AI Overview seolah-olah menjadi tujuan utama bagi SEO Specialist di era sekarang supaya visibilitas website-nya meningkat.
Belum lagi, mungkin ada tuntutan dari atasan supaya website perusahaan muncul di fitur Google tersebut.
Oleh karena itu, banyak SEO Specialist yang memutar otak untuk mengatur ulang strategi SEO-nya, termasuk pada bagian penulisan konten.
Salah satu pertanyaan besar yang mungkin menghantui Anda, utamanya diri saya sendiri, yaitu panjang pendeknya sebuah artikel.
Apakah kalau konten yang kita publikasikan formatnya panjang akan otomatis dikutip oleh AI Overview?
Bukankah AI Overview justru menyukai konten dengan kalimat yang padat dan sederhana sehingga tidak perlu konten panjang?
Pertanyaan itu terungkap sudah saat saya membaca sebuah artikel dari Ahrefs.
Dalam artikel ini, saya akan coba paparkan hasil riset dari Ahrefs soal “konten panjang dan konten pendek dalam AI Overview.”
Daftar Isi
Hasil Riset Ahrefs Soal Konten Panjang vs Pendek di AI Overview
Seorang kontributor Ahrefs, Despina Gavoyannis bersama tim Ahrefs melakukan riset kurang lebih sekitar 174.000 halaman yang dikutip oleh AI Overview.
Hasilnya, Despina menuliskan bahwa panjangnya sebuah konten tidak ada kaitannya dengan hasil yang dikutip oleh AI Overview.
Selain itu, ada beberapa hasil menarik yang bisa saya sampaikan kepada teman-teman semua:
- 53,4% halaman yang dikutip oleh AI Overview mempunyai panjang di bawah 1.000 kata.
- 30,6% memiliki panjang konten antara 1.000 dan 2.000 kata.
- Hanya 16% konten yang memiliki panjang lebih dari 2.000 kata yang dikutip oleh AI Overview.
Berikut ringkasan-ringkasan lainnya yang dipaparkan oleh Despina selaku contributor writer di Ahrefs.
1. Konten Pendek Sedikit Lebih Sering Dikutip Dibandingkan dengan Konten Panjang
Jumlah rata-rata kata dalam konten yang dikutip oleh AI Overview yaitu 1,282 kata. Akan tetapi, angka dalam rata-rata bisa terdengar masih abu-abu.
Berikut rincian jumlah kata yang dikutip oleh AI Overview menurut riset dari Despina dan tim Ahrefs:
- Di bawah 350 kata: 16,6% dikutip AI Overview.
- 350 – 1,000 kata: 36,8% dikutip AI Overview.
- 1,000 – 2,000 kata: 30,6% dikutip AI Overview.
- Di atas 2,000 kata: 16,0% dikutip AI Overview.
Jika teman-teman perhatikan, konten yang banyak dikutip AI Overview dari data di atas justru konten yang mempunyai kata di bawah 1,000 (36,8% + 16,6% = 53,4%).
Artinya, jika kita mengacu pada preferensi konten pendek dan konten panjang dalam SEO tradisional, konten di bawah 1,000 kata bisa dikategorikan dengan konten pendek.

2. Konten Panjang Tidak Memengaruhi Posisi Dalam AI Overview
Dari hasil pada poin di atas yang menunjukkan bahwa konten panjang tidak selalu dikutip AI, mungkin teman-teman bertanya “apakah konten panjang berpotensi untuk mendapatkan posisi tinggi dalam AI Overview?.”
Melalui hasil riset Ahrefs, jawabannya adalah tidak.
Berikut data rata-rata jumlah kata artikel untuk setiap posisi:
- Posisi 1: 1,270 kata.
- Posisi 2: 1,291 kata.
- Posisi 3: 1,291 kata.
- Posisi 4-10: 1,690 kata.

Dari data yang disajikan Ahrefs di atas, bisa dikatakan bahwa tidak ada perbedaan jumlah kata yang signifikan dari posisi 1-3.
Dalam artian lain, hal ini tidak bisa dijadikan pertimbangan yang matang buat kita dalam membuat artikel dengan jumlah kata seperti yang ditampilkan Ahrefs.
3. Konten Pendek Sering Kali Berada di Posisi Teratas
Ternyata, menurut penelitian dari tim Ahrefs, konten pendek bersaing secara ketat dengan konten panjang untuk mendapatkan visibilitas di AI Overview.
Saat dikutip oleh AI, konten pendek distribusinya hampir mirip dengan konten panjang.
Mari kita lihat rincian datanya.
Untuk artikel di bawah 350 kata:
- 34% muncul di posisi 1.
- 32% muncul di posisi 2.
- 31% muncul di posisi 3.
Untuk artikel di 350-1,000 kata mempunyai pola yang sama:
- 30% muncul di posisi 1.
- 32% muncul di posisi 2.
- 34% muncul di posisi 3.
Secara keseluruhan, lebih dari 95% konten pendek berhasil memenangkan persaingan dengan menempati posisi teratas pada AI Overview.
Hal ini menunjukkan bahwa ketika konten pendek dikutip oleh AI, maka konten tersebut mampu bersaing dengan konten panjang pada AI Overview atau bahkan memenangkan persaingan.
4. Sebagian Besar Jenis Konten Memiliki Nilai Tengah (Median) di Bawah 1,000 Kata
Nilai median sering kali memberikan gambaran yang lebih akurat dibandingkan dengan nilai rata-rata mengenai halaman atau artikel yang dikutip oleh AI.
Oleh karenanya, Ahrefs juga menampilkan beberapa jenis-jenis konten yang biasa diproduksi oleh website serta memaparkan nilai median dari masing-masing jenis konten.

Berikut daftar nilai median berdasarkan jumlah kata untuk berbagai jenis konten:
| Jenis Konten | Deskripsi | Median Jumlah Kata |
| Listings atau daftar | Halaman daftar produk di marketplace | 315 kata |
| Halaman utama | Landing page, Home atau About di website | 317 kata |
| UGC (User Generated Content) | Konten dari user seperti media sosial hingga microblogging | 387 kata |
| Video | Deskripsi dan transkrip video YouTube dan lain-lain | 407 kata |
| Tools interaktif | Konten artikel untuk tools interaktif seperti tools gratis atau kalkulator simulasi | 507 kata |
| Daftar koleksi | Halaman kategori dan koleksi produk e-commerce | 534 kata |
| Artikel | Artikel dan postingan blog | 1166 kata |
| Audio | Transkrip podcast | 1226 kata |
Dari data Ahrefs di atas, bisa kita simpulkan bahwa hanya konten format audio dan artikel yang mempunyai nilai median di atas 1,000 kata.
Seperti yang kita ketahui bahwa podcast terkadang memakan waktu sekitar 30 menit ke atas sehingga transkrip yang dibuat juga memerlukan jumlah kata yang banyak.
Selebihnya, nilai median hampir di bawah angka 1,000 semua.
Itu berarti menandakan bahwa konten-konten seperti landing page atau daftar produk tidak perlu penjelasan produk yang berlebihan sehingga membutuhkan lebih dari 1,000 kata.
Cukup sajikan informasi produk yang detail dan penting untuk dikonsumsi oleh user.
Bagaimana Sebaiknya Strategi Konten yang Tepat untuk AI Overview?
Tidak lagi berlomba-lomba untuk membuat konten yang paling panjang, kita perlu mengatur strategi konten yang optimal agar visibilitasnya tidak hanya di search engine, melainkan juga di tools AI seperti ChatGPT, Gemini, dll.
Selain itu, hal terpenting dalam penulisan konten yaitu informasi dan kebermanfaatannya ke user.
Lantas, apa saja yang harus difokuskan dalam membuat konten?
1. Tulis Kalimat To The Point
Tidak perlu menulis artikel dengan kalimat yang berputar-putar, cukup sajikan langsung informasi yang diinginkan oleh user.
Sebab, pada dasarnya, LLM hanya mengutip kalimat utama saja yang menjadi jawaban atas pertanyaan yang diajukan user melalui AI tools.
Sebagai contoh, ketika teman-teman membuat poin seperti “Apa Itu SEO?” langsung saja paparkan “SEO adalah strategi yang dilakukan untuk optimasi website supaya visibilitasnya bagus di search engine.”
2. Perhatikan Struktur Artikel dengan Saksama
Struktur artikel mulai dari judul, heading, subheading perlu ditulis dengan rapi.
Hal tersebut dilakukan supaya LLM dan search engine mudah memahami konten Anda.
Tulis judul yang ringkas dan menarik, begitu juga heading. Gunakan struktur heading seperti H1, H2, dan H3 agar konten terlihat rapi.
Jika memungkinkan, tulis heading dengan pertanyaan supaya lebih relevan dengan apa yang dicari oleh LLM.
3. Prioritaskan untuk Manusia, Bukan Mesin
Lagi-lagi, jangan terlalu terpaku dengan konten yang ditujukan untuk mesin, baik itu search engine atau LLM.
Sebaliknya, justru teman-teman harus fokus untuk menyajikan konten yang bermanfaat untuk user.
Tidak usah muluk-muluk menulis konten panjang lebih dari 2.000 kata supaya user terkesan dengan artikel kita.
Padahal, belum tentu 2.000 kata itu dibaca semuanya oleh user dan belum tentu informasinya lengkap.
Tetap menulis sesuai dengan kebutuhan brand dan tujuan teman-teman dalam menyampaikan informasi.
4. Sesuaikan Jumlah Kata dengan Jenis Konten
Jika Anda hanya menulis konten untuk landing page, tidak perlu panjang-panjang jumlah katanya.
Cukup sajikan copywriting yang singkat dan persuasif agar user tertarik untuk melakukan aksi.
Demikian ketika Anda membuat konten untuk deskripsi produk. Teman-teman hanya butuh menuliskan deskripsi singkat yang perlu diketahui user terkait produk tersebut.
Lain halnya ketika Anda menulis konten artikel yang in-depth.
Mungkin, Anda butuh sekitar 1,500 kata atau lebih untuk menuliskan artikel panduan agar informasinya lengkap dan mudah dipahami user.
Jadi, selain memperhatikan search intent, Anda juga perlu mengetahui jenis konten yang akan diproduksi.
Konten Panjang Tidak Selalu Bagus untuk Ditulis
Terakhir, hilangkan mindset teman-teman bahwa konten panjang akan selalu bagus untuk website.
Menilik penelitian dari Ahrefs di atas, Anda perlu memahami strategi konten yang tepat sehingga mengetahui kapan waktunya memproduksi konten panjang dan konten pendek.
Sebagai SEO Specialist, Anda perlu mengasah strategi konten dengan tajam lagi supaya dapat bersaing dengan kompetitor di search engine ataupun AI Overview.
Jika teman-teman memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Sumber:
https://ahrefs.com/blog/short-vs-long-content-in-ai-overviews
3 Comments
Berarti yang bagus antara 300 Sd 1000 Kata ya Mas agar di kutip Ai Overview, sangat berguna dan bermanfaat.
Iya mas kurang lebih segitu. Tentunya, disesuaikan juga dengan kebutuhan search intent dan audiens
Thanks insights nya kak 🔥