Pernahkah teman-teman merasa sudah mengoptimalkan situs web secara menyeluruh, namun performa SEO-nya masih jauh dari harapan?
Mungkin, masalahnya ada pada crawl depth (kedalaman perayapan) yang kurang diperhatikan.
Crawl depth mengacu pada seberapa dalam mesin pencari meng-crawling laman-laman pada situs Anda.
Jika sering terabaikan, hal ini bisa memengaruhi seberapa cepat dan efisien Google dan search engine lainnya dalam mengindeks konten Anda.
Nah, di artikel ini, kita akan membahas apa itu crawl depth hingga tips mengoptimalkannya untuk meningkatkan performa SEO situs teman-teman.
Kita akan mulai dari pembahasan pengertian crawl depth.
Daftar Isi
Apa itu Crawl Depth?
Crawl depth adalah jumlah “klik” atau langkah yang dibutuhkan oleh search engine crawler (seperti Googlebot) untuk mencapai laman tertentu di situs web Anda.
Langkah crawl depth dimulai dari laman homepage (beranda).
Secara sederhana, crawl depth merupakan ukuran tentang seberapa dalam suatu laman dapat dicapai dalam struktur internal situs teman-teman.
Mengapa Praktisi SEO Perlu Mempertimbangkan Crawl Depth?
Jika Anda bertanya,
“Apakah crawl depth ini penting untuk saya perhatikan?”
Jawabannya, ya, penting!
Hal ini bukan tanpa sebab, karena proses ini berpengaruh langsung pada seberapa mudah search engine menemukan, meng-crawl, dan mengindeks laman di dalam situs web Anda.
Jika search engine saja sulit menemukannya, maka tidak akan ada yang namanya crawling.
Jika tidak ada crawling, maka tidak ada yang namanya indexing.
Dan jika tidak ada indexing, maka konten situs Anda tidak akan pernah muncul di SERP (Search Engine Results Page).
Apakah Crawl Depth dan Page Depth Berbeda?
Harap dicatat, crawl depth adalah tentang berapa “langkah” yang dibutuhkan search engine bot crawler untuk menemukan suatu konten di dalam situs.
Sementara, page depth (kedalaman laman) atau biasa juga disebut click depth (kedalaman klik) adalah berapa kali user perlu mengeklik dari laman beranda ke laman yang mereka tuju.

Secara istilah keduanya sama, namun yang membedakan adalah perspektifnya, yaitu:
- Crawl depth dari sudut pandang search engine bot crawler, dan
- Page depth/click depth dari sudut pandang user atau visitor situs web kita.
Sebagai tambahan, jika teman-teman ingin tahu tentang crawl budget, silakan baca tulisan berikut:
Apa itu Crawl Budget? Seberapa Penting bagi SEO, dan Bagaimana Cara Mengoptimasinya?
Tips Mengoptimasi Crawl Depth agar Semakin Efisien
Teman-teman bisa ikuti cara-cara mengoptimalkan crawl depth di bawah ini agar situs web Anda semakin efisien untuk di-crawl oleh search engine bot.
1. Sederhanakan Struktur Situs Anda
Struktur situs yang sederhana mengacu pada pengaturan di mana laman-laman penting dapat diakses hanya dalam beberapa klik saja dari laman beranda.
Hal ini bisa teman-teman lakukan dengan membuat menu navigasi yang intuitif, menggunakan kategori dengan bijak, dan mengurangi lapisan sub laman yang berlebihan.
Untuk situs web yang besar, pertimbangkan kedalaman klik maksimal 3 sampai 4 klik.
Contohnya jika Anda mempunyai produk kopi robusta, maka ilustrasi langkahnya seperti ini:
Beranda > Produk > Kopi > Robusta.
Hanya perlu tinggal langkah saja bagi bot crawler untuk mencapainya.
2. Optimalkan Penerapan Internal Link
Tambahkan internal link (tautan internal) kontekstual yang relevan di dalam konten Anda.
Teman-teman bisa memulainya dari laman paling populer ke konten yang lebih mendalam dan penting, sehingga seolah-olah memberi jalur “potong jalan” untuk search engine crawler.
Internal link tidak hanya penting untuk bot crawler, tapi juga untuk user situs web Anda.
Jangan lupa juga bahwa user experience yang baik juga memengaruhi performa SEO teman-teman.
3. Buat XML Sitemap
XML sitemap adalah sebuah file dalam format Extensible Markup Language (XML) yang menjadi roadmap untuk search engine.
Katakanlah teman-teman mempunyai struktur situs yang tidak optimal dan belum sempat memperbaikinya, maka XML sitemap bisa menjadi solusi alternatif.
Pasalnya XML sitemap seolah-olah menjadi direktori super lengkap dari semua laman situs yang ada di situs web Anda, dan Anda ingin bot crawler menemukannya.
Jika sudah mempunyai XML sitemap bagaimana?
Jika sudah, maka jangan lupa untuk memperbaruinya secara reguler, misalnya per kuartal atau dibuat otomatis update ketika ada laman yang baru dibuat maupun baru di-update.
4. Menghapus Broken Link di Internal Link
Broken link (tautan rusak) 404 Not Found yang ada di internal link bisa menjadi kendala efisiensi crawling.
Karena tautan tersebut hanya mengantarkan bot crawler ke jalan buntu, membuang-buang waktu, dan menguras resource-nya saja.
Tidak ada benefit apa-apa yang bisa teman-teman dapatkan.
Jika Anda mendapati broken link, maka silakan dihapus atau diganti dengan link yang benar (status code 200 OK).
Teman-teman bisa juga mengatur redirect jika perlu, tapi kurang disarankan karena redirect link tetap menguras resource dari bot crawler, jadi lebih baik diganti ke link yang benar.
5. Menghapus atau Konsolidasi Duplicate Content
Ingat perihal resource dari search engine crawler sebelumnya.
Membiarkan bot crawler untuk mengunjungi laman yang sama dua, tiga, atau empat kali adalah pemborosan waktu dan resource yang sia-sia.
Jadi solusinya seperti apa?
Teman-teman bisa melakukan konsolidasi duplicate content tersebut menjadi satu konten utuh yang komprehensif.
6. Mengoptimalkan Site Speed
Last but not least, penulis tidak bosan-bosannya mengingatkan tentang pentingnya site speed.
Situs yang bisa diakses dengan cepat akan mengurangi waktu yang dibutuhkan crawler dalam mengakses dan merender laman situs.
Sehingga akan ada lebih banyak aset yang bisa diakses selama proses crawling.
Tapi Anda juga jangan terlalu fanatik dalam optimasi sitespeed, sampai harus mendapatkan angka 100 di semua metrik Core Web Vitals (CWV).
Intinya, tidak perlu sempurna di angka 100, namun juga jangan terlalu lambat, 2-3 detik sudah bagus.
Penutup
Crawl depth bukan hanya sekedar istilah di technical SEO.
Melainkan faktor penting yang memengaruhi seberapa mudah mesin pencari menemukan, memahami, dan mengindeks suatu laman dari sebuah situs web.
Semakin singkat “langkah” crawl depth, itu berarti semakin besar peluang laman penting bisa ditemukan dan di-crawl.
Semakin bagus atau sering di-crawl, maka potensi di-index juga meningkat.
Jika jumlah laman yang di-index banyak, maka potensi untuk ditampilkan atau ranking di SERP ke pada user juga meningkat.
Demikianlah tulisan mengenai definisi crawl depth hingga tips optimasinya ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi: