DailySEO ID

Write A Comment